Kajian | Silaturahmi | Curhat

Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!


11/28/2006 11:44:00 AM
Penulis: Rini
Kategori: Aqidah
Sumber: Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaith. Fathul Majid Syarh Kitab, Tauhid [Edisi Revisi

Ilustrasi :
Sore itu, Mita lagi kesal berat. Bete. Wajahnya cemberut, jelek banget pokoknya. Diambilnya sebuah majalah remaja edisi terbaru, kemudian mulai dibuka-bukanya. Matanya terhenti pada halaman 'Zodiak Kamu'. Dalam hatinya, Mita berkata, "Zodiak? Gak boleh percaya sama yang beginian. Syirik namanya." Tapi matanya tak bergerak ke halaman berikutnya. "Hmmm, baca aja gpp kok, asalkan ga percaya."

Taurus : Tersenyumlah. Kamu akan mendapatkan kejutan manis yang tak terduga.

Secara otomatis, Mita tersenyum. Manis banget senyumnya. Dilanjutnya membaca zodiak.

Tapi hati-hati dengan ulah seorang teman. Tindakan cerobohnya dapat menghancurkan kerjaan yang sudah kamu kerjakan dengan hati-hati. Keahlianmu memang sangat diandalkan.

"Mita," ungkap Mita dengan bangga. "Kerjaan mana yang gak Mita selesaikan dengan baik? Bagaimana ya kalau Mita gak ada? Kacau balau tuh kayaknya semuanya."

***

Kira-kira, apakah Mita termasuk orang yang ga percaya pada ramalan? Ada dua kesalahannya:

1. Senyuman manis Mita itu merupakan ungkapan sikap percaya pada ramalan yang sudah dibacanya.
2. Ungkapan membanggakan diri (ujub diri) juga menunjukkan rasa percaya pada ramalan. Bahkan, dalam kalimatnya itu, ia telah menduakan Allah. Dia lupa, bahwa dengan ijin dan kasih sayang Allah sajalah sehingga ia mampu menyelesaikan pekerjaannya itu. Harusnya ia mengucapkan syukur pada Allah karena diberikan kemudahan dan kesempatan juga keahlian dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Lebih jauh tentang ramal-meramal. Kenapa hal itu tak boleh?

Rasulullah saw yang kita sayangi itu adalah utusan Allah. Beliau adalah manusia yang spesial, maksum (terlepas dari dosa karena Allah menjaganya). Beliau banyak mengetahui hal-hal ghoib. Ingat tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Tapi, tau engga, Rasulullah saw aja tidak mengetahui secara rinci apa yang akan terjadi di masa datang. Beliau tidak tau, apakah sebentar lagi akan ada kejutan manis tak terduga, misalnya. Mengenai pengetahuannya tentang beberapa hal ghoib sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Jinn : 26-27,

"Dia mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak menjelaskan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan di hadapan dan di belakangnya."

Jelaslah, dari ayat di atas, dapat diketahui bahwa tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, itu semua rahasia Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Rasululullah adalah saat ia tidak mengetahui apakah di dapurnya ada makanan yang dapat dimakan atau tidak. Bila ditanyakannya pada 'Aisyah ra (istri beliau) dan jawabannya tidak ada, maka Rasulullah hari itu akan berpuasa.

Kalau Rasulullah saja tidak mengetahuinya, masa sih seorang peramal bisa tau. Aneh ga sih? Usut punya usut, ternyata para peramal/ dukun/ orang pintar/ itu mendapatkan info dari para jin dan syetan.

Gini nih dalilnya, dulu sewaktu Rasulullah saw masih hidup, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang tukang ramal, beliau bersabda, "mereka tidak ada apa-apanya." Para sahabat bertanya, "wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami." Maka Rasulullah saw bersabda, "itu adalah kalimat yang benar, yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (peramal/ dukun). Maka para dukun tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seribu kedustaan (kata-kata manis)." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Dari hadist di atas, peramal/ dukun merupakan kaki tangannya jin dan syetan, para walinya. Setan itu memang sukanya menggoda manusia sehingga terjerumus ke jalan yang salah, menjadi teman mereka di neraka nantinya. Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa manusia ke jalan yang lurus. Kontradiksi kan? Makanya, bila mengakui perkataan para peramal/ dukun berarti sama saja memilih jalannya setan dan mendustakan Rasulullah sebagai utusan Allah. Hal ini diperkuat oleh hadist:

"Barangsiapa yang mendatangi dukun atau paranormal lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad saw." (HR. Abu Daud)

Nah, mudah aja kan, pilih jalan ke surga atau ke neraka? Agar dapat menjaga hati untuk ga tergelincir pada percaya ramalan, tak perlulah zodiak (shio dan ramalan lainnya) dibaca. Cara lainnya, pilihlah majalah Islam yang tidak memuat ramal-ramalan seperti itu. Menyehatkan dan melegakan kan? ^_^

Wallahu'allam...
Baca Selengkapnya...

5 Komentar:

12:24 PM, Anonymous Anonymous berkata...

"ramalan dan shio menurut saya memang blom bs terlalu dipercaya tapi masalah percaya atau tidaknya kita sebenarnya adalah dari kita sendiri,menurut saya percuma semua ramalan atau apapun klo kita ngak berusaha sesuai dengan apa mau kita sendiri tapi soal ramalan, ramalan itu bs jadi pemacu seorang manusia untuk bertindak untuk jadi pemacu untuk kehidupa yg lebih baik asal dapat dilihat dari sudut pandang yg baik , jadi saran saya untuk penulis klo dilihat dari sudut pandang agama memng benar adanya tapi dalam agama juga dikabarkan bahwa setiap manusia harus berbuat lebih baik untuk dirinya dan orang2 sekitarnya.jd hal ini bs dianggap positif dan juga negatif ^_^ selama itu tidak menganggu kenapa tidak kita berpandangan positif saja ^_^"

 
8:18 AM, Anonymous Anonymous berkata...

"Saudaraku di atas, bolehlah aku berkomentar atas apa yang antum kemukakan. Aku membuat dua pemisalan:

1. Ada dua kejadian: Yang pertama. Antum mengambil air bersih untuk minum dari sebuah mata air yang jernih dan bersih. Yang kedua. Antum mengambil air bersih dari sebuah comberan (langung tanpa ada proses penyulingan). Mana air yang jelas-jelas lebih bersih, sehat, dan aman untuk diminum? Sebaik-baik air bersih dari comberan pastilah lebih bersih air yang didapatkan dari mata air tersebut. Lalu, buat apa berspekulasi mengambil air bersih dari comberan?

2. Pada suatu hari, antum berkunjung ke rumah sahabat antum. Dia adalah sahabat yang antum sayangi dan percayai. Begitu juga sebaliknya. Dia memberikan antum dua buah cangkir yang berisi air. Kemudian dia menjelaskan bahwa cangkir kanan berisi susu sedangkan cangkir kiri berisi racun. Apa yang antum lakukan? Apa yang antum akan ambil? Apakah cangkir kanan atau yang kiri? Apakah antum terlalu berpikiran positif dengan mengatakan pasti ada kebaikan di dalam cangkir kiri yang berisi racun itu.

Itulah sedikit pemisalan yang bisa kuungkapkan. Sebuah pemisalan tentang hukum Allah. Allah telah menciptakan kita dan rahmat-Nya meliputi semua bumi ini. Dengan kasih sayang-Nya itu Allah menurunkan agama. Allah menjelaskan pada kita, mana yang baik dan mana yang buruk.Mana yang harus dikerjakan yang mana yang harus ditinggalkan. Tentu semuanya untuk kebaikan kita. Apakah kita terlalu bodoh dan naif dengan mengatakan bahwa hal buruk yang telah Allah larang itu memiliki nilai positif bila kita melihatnya dari sisi baik? Allah-lah Yang Maha Mengetahui... Hanya Dia yang mengetahui apa yang akan terjadi pada esok hari..."

 
12:01 AM, Anonymous heri setiawan berkata...

"Yak setuju... say no for kufarat..."

 
12:21 AM, Anonymous Anonymous berkata...

"Itulah sebabnya aq takut dgn ramalan. Untuk membaca atau tahu aja dah ga brani ntah itu zodiak, shio dll.

Aq punya pengalaman, ketika itu aq bertemu seorang kiyai. Subhanallah ... membuatku teramat sangat dalam berfikir. kiyai ini mampu membaca ku. beberapa hal yg ia baca ttg aq adalah benar. ia juga mampu membaca temenku, meskipun aq hanya menyebutkan nama saja. Hal seperti ini yg membuatku berfikir... beliau ini percaya pada Allah, beliau melantunkan ayat2 Allah untuk setiap doanya, tetapi beliau bukan rasul. Rasul aja ga bisa tahu rahasia Allah, masa kiyai ini bisa.

satu kesalahan yg telah kulakukan adalah, aq menanyakan ttg masa depan. Kiyai ini mulai menceritakan ttg masa depanku. Ketika ternyata ga sesuai dgn keinginanku, ada suatu keprotesan dlm hatiku. Aq sempat beberapa hari marah ma Allah (astagfirullah hal'adzim). perlu waktu untuk bangkit kembali. sedikit demi sedikit aq mencoba untuk melupakan hal itu, aq ga mau semakin memikirkannya. Aq berusaha selalu mendekatkan diri dgn Allah SWT. Cuman itu jalan satu2nya supaya aq diberi petunjuk jalan yang terbaik.

Aq pernah mendengar, jin bisa mencuri kalam Allah yg telah tertulis di langit. Dan tidak jarang manusia bekerjasama dgn jin untuk mengetahui kalam tsb. Apakah itu benar?

Aq jd berfikir, apakah kiyai tersebut adalah org yang dikaruniani Allah dgn kelebihan, atau org yg bekerjasama dgn jin. Tetapi mengapa beliau mendoakanku dgn ayat2 Allah?

Aq yg biasanya pantang menyerah, menjadi org yg menunggu, apakah yg kiyai katakan itu benar dan akan terjadi. Terkadang aq merasa bodoh kl hrs menunggu, tapi ketika aq akan melangkah, perkataan kiyai itu spt menggangguku.

Misal begini: kiyai itu mengatakan 'A' ternyata jalan yg kupilih 'B', aq mau berusaha mencapai 'B', belum juga aq berusaha aq dah berfikir "untuk apa aq perjuangkan, kl ujung2nya 'B'". Sejak saat itu aq ga pernah ingin tahu ttg masa depan.

saudaraku yang seiman, kl ada pencerahan atau ada yg bisa disharing, dtunggu ya :)"

 
8:24 PM, Blogger zuljuara berkata...

"brur....tak usah memberikan komentar pilihan...itu pikiran orang bodoh..dan kebodohan itu adalah kesesatan...Allah menganjurkan umatnya dalam kedaan terjaga artinya manusia wajib cerdas...kalau tidak cerdas otak,pikiran,hati,lida,telinga,mata,penciuman lida,hati tangan dan kaki..dalam keadaan kesesatan...semua yang ada pada anggoata tubuh harus cerdas..
hati harus lebih peka,penciuman lebih tajam,indra semua tubuh harus peka,termasuk otak...gimana anda akan tau kalau orang berikan racun?kalau kta belum pernah mengenal racun?ramalan adalah suatu kepekaan indra manusia yang mampu mersakan apa yang ada disekitarnya yang didukung dengan kecerdasan,pengalaman,menguasai ilmu metafisika,dan paham tentang hukum takdir Allah Wajjallah.
manusia punya kemampuan untuk melakukan apa saja baik dan buruknya semua punya makna,baik dan buruk itu punya makna yang begitu dalam....manusialah yang menentukan artinya,contoh:"saya mengatakan"bahwa anda akan kayah Tahun depan"pernyataan ini adalah tergantung diri anda kalau anda bekerja dengan sungguh2 pasti sukses dengan ilmu yang anda kuasai....contoh yang lain:kemenangan rasulullah dimedan perang dengan meramal(membaca strategi lawan)dan sangat yakin dengan strategisnya itu...dan sepanjang sejarah rasulullah selalu menang karna punya kemampua atau kepekaan membca,merasakan dan menyimpulkan ramalanya(strategi)....Allah pun memberikan gambaran kepada manusia ,jika manusia jauh dari Allah maka manusia itu pasti sesat kehidupanya...saya juga meramal anda kalau anda tidak rajin sikat gigi pasti akan lubang giginya..oke,coi paham sudah???jangan berprasangka buruk haram hukumnya...."

 

<< Home