<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127</id><updated>2012-01-26T11:52:07.874+07:00</updated><title type='text'>Pondok Muslimah</title><subtitle type='html'>"... Menuju muslimah cerdas, tangguh nan shalihah."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-4699192657967189140</id><published>2008-11-09T09:08:00.005+07:00</published><updated>2009-11-17T06:20:25.777+07:00</updated><title type='text'>Psikologi Suami – Istri</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Pernikahan&lt;br /&gt;Sumber: Kado Pernikahan, Psikologi Suami-Istri; Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi; Mitra Pustaka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh Dr. Thariq Kamal an-Nu’aimi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti setuju bila dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Kondisi psikologis yang secara aktif sangat berpengaruh pada cara memahami, berbuat, dan merespon sesuatu. Perbedaan tersebut membuat masing-masing menjadi jelas dan sepertinya tidak akan mungkin bisa bersandar pada dunia yang sama, cara berfikir yang sama. Inilah kodrat manusia. Agar tak salah dalam menafsirkan cara berpikir, maka adalah baiknya mengetahui bagaimana perbedaan ini? Dengan mengetahui dasar-dasar perbedaan ini, diharapkan tidak ada lagi rasa curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perbedaan yang mencolok secara fisik, tentu banyak perbedaan lainnya secara lahiriah. Begitu halnya dalam hal cara berfikir. Cara berfikir lelaki terkonsentrasi (terpusat) pada kebutuhannya saja dan hanya memperhatikan dirinya saja. Sebaliknya pada wanita, akan lebih mudah memperhatikan sekelilingnya melebihi perhatian pada dirinya sendiri. Ia akan menngorbankan dirinya sendiri dan tidak merasakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan cara berpikir ini yang mendasari sikap tidak saling memahami jalan pemikiran. Lelaki tidak bisa berfikir dan menyikapi sesuatu seperti yang dilakukan perempuan. Begitu juga sebaliknya. Jika masing-masing pihak memaksakan cara berpikirnya, tentu saja fatal akibatnya. Timbullah rasa frustasi, ketegangan yang diwarnai pertengkaran, kebencian yang dapat menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa saja perbedaan itu?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak lelaki dan perempuan berbeda, begitu pula dalam penggunaannya. Para lelaki akan sulit sekali merubah fikirannya dalam waktu sekejab. Lain hal dengan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang lelaki dalam konsentrasi penuh melakukan suatu hal, maka akan sulit baginya untuk membagi konsentrasi pada hal lainnya. Misalnya, seorang suami sedang asik membaca. Si istri datang dengan maksud ingin menciptakan suasana hangat. Namun yang terjadi pada suami adalah si istri mengganggu konsentrasinya. Hal umum terjadi adalah, suami dan istri sama-sama menjadi jengkel karena tak terpenuhi keinginannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus dilakukan istri adalah, tanyakan pada suami apakah dia ingin berbincang-bincang padanya. Jika suami mengatakan kesanggupannya tapi dia tidak melepaskan matanya dari bacaannya. Lebih baik tak usah dilanjutkan lagi perbincangan karena sudah pasti suami tidak akan dapat berkonsentrasi dengan dua macam perbuatan. Lebih baik cari lagi waktu luang lainnya. Dan hal ini tidak berarti dia tidak mencintai dan perduli pada istrinya. Hal ini hanyalah karena tabiat dasar seorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi dengan dunia luar bagi lelaki adalah pergulatan dengan dunia luar. Pergulatan yang membutuhkan enerji besar dan keharusan untuk memenangkannya. Ia harus selalu menjadi orang yang berada di urutan teratas. Tentu saja interaksi ini berbeda jauh pada kaum perempuan yang penuh dengan kasih sayang, dunia penuh cinta, dan hubungan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berfikir terhadap dunia luarpun menjadi sangat berbeda. Dimana lelaki berfikir secara sentratif (memusat) akan mengaitkan satu hal dengan hal lainnya kemudian secara bertahap membentuk sebuah gambaran yang dapat ia mengerti. Sedangkan perempuan memiliki sifat ekspansif (meluas) dimana pada tahap awalnya ia akan mencoba menjelajah segala aspek yang terkait dengan objek kemudian mengkaitkan bagian-bagian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana adalah saat berbelanja. Bagi lelaki dimana cara berfikirnya terkonsentrasi adalah langsung membeli barang yang dibutuhkannya dan mengabaikan lainnya. Berbeda dengan perempuan yang bersifat ekspansif. Perempuan membutuhkan waktu untuk menjelajah sambil menyebarkan sifat penyayangnya. Tentu hal yang melelahkan bagi lelaki bila ia dipaksakan harus melakukan hal yang sama seperti kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan lainnya terletak pada cara berfikir dalam menyelesaikan masalah. Bagi lelaki, berfikir adalah diam namun bagi perempuan berfikir sambil berbicara agar mendapatkan kejernihan dalan berfikir. Kontradiktif. Tabiat pokok para lelaki adalah perhatian pada sesuatu yang di luar. Sehingga ketika ia mengalami kesukaran maka ia akan menarik diri dan mulai berfikir secara diam. Ia berusaha memecahkan permasalahan yang dialami. Demikianlah cara lelaki bersikap agar telepas dari kesukaran dan kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang merasa lelah akan berusaha mencari kelegaan dengan berusaha mendapatkan tempat yang cukup tenang, jauh dari kebisingan. Dan secara umum berusaha menghindarkan diri untuk tenggelam pada perdebatan dalam bentuk apapun. Ia tidak ingin berbicara, baik pada permasalahan yang dihadapi maupun tema lainnya. Yang diinginkan lelaki pada waktu itu hanyalah ketenangan. Dan rumah adalah tempat mendapatkan ketenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara naluri khas lelaki adalah apabila ia konsentrasi untuk membahagiakan perempuan maka ketika itu semua pikiran dan usahanya terpusat untuk mewujudkannya. Bila ia merasa perempuan telah merasa bahagia, maka lelaki akan berusaha mengubah pikirannya pada hal baru secara tidak sengaja. Ia mulai konsentrasi pada hal lain, seperti permasalahan dalam pekerjaan. Sehingga otaknya sibuk, pemikirannya tertumpah pada hal tersebut, sehingga masalah baru itu menjadi sangat menyibukkan dia. Seakan-akan ia telah mengabaikan istrinya yang ia cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Berkomunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah umum dikatakan bahwa perempuan adalah makhluk cerewet yang banyak omong. Sebenarnya pendapat itu tidak salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Kaum lelaki juga sangat suka berbicara. Kaum lelaki banyak berbicara saat di luar rumah, saat ia berjuang dan berkorban untuk mendapatkan kebutuhannya. Saat di rumah ia menjadi pendiam karena baginya rumah bukan tempat untuk berjuang. Rumah adalah tempat untuk beristirahat, mengistirahatkan otaknya. Berbeda dengan kaum perempuan yang merasa rumah adalah tempat yang tepat untuk berbicara terutama dengan suaminya. Lagi-lagi, keadaan yang sangat jauh berbeda. Lalu bagaimana mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja harus melihat kondisi dan situasi. Lelaki yang sedang memiliki masalah  di kantor akan terus membawa masalahnya itu sampai ke rumah. Ketika suami sedang dalam kondisi letih dan mempunyai masalah, maka perempuan harus memahami hal itu bahwa suami sedang lelah, butuh istirahat, dan ketenangan. Kewajiban perempuan adalah memenuhi hal tersebut. Jika tidak, akibatnya akan buruk. Jika suami telah menemukan pemecahan masalahnya, letihnya telah habis, maka ia akan terlihat gembira. Pikirannya menjadi baik kembali. Mukanya menampakkan senyuman yang lebar. Siap diajak untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia lelaki, ada dua sebab mengapa ia mau berbicara tentang masalahnya:&lt;br /&gt;1. Ingin berembug dan mencari jalan keluar&lt;br /&gt;2. Ingin membebaskan diri dari tanggung jawab dan kesalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak lelaki, saat perempuan mengatakan keluhannya, dua hal tersebutlah yang menjadi alasannya. Jikalah istrinya mengeluh, maka secara otomatis, lelaki yang menganggap dirinya sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab penuh kepada istrinya akan memberikan jalan keluarnya. Namun lelaki tidak mengetahui bahwa istrinya membutuhkan perbincangan kasih sayang bukan membutuhkan nasehat-nasehat dan jalan keluar. Baik, jika ternyata lelaki itu mampu mengerti akan kebutuhan bercakap-cakap ini dalam diri istrinya sehingga konflik tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menjadi permasalahan adalah jika lelaki menangkap pesan bahwa keluhan yang disampaikan istrinya adalah salah satu tindakan pembebasan diri si istri dari tanggung jawab. Dengan kata lain, bahwa lelaki merasa bahwa istrinya telah menganggapnya lalai. Ketika inilah lelaki akan mengeluarkan senjatanya untuk membela diri. Di sinilah harus ada trik-trik dalam menyampaikan keluhan permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, kaum perempuan menyukai memberikan pertolongan dan bantuan kepada sesama. Keadaan berbeda pada kaum lelaki. Perbedaan memang selalu ada selayaknya tulang rusuk yang bengkok bagi kaum lelaki, selalu berseberangan sifatnya. Tujuan memberikan bantuan bagi kaum perempuan adalah untuk membuat dia merasa dicintai. Sementara dalam dunia kaum lelaki, memberikan bantuan sukarela dianggap sesuatu yang tak dapat diterima. Kadang ditafsirkan sebagai penghinaan atas sebuah ketidakmampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, seorang istri yang baik akan membiarkan suaminya berkerja dan percaya penuh padanya. Biarkanlah ia, turutilah, dan jangan mencampur aduk. Jangan berusaha memperbaiki kecuali apabila ia tidak bekerja dan berhenti dari pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, bila perempuan ingin memberikan bantuan kepada suaminya atau memberikan nasehat kepadanya. Murni keinginannya dengan tujuan untuk kebaikan si suami, sebagai wujud rasa cinta tanpa diminta suami. Sikap ini akan terasa menyakitkan bagi suami. Bagi suami, tindakan ini sebagai sikap dari rasa ketidakpercayaan istri padanya. Ada baiknya dilakukan dengan sikap yang tidak menggurui atau dengan cara tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-4699192657967189140?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/4699192657967189140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=4699192657967189140' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/4699192657967189140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/4699192657967189140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2008/11/psikologi-suami-istri.html' title='Psikologi Suami – Istri'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-1155254195453528196</id><published>2007-06-27T09:29:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:13:05.992+07:00</updated><title type='text'>Mengqadha Shalat dalam Hukum Haid</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Fiqh&lt;br /&gt;Sumber: 52 Persoalan Sekitar Hukum Haid, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, Darul Haq&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang wanita mengalami haid pada pukul 01.00 siang umpamanya dan dia belum mengerjakan shalat Zhuhur, apakah dia harus mengqadha' shalat Zhuhur itu setelah suci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan-perbedaan di antara para ulama dalam masalah ini. ada yang berpendapat, dia tidak harus mengqadha' shalat itu karena dia tidak meremehkannya, juga tidak berdosa karena boleh baginya mengerjakan shalat sampai pada akhir waktunya. Ada lagi pendapat yang mengatakan, dia harus mengqadha' shalat itu berdasarkan keumuman sabda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mendapatkan satu raka'at dari shalat, maka ia telah mendapatkan shalat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sikap hati-hati ialah mengqadha' shalat itu karena hanya satu shalat saja dan tidak ada kesulitan dalam mengqadha'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita kedatangan haid setelah masuk waktu shalat, apakah wajib baginya mengqadha' shalat itu jika telah suci, demikian pula jika telah suci sebelum habis waktu shalat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Jika wanita kedatangan haid setelah masuk waktu shalat wajib baginya, jika telah suci mengqadha' shalat pada waktu dia haid bila dia belum mengerjakannya sebelum datangnya haid. Berdasarkan sabda Rasulullah shalallhu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mendapatkan satu raka'at dari shalat, maka ia telah mendapatkan shalat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seandainya seorang wanita bisa mengerjakan sekedar satu raka'at dari waktu shalat kemudian dia kedatangan haid sebelum mengerjakannya, maka jika dia suci nanti, wajib mengqadha'-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Jika wanita itu suci dari haid sebelum habis waktu shalat, wajib baginya mengqadha' shalat tersebut. Seandainya dia suci pada saat sekedar satu raka'at sebelum terbit matahari maka wajib baginya mengqadha' shalat Subuh. Atau suci sebelum terbenam matahari sekedar satu raka'at, maka wajib baginya mengqadha' shalat Ashar. Atau suci sebelum tengah malam sekedar satu raka'at, wajib baginya mengqadha' shalat Isya'. namun kalau suci setelah tengah malam, tidak wajib baginya shalat Isya' tetapi dia berkewajiban shalat Subuh bila telah masuk waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;"Kemudian apabila kami telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (seagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [QA An-Nisaa': 103]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti tidak boleh bagi seseorang mengerjakan shalat di luar waktunya atau memulai shalat sebelum masuk waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-1155254195453528196?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/1155254195453528196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=1155254195453528196' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1155254195453528196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1155254195453528196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/06/mengqadha-shalat-dalam-hukum-haid.html' title='Mengqadha Shalat dalam Hukum Haid'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-3854107227099647865</id><published>2007-05-31T10:57:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:15:52.607+07:00</updated><title type='text'>Aba'ah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Fiqh&lt;br /&gt;Sumber: Nasihat Ulama Besar untuk Wanita Muslimah, Penyusun Syaikh Hamd bin Ibrahim al-Huraiqi, Pustaka Ibnu Katsir &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan: Telah tersebar di kalangan wanita muslimah satu fenomena yang berbahaya berupa kebiasaan memakai aba’ah, yaitu busana yang menutupi tubuh hingga ke bahu dan menutupi kepala dengan maksud agar terlihat anggun dipandang. Aba’ah ini terlihat ketat, transparan sehingga terlihat bentuk dada dan tulang, dan mereka memakai busana ini karena ingin mengikuti mode atau karena ingin ketenaran. Bagaimana hukum memakainya? Apakah ini termasuk hijab yang disyariatkan? Dan apakah ini termasuk dari ancaman Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadistnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa pecut kemudian dengan pecut itu mereka memukul manusia dan perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, jika berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta yang meliuk-liuk, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak pula mendapat harumnya. sedangkan wangi Surga sudah dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas fatwanya, saya ucapkan Jazakumullah khairal jazza’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban: Allah Ta’ala telah memerintahkan wanita muslimah untuk menutupi tubuh secara sempurna dengan hijab sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.” (QS. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jilbab adalah kain panjang yang digunakan wanita untuk menutupi kepala dan seluruh anggota badannya seperti halnya misylah (pakaian kebesaran bangsa Arab bagi kaum prianya). Sedangkan aba’ah pada awalnya dipakai untuk kepala dan seluruh badan. Maka aba’ah termasuk penutup dan penghalang dari pandangan mata orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.” (QS. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak diragukan lagi bahwa menampakkan bentuk kepala dan kedua bahu wanita merupakan daya tarik yang akan memancing pandangan orang lain, jika wanita muslimah memakai aba’ah yang hanya sampai bahu, maka sama seperti laki-laki karena menampakkan bentuk kepala, leher, dan bentuk bahu serta menjelaskan secara detail sebagian anggota tubuhnya seperti dada, punggung, dan lainnya. Ini semua merupakan sebab terjadinya fitnah, memancing pandangan orang lain, serta mendekatkan diri pada orang jahil walaupun ia termasuk wanita yang menjaga kehormatan diri. Atas dasar inilah, maka tidak boleh bagi seorang muslimah memakai aba’ah yang hanya menutup hingga bahu karena adanya larangan, dan dikhawatirkan masuk kepada ancaman Nabi shalallahu a’alaihi wasallam dalam hadist di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdullah bin Jibrin&lt;br /&gt;pada 27/8/1413 H.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-3854107227099647865?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/3854107227099647865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=3854107227099647865' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/3854107227099647865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/3854107227099647865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/05/abaah.html' title='Aba&apos;ah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-1019660623561270739</id><published>2007-05-19T06:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-19T06:30:50.204+07:00</updated><title type='text'>Ucapan Selamat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Baaraakallahu lakum wa baaraka 'alaykum wajama'a baynakumaa fii khayr"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, telah menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Faridah Hanim (kembang / h4nim)&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;Kristanto Hadi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Mei 2007 di Mojokerto (Jawa Timur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-1019660623561270739?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/1019660623561270739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=1019660623561270739' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1019660623561270739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1019660623561270739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/05/ucapan-selamat.html' title='Ucapan Selamat'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-197556822121323038</id><published>2007-04-26T07:52:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:22:05.546+07:00</updated><title type='text'>Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Nasehat&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Alia &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nasehat dari Ingrid Mattson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya ingin menasehati Muslim di Indonesia untuk berhati-hati menghadapi sejumlah permasalahan serius akibat modernisasi dan industrialisasi. Saya sedih melihat begitu banyak sungai dan seluran air di Jawa yang terpolusi, melihat sampah dan kotoran di jalan dan melihat pabrik-pabrik menyemburkan asap beracun ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah memberi manusia tanggung jawab untuk melindungi bumi ini dan agaknya kita tidak melaksanakan tugas ini dengan baik. Malahan, kita saat ini sedang menghancurkan bumi. Akibatnya, semua orang akan menderita secara fisik, mental, dan spiritual. Islam adalah agama yang suci dan mencintai kesucian (thaharah dan tazkiyyah) dan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassallam sendiri pernah berkata, "Allah itu indah dan cinta keindahan." Jadi, saya ingin mengajak para brothers dan sisters di Indonesia untuk memegang tanggung jawab ini dengan sungguh-sungguh dan untuk bekerja menciptakan lingkungan yang bersih dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menasehati my sisters untuk berhati-hati menghadapi godaan-godaan konsumerisme. Kita semua suka baju, perhiasan, dan perabot yang bagus. Kita semua ingin membahagiakan anak-anak dengan memberi mereka pakaian dan mainan yang bagus. Tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai tertipu sehingga mengira bahwa banyak berbelanja membawa kebahagiaan. Padahal kebahagiaan hanya bisa kita dapatkan bila memiliki hati yang baik dan penuh kasih sayang, dan selalu tunduk kapada Allah. Kita justru akan lebih bahagia kalau berbagi denga kaum dhuafa, daripada kalau kita hambur-hamburkan uang  untuk barang-barnang yang tidak akan kita pakai lagi dalam waktu dekat. Sewaktu di Jakarta saya sedih sekali melihat kondisi kaum miskin di sana. Padahal, adalah kewajiban agama kita sebagai Muslim untuk menolong tetangga kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-197556822121323038?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/197556822121323038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=197556822121323038' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/197556822121323038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/197556822121323038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/muslimah-indonesia-hati-hati-godaan.html' title='Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-2659375682539482534</id><published>2007-04-19T16:07:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:22:54.100+07:00</updated><title type='text'>FYI : For Your Information</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: FYI&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Muslimah &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Kerudung Segi 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, kerudung segi 4 adalah modifikasi dari scarf yang dililit di leher atau untuk menutupi kepala ketika panas. Bentuknya pun lebih kecil dari yang sekarang. Pada tahun 1960-an, scarf dan kaca mata lebar sangat populer di kalangan perempuan Amerika dan Eropah. Mengikut trend dari gaya Jacky Kennedy dan baju rancangan Channel. Kala itu menjadi aksesoris wajib bagi para selebritis Hollywood. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, si segi empat mungil semakin menebar pesona dan disukai oleh perempuan Mesir, Iran, dan Pakistan. Namun, kenapa di Arab kerudung ini tidak populer? Sebab perempuan Arab lebih banyak menggunakan bergo super lebar dan berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan si segi empat ini pun mulai melanglang menuju Asia lewat jemaah haji sebagai oleh-oleh. Sekarang, kerudung ini sangat populer dan banyak sekali motifnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, yang satu saduran dari Jacky Kennedy yang satu bagian dari budaya Arab (Islam). Ayo, pilih yang mana? *_^ Be a smart muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Si Selop?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih unik lagi dengan si selop ini. Dulunya selop merupakan sandal (sepatu) buat kaum cowok. Selop banyak dipakai oleh raja-raja zaman dulu. Sri Sultan Hamengku Buwono IX selalu memakai selop di segala kesempatan. Begitu juga dengan Napoleon Bonaparte, memakai selop ini yang dinamakan Mule Shoes, sejenis sandal tertutup namun bagian belakangnya terbuka. Model mule ini sangat beragam, pada masa Renaissance di Eropah, model mule sangat unik, bersol tebal dan posisi solnya ada di tengah. Aneh ya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami berbagai bentuk. mule pun semakin akrab di kalangan perempuan, bahkan modelnya juga lebih cewek banget. Mulai dari hak datar hingga yang lancip. Selop bagi kaum pria juga mulai berubah gaya menjadi lebih terbuka, seperti sandal gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model (dunia) emang suka terbalik-balik ya. Aneh. Yang awalnya bagi wanita menjadi umum bagi pria dan yang awalnya bagi pria menjadi umum bagi wanita. Asal jangan sampai kita menjadi terlihat seperti pria aja, inilah yang terlarang. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smart Choice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata nih sekarang udah mulai banyak muslimah yang memilih toko buku sebagai tempat favorit. Keren euy. Berarti udah makin pinter aja kaum muslimah di Indonesia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kira-kira buku apa aja yang dibaca? Komik? Enggaklah, pastinya buku-buku yang dibaca adalah buku yang bermanfaat, bermanfaat di dunia ini dan juga manjadi bekal untuk akhirat. Waw, smart choice ya smart muslimah...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-2659375682539482534?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/2659375682539482534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=2659375682539482534' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/2659375682539482534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/2659375682539482534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/majalah-muslimah.html' title='FYI : For Your Information'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-5491064431228719900</id><published>2007-04-19T12:41:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:44:24.751+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Wanita Sholehah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Artikel&lt;br /&gt;Sumber: NN &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memenuhi 2 syarat saja yaitu:&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?&lt;br /&gt;- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.&lt;br /&gt;- Wajib menutup aurat&lt;br /&gt;- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah&lt;br /&gt;- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya&lt;br /&gt;- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa&lt;br /&gt;- Berbuat baik kepada ibu &amp; bapa&lt;br /&gt;- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang&lt;br /&gt;- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa&lt;br /&gt;- Bersikap baik terhadap tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;- Memelihara kewajipan terhadap suami&lt;br /&gt;- Sentiasa menyenangkan suami&lt;br /&gt;- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.&lt;br /&gt;- Tidak cemberut di hadapan suami.&lt;br /&gt;- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur&lt;br /&gt;- Tidak keluar tanpa izin suami.&lt;br /&gt;- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami&lt;br /&gt;- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran&lt;br /&gt;- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.&lt;br /&gt;- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp;amp; kecantikannya serta rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lupa mengingat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:&lt;br /&gt;"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mudah terpedaya dengan syahwat&lt;br /&gt;4) Lemah iman&lt;br /&gt;5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich&lt;br /&gt;Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(source : NN )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-5491064431228719900?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/5491064431228719900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=5491064431228719900' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/5491064431228719900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/5491064431228719900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/menjadi-wanita-sholehah.html' title='Menjadi Wanita Sholehah'/><author><name>Farida Hanim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10546849270659600803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h161/hnim/mydaughtersoon.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-6003513183228438736</id><published>2007-04-17T06:56:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:23:47.637+07:00</updated><title type='text'>Iman kepada Kitab-kitab-Nya</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: aqidah&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyakini bahwa Allah telah menurunkan Kitab-kitab suci kepada para Rasul-Nya untuk menjadi hujjah, petunjuk, pengetahuan bagi seluruh isi alam, dan pegangan bagi mereka yang mengamalkan ajran-ajaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Kitab-Nya, yaitu Taurat (Nabi Musa 'alaihissallam), Injil (Nabi Isa 'alaihissallam), Zabur (Nabi Dawud 'alaihissallam), Suhuf Ibrahim 'alaihissallam dan Musa 'alaihissallam, Al-Quran (Nabi Muhammad shalallahu 'alaihissallam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah me-nasakh (mengkadaluarsakan) kitab-kitab sebelum Al-Quran dan menjadikan Kitab Al-Quran terpelihara dengan penuh dan tidak dapat diubah-ubah oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab sebelum Al-Quran diturunkan untuk umat tertentu dan untuk jangkauan waktu yang terbatas serta telah banyak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini dilakukan oleh manusia dan banyak menyelisihi isi Al-Quran. Contohnya adalah perbuatan kaum Nasrani dalam merubah Injil dalam aqidah kaum Nasrani, sebagaimana telah diketahui bersama yaitu aqidah Trinitas. Mereka mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga. Ini merupakan kedustaan terhadap Al-Masih Isa ibnu Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Baqarah 79: &lt;br /&gt;"Maka amat celakalah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata, 'ini dari Allah'. Dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit. Maka celaka besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis dengan tangan mereka sendiri. Dan celaka besar pula bagi meraka karena apa yang mereka kerjakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam Al-An'am 91:&lt;br /&gt;"Katakanlah: Siapakah yang menurunkan kitab Taurat yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi umat manusia? Kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan sebagiannya dan kamu sembunyikan sebagian besarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Allah menjadikan kitab Al-Quran terpelihara dengan penuh dan tidak dapat diubah-ubah oleh tangan manusia sebagaimana firman Allah dalam Al-Hijr 9:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami pulalah yang benar-benar memeliharanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran akan tetap menjadi hujjah sampai hari kemudian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-6003513183228438736?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/6003513183228438736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=6003513183228438736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6003513183228438736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6003513183228438736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/iman-kepada-kitab-kitab-nya.html' title='Iman kepada Kitab-kitab-Nya'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-9173079628257067908</id><published>2007-04-03T11:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:25:27.540+07:00</updated><title type='text'>FYI : Tentang Pemasangan Foto</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Nasehat&lt;br /&gt;Sumber: Friendster &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena aku mencintai kalian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temen yang saya cintai karena-Nya, tadinya, saya ngga percaya, ketika ada seorang ikhwan yang posting buletin yang berisi himbauan bagi para akhwat untuk tidak memasang foto (diri) di FS, karena ada web yang menyalahgunakan foto2 kita di FS, diedit menjadi... yaahh... kepalanya masih tetep wajah kita lengkap jilbab, sementara bagian tubuh lainnya diganti dgn milik org lain yang (maaf) tidak tertutup auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya benar2 tidak percaya. Sampe saya berpikir, kok malah jadi paranoid gini (astagfirulloh aladzim). Saya sempet adu argumen dengan temen saya itu. Hingga kemudian, beberapa hari yang lalu, kembali temen saya itu posting buletin, masih dengan tema yang sama, berisi forward message temen akhwat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran! Apakah ini benar2 serius? akhirnya saya bertanya kepada seorang temen lainnya yang lumayan ngerti IT. dan temen saya itu membenarkan keberadaan web itu, meskipun katanya udah di-ban sama penyedia situsnya, tapi entahlah... ketika saya mencoba nyari, ternyata link-nya masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ketik akhwatnakal ato akhwatcantik di search engine. dan temen-temen bakal tau ada apa. apa yang harus kita lakukan? itu sepenuhnya tergantung pada keputusan temen-temen. Gambar-gambar yang ada (saya ngga berani buka, saya hanya buka alamat2 yang memprotes blog itu, itu pun udah bikin saya eneg)memang keliatan hasil edit, bahkan sebagian bener2 jelek hasil editannya. tapi.. yaahh... semuanya terserah temen-temen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ingin memforward message ini, sertakan aja nama saya di bawah ini, jadi asal usul mesage ini jelas. Mohon maaf kalo tidak berkenan dengan message ini. semua itu hanya karena saya mencintai kalian karenaNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan sepenuh hati, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;erna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;Sedikit hadist yang berkaitan dengan gambar, foto, lukisan benda hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata kepad Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk, dan jangan pula meninggalkan kuburan yang menjulang tinggi kecuali engkau meratakannya." [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Janaâ-iz, 969]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis)."� [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Al-Libas 5959, Muslim dalam bab yang sama 2109]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits yang ditegaskan dari Aisyah Radhiyallahu â€˜anha. Sesungguhnya Aisyah telah membeli bantal kecil untuk hiasan yang didalamnya terdapat gambar. Ketika Rasulullah melihat bantal tersebut, beliau berdiri di depan pintu dan enggan untuk masuk seraya bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. "Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan." [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Tauhid 7557, Muslim dalam bab Al-Libas 96-2197]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam telah menegaskan hal itu dengan sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Malaikat enggan memasuki rumah yang didalamnya terdapat lukisan."� [Hadits Riwayat Al-Bukhari, bab Badâ-ul Khalq 3226, Muslim bab Al-Libas 2106]&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-9173079628257067908?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/9173079628257067908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=9173079628257067908' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/9173079628257067908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/9173079628257067908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/fyi-tentang-pemasangan-foto.html' title='FYI : Tentang Pemasangan Foto'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-8896511086293567828</id><published>2007-03-28T15:29:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:25:53.925+07:00</updated><title type='text'>Iman kepada Malaikat</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Akidah&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kita mempercayai Malaikat-malaikat Allah Ta'ala dan mereka semua hamba-hamba Allah yang mulia. Mereka melaksanakan setiap apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Firman Allah dalam surah Al-Anbiya' 26-27:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Artinya: "Sebenarnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak pernah mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka senantiasa mengerjakan perintah-perintah Allah."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tentu hal ini berbeda sekali dengan manusia yang bertindak memperturutkan hawa nafsu dan bahkan tak jarang melanggar larangan Allah untuk memenuhi nafsunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib mengimani nama-nama para malaikat yang telah disebutkan kepada kita dengan sifat-sifat dan tugas yang telah kita ketahui, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jibril, bertugas menyampaikan wahyu yang mengandung kehidupan bagi hati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikail, bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuhan yang mengandung kehidupan bagi jasad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Israfil, bertugas menuip sangkakala (Ash-Shuur) mengandung kehidupan di Hari Kiamat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Juga mengimani malaikat-malaikat lain yang telah disebutkan namanya namun telah jelas ada, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Malaikat Maut bertugas mencabut ruh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat penjaga gunung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat penguasa neraka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat penjaga pintu surga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat yang bertugas menuipkan ruh bagi janin dalam rahim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia yang berada di kanan dan kiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat yang bertugas menanyakan kepada mayat dalam kubur tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, dan siapa nabinya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Adapun yang tidak kita ketahui maka kita tidak boleh menetapkannya dan juga tidak boleh menafikannya (menghiraukannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat-malaikat itu tidak dijadikan Allah dalam bentuk tubuh kasar yang dapat dilihat oleh manusia. Sewaktu-waktu Allah memperlihatkannya (sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam pernah melihat Malaikat Jibril) dengan 600 sayapnya di atas langit. Beliau juga pernah melihat Malaikat Jibril berbentuk manusia / laki-laki dengan wajah putih, rambut hitam pekat, pakaian serba putih. Malaikat Jibril pernah berbicara dengan Maryam dalam bentuk seperti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat jumlahnya banyak. Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam pernah menyatakan bahwa Baitul Makmur ada di atas langit setiap hari tujuh puluh ribu malaikat masuk dan shallat di dalamnya dan tidak ada di antara mereka yang kembali.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-8896511086293567828?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/8896511086293567828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=8896511086293567828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/8896511086293567828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/8896511086293567828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/03/iman-kepada-malaikat.html' title='Iman kepada Malaikat'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-6515646471209233948</id><published>2007-03-23T14:35:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:09:57.391+07:00</updated><title type='text'>HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Kajian&lt;br /&gt;Sumber: Al Ustadz Ja’far Umar Thalib&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perkara haid atau sering dinamakan menstruasi atau nifas, tidak dimengerti oleh banyak kalangan Muslimah. Sehingga pelanggaran dalam masalah ini sering terjadi dikarenakan tidak mengerti. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami mengajak para Muslimah untuk memahami hukum di seputar haid dan nifas agar menjadi jelas bagi suami dan istri serta segenap remaja putri dalam mengamalkan syariah Allah dalam masalah ini. Dalam hal ini perlu adanya kejelasan bagi semua pihak, bahwa hukum Islam dalam masalah ini tidak hanya diperlukan para wanita untuk mengerti tentangnya, tetapi juga para suami yang akan berhadapan dengan urusan istrinya atau para ayah yang akan berhadapan dengan urusan putrinya yang menginjak usia baligh. Dengan demikian, pihak yang berkepentingan dengan pembicaraan masalah ini adalah segenap kaum Muslimin tidak terkecuali. Namun para wanita Muslimah, tentu lebih utama dalam kemestian untuk mengerti masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN HAID DAN NIFAS&lt;br /&gt;Para Ulama’ lughah dan Ulama’ fiqih memberikan keterangan tentang pengertian haid / nifas untuk menjelaskan kedudukan hukumnya. Dalam hal ini antara lain disebutkan bahwa Al-Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi telah memaparkan pengertian haid itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Ketahuilah olehmu bahwa yang dinamakan haid itu ialah darah yang ditumpahkan oleh rahim dengan sifat tertentu. Di dalam Syari’ah telah diberitakan adanya enam nama baginya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1). Dinamakan al-haidlu dan ini adalah nama yang populer. Dan dinamakan demikian karena mengalirnya darah itu dari rahim wanita. Karena haid itu secara bahasa artinya adalah mengalir.&lt;br /&gt;2). Dinamakan juga dengan at-thumtsu, Al-Farra’ menyatakan: At-thumtsu itu maknanya ialah “darah yang mengalir”. Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya di Ar-Rahman 56 yang memberitakan tentang para bidadari: Mereka tidak pernah diperawani oleh siapapun dari manusia dan jin.&lt;br /&gt;3). Dinamakan juga dengan al-ariku, karena adanya hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam yang berbunyi:   &lt;br /&gt;(hadits 1)&lt;br /&gt;“Apabila wanita telah Arikat (yakni berhaid), maka tidak halal untuk dilihat sedikitpun dari tubuhnya kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Dinamakan juga dengan adl-dlahiku, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah                                     Ta`ala dalam Surat Hud ayat ke 71:&lt;br /&gt;(ayat)&lt;br /&gt;“Dan istrinya berdiri mendengar berita gembira itu, maka iapun dlahikat.” (Hud: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Mujahid rahimahullah menjelaskan: “Kata dlahikat di ayat ini maknanya ialah berhaid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Dinamakan juga al-ikbar, sebagaimana firman Allah dalam Surat Yusuf 31:&lt;br /&gt;(ayat)&lt;br /&gt;“Maka ketika para wanita itu melihat Yusuf, mereka pun akbarnahu.” (Yusuf: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: “Maknanya ialah bahwa para wanita itu menjadi haid                                              ketika melihatnya.”&lt;br /&gt;6). Dinamakan juga al-i’shar, sehingga hujan lebat itu dinamakan al-i’shar karena keluarnya air dari awan itu seperti keluarnya darah dari rahim dengan deras.”&lt;br /&gt;Demikian Al-Imam Al-Mawardi menjelaskan istilah-istilah haid yang ada dalam Syari’ah, dan kami menukilkannya di sini dengan ringkas. Al-Imam Abu Bakr Muhammad bin Abdillah Ibnu Al-Arabi Al-Maliki menambahkan dua nama di samping keenam nama tersebut sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;7). Al-Farku. Dan juga yang ke 8. At-Thumsu.&lt;br /&gt;Kemudian diterangkan pula oleh Al-Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm Al-Andalusi sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Yang dikatakan haid itu ialah darah berwarna kehitam-hitaman yang kental yang baunya tidak sedap dan dengan aroma tertentu. Maka kapan saja darah yang demikian ini keluar dari kemaluan wanita, maka tidak halal baginya untuk shalat dan ….”&lt;br /&gt;Al-Imam Muwaffaquddin Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Qudamah menambahkan: “Haid itu adalah darah yang mengalir dari rahim wanita bila ia telah mencapai usia baligh, kemudian terus menerus darah itu keluar pada waktu-waktu tertentu.”&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani menerangkan: “Menurut kebiasaan yang dinamakan haid itu ialah mengalirnya darah wanita dari tempat yang khusus dalam waktu yang tertentu.”     &lt;br /&gt;Dalam pada itu, telah diriwayatkan dialog antar Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dengan A`isyah Ummul Mu’minin sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 2)&lt;br /&gt;“A`isyah menceritakan: Kami keluar dari Al-Madinah, tidak ada tujuan kecuali untuk menunaikan haji ke Makkah. Maka ketika kami telah sampai di tempat yang bernama Sarifa, aku haid. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam ketika itu masuk ke kemahku dan aku dalam keadaan menangis. Beliau menanyai aku: Kenapa engkau, apakah engkau bernifas? Aku menjawab: Ya. Maka beliau pun menjelaskan: Sesungguhnya perkara ini adalah sebagai suatu perkara yang telah ditentukan atas anak-anak perempuan Adam. Maka tunaikanlah segenap manasik haji, kecuali thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Haidl – Bab Al-Amru Bin Nufasa’ Idza Nufisna, hadits ke 294).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa haid itu dinamakan juga dengan nifas dalam istilah Syari’ah. Maka dengan berbagai penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Haid / nifas itu ialah keluarnya darah dari kemaluan wanita sejak ia baligh. Darah tersebut secara rutin keluar daripadanya setiap bulan sekali dalam beberapa hari sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Sifat darah haid itu merah kehitam-hitaman dan kental dengan aroma yang tak sedap dan khas. Darah nifas itu demikian pula sifatnya dan tetapi ia keluar ketika wanita itu usai melahirkan. Dan kadang-kadang haid itu dinamakan pula dengan nifas. Dalam istilah umum haid itu dinamakan menstruasi atau datang bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA KETENTUAN HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS&lt;br /&gt;Adapun hukum-hukum yang berkenaan dengan haid dan nifas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1). Darah haid dan nifas itu adalah darah najis dan kotor, sehingga harus disucikan dengan air dan alat-alat pensuci yang lainnya. (Lihat pembahasan masalah ini dalam SALAFY ed. 42 th. IV halaman 22 – 24, dengan judul AN-NAJASAT).&lt;br /&gt;2). Wanita yang dalam keadaan berhaid ataupun bernifas, dilarang menunaikan shalat apapun, hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 3)&lt;br /&gt;“Maka apabila datang darah haid, tinggalkanlah shalat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Haidl Bab Istihadhah dari A’isyah Ummul Mu’minin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun dalam keadaan nifas, dilarang berpuasa wajib ataupun sunnah. Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda kepada para wanita dalam rangka menerangkan betapa mereka memang adalah anak Adam yang kurang ibadahnya. Beliau menyatakan kepada mereka:&lt;br /&gt;(hadits 4)&lt;br /&gt;“Bukankah wanita itu bila berhaid dia tidak shalat dan tidak puasa?” Maka para wanitapun menjawab: “Bahkan memang demikian.” Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam menerangkan: “Yang demikian itulah sebagai bukti kekurangannya dalam perkara agamanya.” (HR. Bukhari dalam Shahih Bab Tarkul Ha’idl As-Shauma dari Abi Sa’id Al-Khudri radliyallahu `anhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun nifas tidak dihalalkan thawaf di sekeliling Ka’bah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam tentang masalah ini kepada A’isyah yang sedang berhaid:&lt;br /&gt;(hadits 5)&lt;br /&gt;“Tunaikanlah manasik hajimu kecuali thawaf di Ka’bah, sampai engkau suci.” (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;5). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun nifas, tidak dihalalkan untuk beri’tikaf atau tinggal di masjid. Hal ini sebagaimana telah dinyatakan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dalam sabdanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 6)&lt;br /&gt;“Adapun masjid, maka aku tidak menghalalkannya untuk orang yang junub dan tidak halal pula untuk wanita yang sedang berhaid.” (HR. Abu Dawud dan Al-Baihaqi dalam Sunan keduanya dari A’isyah Ummul Mu’minin radliyallahu `anha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Wanita dalam keadaan haid ataupun nifas tidak dihalalkan untuk berhubungan seks dengan suaminya. Hal ini sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 7)&lt;br /&gt;“Perbuatlah segala sesuatu, kecuali hubungan seks.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni boleh bagi suami bermesrahan dengan istrinya ketika dalam keadaan haid atau nifas dengan memperbuat segenap tubuhnya kecuali kemaluannya tidak boleh dimasuki oleh kemaluan suami.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Suami dilarang menjatuhkan cerai kepada istrinya bila si istri dalam keadaan sedang berhaid dan atau sedang bernifas. Karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam memerintahkan kepada Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab untuk merujuk kembali istrinya yang telah diceraikannya dalam keadaan haid.  Sebagaimana hal ini telah diriwayatkan oleh Nafi’maula Ibni Umar sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Dari Abdillah bin Umar radliyallahu `anhuma, beliau menceritakan bahwa beliau pernah di zaman Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam menceraikan istrinya dan sang istri dalam keadaan haid. Maka Umar bin Al-Khattab melaporkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam. Maka beliau pun bersabda: &lt;perintahkan&gt;.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabut Thalaq {Fathul Bari jilid 9 hal. 345, hadits ke 5251})&lt;br /&gt;Yakni sejak dijatuhkannya thalaq / cerai setelah suci yang kedua itu, maka mulailah dihitung masa `iddah bagi wanita yang telah dicerai oleh suaminya. Yaitu masa di mana wanita yang dicerai itu dilarang menikah atau membicarakan rencana pernikahan dengan pria lain sampai tiga kali haid dan atau tiga kali masa suci darinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-6515646471209233948?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/6515646471209233948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=6515646471209233948' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6515646471209233948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6515646471209233948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/03/hukum-di-seputar-haid-dan-nifas.html' title='HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117411393918800142</id><published>2007-03-17T12:05:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:27:51.128+07:00</updated><title type='text'>Iman (Iman pada Allah)</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Akidah&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang muslim berbicara tentang Agama Islam, tentu berkaitan erat dengan iman. Keimananlah yang membuatnya tergerak untuk memeluk agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman berasal dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-amn&lt;/span&gt; artinya rasa aman. Ini berarti iman dan rasa aman saling beriringan. Rasa aman yang dicakup adalah rasa aman di dunia dan di akhirat. Semakin kuat keimanan seseorang , maka rasa aman yang dimilikinya juga semakin kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalangan ahli ilmu mengatakan bahwa iman adalah pembenaran. Hal ini karena, orang yang membenarkan (rukun iman) adalah orang-orang yang memiliki rasa aman. Oleh sebab itu, dari sudut etimologi, iman berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;at-tashdiq&lt;/span&gt; (pembenaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna iman secara syara' bukan sekedar pembenaran saja, namun iman adalah pembenaran yang diikuti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penerimaan dan ketaaatan&lt;/span&gt;. Ahlus Sunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa iman adalah ucapan dan amalan; ucapan hati dan lisan, serta amalan hati, lisan, anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil pemisalan (di luar iman). Misalnya di sebuah tempat kursus komputer. Seorang pengajar mengajak didikannya untuk percaya padanya dan mengikuti petunjuknya serta nasehatnya agar nantinya mahir menggunakan komputer. Seorang didikannya pun berkata sangat mempercayai gurunya juga keahlian gurunya itu. Namun, dia tidak berusaha mengikuti petunjuk dan nasehat gurunya. Lalu, apakah dia dapat dikategorikan murid yang mempercayai kemampuan gurunya? Ataukah dia termasuk murid yang pemalas? Ataukah pembangkang? Padahal, dia tidak pernah berkata kasar pada gurunya, tidak pula bermuka masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, setiap insan manusia yang mengakui memiliki iman akan terealisasi dalam perbuatannya sehari-hari. Terlihat dalam ketaatannya dalam menjalani setiap hal yang diwajibkan padanya dan menghindari hal-hal yang telah dilarang padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar-dasar Keimanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah sama-sama kita ketahui bahwa rukun iman ada enam, yaitu:&lt;br /&gt;1. Beriman kepada Allah&lt;br /&gt;2. Beriman kepada para Malaikat-Nya&lt;br /&gt;3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya&lt;br /&gt;4. Beriman kepada para Rasul-Nya&lt;br /&gt;5. Beriman kepada Hari Akhir&lt;br /&gt;6. Beriman kepada Qadar Allah, baik dan buruknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iman Kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada Allah mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Iman pada keberadaan Allah.&lt;/span&gt; Barangsiapa yang mengingkari keberadaan Allah atau ragu-ragu atas keberadaan-Nya ataupun memiliki kebimbangan walaupun sedikit, maka ia bukan lagi seorang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman dalam surah Ath-Thuur 35:&lt;br /&gt;"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) ?"&lt;/blockquote&gt;Ketika seseorang mampu membuat komputer super canggih dan berkata bahwa komputer itu tak mungkin dibuat secara kebetulan. Ialah yang telah bersusah payah membuatnya. Lalu, apakah dia tidak bertanya, siapa yang menciptakan dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Iman kepada Rububiyah-Nya&lt;/span&gt;, yaitu engkau beriman bahwa Allah sajalah sebagai Rabb (Tuhan). Makna Rabb adalah pemilik, pengatur, dan pembimbing. Allah memiliki hukum kauniyah (takdir) dan Syar'iyyah dan tandzimi (pengaturan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Iman kepada Ulluhiyah-Nya&lt;/span&gt;, yaitu bahwa hanya Allah saja yang berhak diibadahi. Bukan termasuk iman kepada Allah, jika di lain waktu bershalat pada-Nya dan di lain waktu membuat sesajen untuk hal-hal ghoib selain Allah. Sekecil dan seremeh apapun bentuk sesajen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Iman kepada Asma' dan sifat Allah&lt;/span&gt;, yaitu iman kepada nama-nama-Nya. Yang baik, yang telah difirmankan Allah dalam surah Al-A'raaf 180. Nama-nama itu tercantum dalam Al-Quran dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang mempu menghitungnya, maka ia masuk jannah." (HR Bukhari, At-Tirmidzi)&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Iman kepada sifat-sifat Allah yang telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya&lt;/span&gt;. Apabila ada ayat  ataupun hadist yang berkaitan dengan Ama dan Sifat Allah, maka tugas kita adalah mensucikannya dari dua hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak mereka-reka sifat tersebut&lt;br /&gt;- Tidak boleh menentukan bentuk sifat tersebut. Hal ini akan memberi anggapan bahwa Allah Ta'ala memiliki sifat seperti sifat makhluk. Atau akan mengarahkan kita kepada pengingkaran, yaitu mengingkari sifat Allah. Yang dengan itu berarti kita mendustakan Allah Ta'ala terhadap apa yang telah Dia beritakan tentang diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman dalam Surah Asy-Syuraa 11:&lt;br /&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."&lt;/blockquote&gt;Oleh karena itu, ketika Imam Malik rahimallah ditanya seseorang tentang firman Allah dalam surah Thaha 5:&lt;br /&gt;"(yaitu) Rabb yang Maha Pemurah, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersemayam (istawaa) di atas arsy&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Allah ber-istawaa? Yaitu bertanya bagaimana bentuk istawaa-Nya? Maka jawabannya yang masyhur:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Makna istawaa sudah diketahui, kaifiyatnya (bagaimananya) tidak diketahui, iman kepadanya wajid dan bertanya tentangnya adalah bid'ah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna istawaa (dalam bahasa arab) adalah sudah jelas, yaitu 'di atas'. Namun, bagaimananya kita tidak tahu. Iman kepadanya adalah wajib. Hendaknya kita mengimani sifat-sifat ini dan meyakini bahwa sifat tersebut benar-benar hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117411393918800142?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/117411393918800142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=117411393918800142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117411393918800142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117411393918800142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/03/iman-iman-pada-allah.html' title='Iman (Iman pada Allah)'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117238426583727528</id><published>2007-02-25T13:13:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:07:12.220+07:00</updated><title type='text'>ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Tauhid&lt;br /&gt;Sumber: Prinsip Dasar Islam, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At-Taqwa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat kembali KTP masing-masing. Baca bagian agama, tertulis 'Islam'. Lalu tanyakan pada diri masing-masing, sebenarnya apa yang dimaksud Islam itu. Mungkin ada yang dengan yakin dapat menjawabnya, ada yang ragu, ada yang nyeleneh saja.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Islam adalah agamaku. Titik."&lt;br /&gt;"Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan sempurna."&lt;br /&gt;"Islam adalah agama dari Allah untuk manusia yang diturunkan melalui Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam."&lt;br /&gt;"Islam adalah mengakui Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam sebagai Rasululllah dan Nabi terakhir."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;^_^ Semuanya benar tuh. Lebih jelas lagi mengenai pengertian Islam. Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Etimologi&lt;/span&gt;, Islam berarti tunduk, patuh, atau berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syari'at&lt;/span&gt;, Islam memiliki dua pengertian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bila tanpa diiringi dengan Iman, berarti mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah diri kepada Allah SWT atas semua yang telah ditentukan dan ditakdirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila diiringi dengan Iman, berarti perkataan dan amal-amal lahiriah yang dengannya terjaga diri dan hartanya, baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata Iman berkaitan dengan amal hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang telah meyakini bahwa agama yang dianutnya adalah Islam, dirinya harus benar-benar komitmen terhadap pilihannya itu dengan cara mengikuti segala ajaran di dalamnya. Belum sempurna dikatakan Penganut Agama Islam bila tidak berkemauan keras untuk mempelajari Islam, mengamalkannya, hingga mengajarkan ilmunya pada orang lain. Masa sih mengaku Islam tapi shalat aja masih enggan.... ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memiliki tingkatan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam&lt;/span&gt; memiliki 5 rukun:&lt;br /&gt;1. Mengucap kalimat dua syahadat;&lt;br /&gt;2. Menegakkan shalat;&lt;br /&gt;3. Membayar zakat;&lt;br /&gt;4. Puasa di Bulan Ramadhan;&lt;br /&gt;5. Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iman&lt;/span&gt;, mencakup perkataan dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan kebaikan dan dapat berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiat. Memiliki 6 rukun:&lt;br /&gt;1. Iman kepada Allah SWT;&lt;br /&gt;2. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya;&lt;br /&gt;3. Iman kepada kitab-kitab-Nya;&lt;br /&gt;4. Iman kepada rasul-rasul-Nya;&lt;br /&gt;5. Iman kepada Hari Akhir;&lt;br /&gt;6. Iman kepada takdir yang baik dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ihsan&lt;/span&gt;, memiliki satu rukun, yaitu engkau beribadah kepada Allah SWT seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"... Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu.." (QS Al-Maaidah: 3)&lt;/blockquote&gt;Berdasarkan ayat di atas, telah dinyatakan bahwa Agama Islam ini telah sempurna. Tak ada kekurangan di dalamnya. Tak perlu dan tak boleh ada penambahan di sana sini. Tindakan-tindakan penambahan dalam Islam (bid'ah) mencerminkan sebuah keyakinan bahwa agama ini belumlah sempurna. Kewajiban para ummat Islam adalah ittiba' (mengikuti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Agama Islam diturunkan secara sempurna, maka sempurnalah nikmat dari Allah SWT. Kewajiban para Ummat Islam adalah bersyukur atas nikmat itu dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah sesuai dengan apa yang telah Rasulullah SAW ajarkan, berdasarkan Al-Quran, dan As-Sunnah (hadist). Beribadah dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sudahkah tindakan kita sehari-hari mencerminkan diri kita sebagai seorang Islam, sesuai dengan KTP itu? ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117238426583727528?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/117238426583727528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=117238426583727528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117238426583727528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117238426583727528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/02/islam.html' title='ISLAM'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117065540897069583</id><published>2007-02-05T12:53:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:28:44.963+07:00</updated><title type='text'>Valentine = Aku Sayang Padamu ??</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: akidah&lt;br /&gt;Sumber: - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Han, kemarin aku melihat bantal bentuk love yang cantik banget. Warnanya nge-pink pula," ucap Mira pada Hani, teman sebangkunya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus?" Sedikitpun Hani tak tertarik dengan ucapan Mira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saja ada cowok yang memberikan kado itu padaku. Di hari valentine pula.... Romantis banget ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani kaget mendengar pengakuan Mira. "Hey, emang valentine tuh apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh keyakinan Mira menjawab, "hari kasih sayang."&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kasih sayang apaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh Hani, emang di kotamu dulu ga ada valentine? Udik juga ya. Hehehehe."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh jadi, selain hari valentine itu kita ga boleh menunjukkan kasih sayang, gitu? Maklumlah Mir, aku kan emang dari udik. Kasih tau lagi dong tentang valentine itu." Hani menjadi penasaran dengan Hari Valentine itu. Hal yang membuatnya penasaran adalah namanya yang berbau kebarat-baratan. Ia takut kalau valentine adalah sebuah budaya atau bahkan perayaan yang diambil dari agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh sayang, itu aja deh yang aku tau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, ga lengkap," jawab Hani. Hani memang termasuk gadis yang cukup kritis. Ia tidak akan mau menerima sesuatu secara mentah tanpa mencari tau, mencari ilmu tentang hal itu. Kemudian Hani mempunyai ide, "gimana kalau nanti kita ke warnet, kita cari tau tentang valentine yang kamu elu-elukan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, dasar kamu Han, peneliti cilik. Tapi, baiklah. Kalau sudah jelas, nanti kita sama-sama merayakan valentine ya, tukaran kado."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"InsyaAllah," jawab Hani dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman, yang artinya “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya.” (QS: Al Isro’: 36)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Valentine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir -Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;' From Your Valentine '&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Valentine dan Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, glamour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Mira, sudah baca artikelnya," tanya Hani pada Mira. Hani cukup terkejut setelah membaca sejarah asli perayaan Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah Hen," Mira juga terkejut dengan apa yang dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata itulah sejarah dari valentine. Kalau sudah tau begini, terus terang aku tak akan mau merayakannya," ucap Hani dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kenapa? Perayaan ini kan sudah mendunia, jadi bukan cuma perayaan bagi Kristen saja." Untuk hal ini, Mira masih bingung karena masih kurang ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu salah sayang. Perilaku kitalah yang membuat perayaan itu menjadi tersamar. Sudah sepatutnya kita harus mampu memisahkan diri dari segala perbuatan yang menyamakan kita kepada mereka. Ingat, kita harus mampu! Kalau kita tetap saja mengatakan hal itu tak mengapa, maka akan banyak lagi budaya-budaya baru bahkan perayaan keagamaan mereka yang kita sadur. Lalu, apa yang tertinggal pada kita selain kita akhirnya menjadi satu dan sama dengan mereka? Demi Allah, aku tidak akan mengubah keimananku dan akidahku dengan hal seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh itukah," Mira merenung sebentar, "tapi aku setuju dengan apa yang Hani katakan. Masuk akal juga. Kalau bukan kita lalu siapa lagi? Sudah terlalu jauh kita menempatkan diri menjadi golongan pengikut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, benar. Seharusnya sejak kita yakin bahwa Islam adalah agama yang benar, maka hindarkan diri dari hal-hal yang jelas-jelas tidak diajarkan dalam Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huaaaah.....," Mira terisak, "jadi, selama ini aku salah......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istighfar sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, aku punya sahabat baru sepertimu, Hani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mengingatkan kita tentang hal ini dalam firmannya, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya'." (QS. Al-Baqarah : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, ia termasuk mereka." (HR Ahmad, Abu Daud; dishahihkan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist lainnya, "Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik." (HR. Bukhari-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117065540897069583?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/117065540897069583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=117065540897069583' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117065540897069583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117065540897069583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/02/valentine-aku-sayang-padamu.html' title='Valentine = Aku Sayang Padamu ??'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117022344641650182</id><published>2007-01-31T12:53:00.004+07:00</published><updated>2009-11-17T06:31:17.608+07:00</updated><title type='text'>Bertetangga</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Fiqh&lt;br /&gt;Sumber: berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Engkau adalah pakaianku dan kehormatan tetanggaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan wajib bagiku untuk menjaga tetanggaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya tetangga jika jauh dari mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang ditinggal dan dirahasiakan harus dijaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tak peduli apakah pintu ada tirai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang menjurai atau bahkan tanpa tirai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga". [HR Imam Ahmad dan Hakim]&lt;/blockquote&gt;Sikap buruk dalam bertetangga termasuk dalam sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dinamakan tetangga mencakup seorang muslim dan seorang kafir, seorang ahli ibadah dan seorang fasik, teman dan musuh, orang asing dan orang senegri, orang yang bisa memberi manfaat dan orang yang memberi madharat, orang dekat dan orang jauh serta yang paling dekat dengan rumahnya dan paling jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali bin Abi Thalib, batasan tetangga adalah: 'Siapa saja yang mendengar panggilan, maka dia adalah tetangga masjid'. Sekelompok manusia berpendapat :'Barangsiapa tinggal bersama seseorang disuatu tempat atau kota, maka dia adalah tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya". [HR Muslim].&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya". [HR Muslim].&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Dan sabda beliau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya". [HR Muslim]&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa hak tetangga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan kau sakiti dirinya&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda. "Barangsiapa beriman kepada Allah dari Hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya." [Mutaffaq Alaih: HR Ahmad dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berbuat baiklah kepada mereka&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "... dan berbuat baiklah kepada tetanggamu maka kamu akan menjadi muslim." [Ibnu Majjah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Tetangga dekat dan tetangga yang jauh." [QS An-Nissa : 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikaplah dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya serta berikan mereka hadiah.&lt;br /&gt;Rasulullah memberikan rambu-rambu dalam memberikan hadiah agar didahulukan orang yang paling dekat pintunya dari rumah. Hal ini pernah ditanyakan pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab, "Berilah hadiah kepada yang paling dekat pintunya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hormati dan hargai mereka&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Salah seorang dari kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, "Barangsiapa mempunyai kebun bersama teangganya, atau mitra maka ia tidak boleh menjualnya hingga ia bermusyawarah dengannya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar terhadap tetangga&lt;br /&gt;Menghadapi tetangga yang buruk sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berlaku sabar dalam menghadapinya. Hal ini akan menyebabkan diri kita dicintai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan yang Allah mencintai mereka... Seseorang yang memiliki tetangga, dia disakiti oleh tetangganya kemudian bersabar atas gangguan tersebut sampai keduanya dipisahkan oleh kematian atau sekedup." [HR Imam Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan terhadap tetangga harus terjalin baik dan akrab. Akan tetapi akibat hubungan dengan tetangga yang akrab itu, tidak berarti tidak beresiko. Tetangga menjadi tau masalah yang harusnya merupakan rahasia keluarga. Hal ini dapat terjadi karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka mendengar sendiri keluhan yang diucapkan;&lt;br /&gt;- istri atau suami sendiri yang secara sengaja mengadu masalahnya kepada tetangga dengan maksud musyawarah;&lt;br /&gt;- bisa jadi suami atau istri merasa lebih tengan mengadu pada tetangga agar permasalahan tidak bocor pada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini, ada beberapa adab dalam bertetangga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyembunyikan aib keluarga yang ada. Jangan sebarkan.&lt;br /&gt;Janganlah bebas mengumbar cacat (aib) yang ada, apalagi kekurangan salah satu pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berusaha melakukan islah (mendamaikan) antara pasutri yang sedang bertikai.&lt;br /&gt;Islah yang dilakukan dengan cara mendengarkan penuturan dari kedua belah pihak kemudian dicari titik temunya. Ini memunjukkan boleh mengadu persoalan pribadi kepada tetangga bila tetangga tersebut dipandang memiliki pemikiran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tetangga tidak boleh menghasut suami atau istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil-Barr berkata : "Ada tiga hal yang jika ada pada seseorang, maka tidak diragukan lagi akal dan keutamaannya : jika dia dipuji oleh tetangga, kerabat dan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair Islami yang menunjukkan bagaimana indahnya hubungan bertetengga itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kutundukkan pandanganku di kala muncul tetangga wanita.&lt;br /&gt;Hingga tetangga wanita terlindungi oleh rumahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam...&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rujukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Ensiklopedia Muslim, Abu Bakr Jahr Al-Zazain; Darul Falah Oktober 2000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Problem Suami Istri dan Penyelesaiannya secara Islami; At-Tibyan Desember 1998&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Majalah As-Sunnah Edisi 11/!V/1422H/2000M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF; Yayasan Al-Madinah - Surakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Asyraus Sa'ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117022344641650182?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117022344641650182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117022344641650182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/01/bertetangga.html' title='Bertetangga'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116469017756917218</id><published>2006-11-28T11:44:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:35:09.846+07:00</updated><title type='text'>Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Aqidah&lt;br /&gt;Sumber: Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaith. Fathul Majid Syarh Kitab, Tauhid [Edisi Revisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;Sore itu, Mita lagi kesal berat. Bete. Wajahnya cemberut, jelek banget pokoknya. Diambilnya sebuah majalah remaja edisi terbaru, kemudian mulai dibuka-bukanya. Matanya terhenti pada halaman 'Zodiak Kamu'. Dalam hatinya, Mita berkata, "Zodiak? Gak boleh percaya sama yang beginian. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syirik namanya&lt;/span&gt;." Tapi matanya tak bergerak ke halaman berikutnya. "Hmmm, baca aja gpp kok, asalkan ga percaya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0); font-style: italic;"&gt;Taurus : Tersenyumlah. Kamu akan mendapatkan kejutan manis yang tak terduga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;Secara otomatis, Mita tersenyum. Manis banget senyumnya. Dilanjutnya membaca zodiak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0); font-style: italic;"&gt;Tapi hati-hati dengan ulah seorang teman. Tindakan cerobohnya dapat menghancurkan kerjaan yang sudah kamu kerjakan dengan hati-hati. Keahlianmu memang sangat diandalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;"Mita," ungkap Mita dengan bangga. "Kerjaan mana yang gak Mita selesaikan dengan baik? Bagaimana ya kalau Mita gak ada? Kacau balau tuh kayaknya semuanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira, apakah Mita termasuk orang yang ga percaya pada ramalan? Ada dua kesalahannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Senyuman manis Mita itu merupakan ungkapan sikap percaya pada ramalan yang sudah dibacanya.&lt;br /&gt;2. Ungkapan membanggakan diri (ujub diri) juga menunjukkan rasa percaya pada ramalan. Bahkan, dalam kalimatnya itu, ia telah menduakan Allah. Dia lupa, bahwa dengan ijin dan kasih sayang Allah sajalah sehingga ia mampu menyelesaikan pekerjaannya itu. Harusnya ia mengucapkan syukur pada Allah karena diberikan kemudahan dan kesempatan juga keahlian dalam menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh tentang ramal-meramal. Kenapa hal itu tak boleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw yang kita sayangi itu adalah utusan Allah. Beliau adalah manusia yang spesial, maksum (terlepas dari dosa karena Allah menjaganya). Beliau banyak mengetahui hal-hal ghoib. Ingat tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Tapi, tau engga, Rasulullah saw aja tidak mengetahui secara rinci apa yang akan terjadi di masa datang. Beliau tidak tau, apakah sebentar lagi akan ada kejutan manis tak terduga, misalnya. Mengenai pengetahuannya tentang beberapa hal ghoib sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Jinn : 26-27,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak menjelaskan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan di hadapan dan di belakangnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, dari ayat di atas, dapat diketahui bahwa tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, itu semua rahasia Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Rasululullah adalah saat ia tidak mengetahui apakah di dapurnya ada makanan yang dapat dimakan atau tidak. Bila ditanyakannya pada 'Aisyah ra (istri beliau) dan jawabannya tidak ada, maka Rasulullah hari itu akan berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Rasulullah saja tidak mengetahuinya, masa sih seorang peramal bisa tau. Aneh ga sih? Usut punya usut, ternyata para peramal/ dukun/ orang pintar/ itu mendapatkan info dari para jin dan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini nih dalilnya, dulu sewaktu Rasulullah saw masih hidup, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang tukang ramal, beliau bersabda, "mereka tidak ada apa-apanya." Para sahabat bertanya, "wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami." Maka Rasulullah saw bersabda, "itu adalah kalimat yang benar, yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (peramal/ dukun). Maka para dukun tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seribu kedustaan (kata-kata manis)." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist di atas, peramal/ dukun merupakan kaki tangannya jin dan syetan, para walinya. Setan itu memang sukanya menggoda manusia sehingga terjerumus ke jalan yang salah, menjadi teman mereka di neraka nantinya. Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa manusia ke jalan yang lurus. Kontradiksi kan? Makanya, bila mengakui perkataan para peramal/ dukun berarti sama saja memilih jalannya setan dan mendustakan Rasulullah sebagai utusan Allah. Hal ini diperkuat oleh hadist:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mendatangi dukun atau paranormal lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad saw." (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mudah aja kan, pilih jalan ke surga atau ke neraka? Agar dapat menjaga hati untuk ga tergelincir pada percaya ramalan, tak perlulah zodiak (shio dan ramalan lainnya) dibaca. Cara lainnya, pilihlah majalah Islam yang tidak memuat ramal-ramalan seperti itu. Menyehatkan dan melegakan kan? ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'allam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116469017756917218?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116469017756917218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116469017756917218' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116469017756917218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116469017756917218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/11/ramalan-zodiak-shio-no-way.html' title='Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116408495216405840</id><published>2006-11-21T11:51:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:38:22.867+07:00</updated><title type='text'>Engkau Telah Mulia dengan Menjadi Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: muhasabbah&lt;br /&gt;Sumber: Menjadi Wanita Paling Bahagia; Penulis DR. Aidh al-Qarni; Penerbit Qisthi Press&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Allah kelak akan menjadikan kelapangan setelah kesempitan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Putus asakah engkau melihat kebebasan hati, lalu di mana Allah dan ketentuan-Nya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua musibah yang menimpa atas kehendak Allah menjadi penebus dosa dengan seizing-Nya. Bergembiralah dengan apa yang tertulis dalam hadis Rasulullah saw: “Apabila seorang perempuan taat kepada Tuhannya,mendirikan shalat lima waktu (yang menjadi kewajibannya), dan menjaga kehormatannya, maka ia akan masuk surga Tuhannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah perkara yang mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah. Oleh karena itu saudariku, laksanakanlah amalan-amalan yang agung tersebut, agar engkau dapat menemui Tuhan Yang Maha Pengasih, berjalan sesuai dengan al-Quran dan sunnah Nabi-nya, niscaya engkau akan menjadi seorang muslimah sejati. Dan itu, kemuliaan yang agung dan kebanggaan yang tak terkira. Orang selain dirimu dilahirkan di Negara-negara kafir, sebagai seorang Nashrani, Yahudi, Komunis, dan agama lainnya yang menyimpang dari agama Islam. Sementara engkau, telah dipilih Allah menjadi seorang muslimah, untuk menjadi salah seorang pengikut Muhammad saw yang meneladani jejak langkah Aisyah ra, Khadijah ra, dan Fatimah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat buatmu! Engkau mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, melaksanakan ibadah haji dan memakai hijab. Selamat bagimu! Engakau rela menjadikan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammas saw sebagai Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pencerahan: Emas adalah agamamu, perhiasan adlah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116408495216405840?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116408495216405840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116408495216405840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116408495216405840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116408495216405840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/11/engkau-telah-mulia-dengan-menjadi.html' title='Engkau Telah Mulia dengan Menjadi Seorang Muslimah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116244367985736066</id><published>2006-11-02T11:52:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T12:01:19.870+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Teh Ela</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: pengumuman &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Bukanlah kebetulan, saat bumi berputar kelilingi matahari.&lt;br /&gt;Bukan kebetulan pula, ketika matahari pancarkan kehidupan di bumi.&lt;br /&gt;Pun bukan kebetulan, saat air mengalir melakukan siklusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah ketidaksengajaan, saat ibu melahirkan anaknya.&lt;br /&gt;Bukan pula ketidaksengajaan, ketika anak berkembang menjadi dewasa.&lt;br /&gt;Pun bukan pula ketidaksengajaan saat seseorang membutuhkan pendamping,&lt;br /&gt;dan Ar-Rahman mengijabahnya dengan lembut dan indah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah skenario Ilahi&lt;br /&gt;Saat dua insan bertaut hati dalam suatu ikatan nan suci&lt;br /&gt;Taati perintah Ilahi, ikuti sunnah nabi&lt;br /&gt;Syukuri fitrah insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menikah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;b&gt;Eko Suprapto Wibowo&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;swdev)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ela Nurlaela&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;matahari&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;b&gt;Ahad, 29 Oktober 2006&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Subang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Akad nikah dilaksanakan jam 09.00 dilanjutkan walimatul ursy jam 11.00 – selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seluruh penghuni pondk mengucapkan:&lt;br /&gt;Barakallahu lakum wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Semoga menjadi keluarga yang barokah mawaddah warrohmaah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116244367985736066?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116244367985736066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116244367985736066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116244367985736066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116244367985736066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/11/pernikahan-teh-ela.html' title='Pernikahan Teh Ela'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116106182438716187</id><published>2006-10-17T12:06:00.004+07:00</published><updated>2009-11-17T06:44:02.912+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Hari Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Sesungguhnya Idul Fitri telah menjadi hari kegembiraan, saling bertemu, berkunjung, dan mengucap selamat.&lt;/blockquote&gt;Adapun beberapa adab yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam menghadapi hari khusus ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hendaklah menghadapi Idul Fitri dengan niat yang baik. &lt;/span&gt;Tidak berlebih-lebihan dan tidak pula terlalu cuek sehingga tidak menunjukkan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mandi&lt;/span&gt;. Kegembiraan tidak akan lengkap bila tubuh kotor. Maka disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum pergi shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersih secara sempurna dan wangi&lt;/span&gt;. Bagi pria, pakailah wewangian. Sedang kaum wanita, tidak dibolehkan memakai wangi-wangian. Tujuannya adalah agar muslim dan muslimah dalam kondisi yang baik dan wangi dalam menghadapi hari yang penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengenakan pakaian yang baru, jika mampu&lt;/span&gt;. Yaitu, pakaian yang belum pernah dikenakan sebelumnya. Hal ini merupakan bentuk kesyukuran terhadap nikmat dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab (ra) pernah membeli baju sutra untuk Rasulullah agar dipakai pada hari Ied. Rasulullah menolak memakainya karena baju tersebut berbahan sutra namun Rasulullah (saw) menyetujui perbuatan Ummar tersebut yang berhias pada hari Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak mempunyai pakaian yang baru, gunakanlah pakaian yang paling bagus. Buatlah persiapan untuk merayakan hari istimewa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengeluarkan zakat fitrah&lt;/span&gt; sebelum berangkat shalat Ied. Boleh membayarnya dua hari sebelum 1 Syawal. Tujuannya untuk berbagi kegembiraan di hari raya bagi orang-orang yang kurang mampu. Bila imam mengumandangkan takbir untuk shalat Ied, maka sudah tidak bisa lagi membayar zakat (kecuali karena alasan udzur), yang ada hanyalah sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasulallah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memakan beberapa butri korma sebelum shalat Ied&lt;/span&gt;. Intinya, makanlah sebelum Shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas Radliallahu anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma".[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada Idul Adha, tidak makan sebelum berangkat shalat&lt;/span&gt;. Sunnahnya seperti itu, kalau tak mampu, bolehlah makan. Sunnahnya, setelah Shalat Idul Adha, makanlah makanan dari daging hewan kurban yang disembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Buraidah Radliallahu anhu ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari mushalla) lalu beliau makan dari sembelihannya" [Diriwayatkan Tirmidzi 542, Ibnu Majah 1756, Ad-Darimi 1/375 dan Ahmad 5/352 dan isnadnya hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersegera berangkat ke tempa Shalat Ied&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membawa serta para wanita menuju tempat shalat.&lt;/span&gt; Termasuk yang sedang haid, tua-muda, janda, dan lainnya. Bila sedang haid, tidaklah boleh shalat. Tujuannya agar semua para wanita bersama-sama merasakan dan merayakan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hendaklah membawa anak-anak ke tempat shalat. &lt;/span&gt;Agar mereka juga merasakan kegembiraannya perayaan Ied walau mereka belum wajib shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah keluar ke tempat shalat dengan berjalan kaki.&lt;/span&gt; Beliau tidak menggunakan hewan kendaraannya. Bagi yang letak rumahnya jauh dari lokasi shalat, boleh menggunakan kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi meriwayatkan (530) dan Ibnu Majah (161) dari Ali Radliallahu 'anhu bahwa ia berkata : "Termasuk sunnah untuk keluar menunaikan shalat Id dengan jalan kaki". [Dihasankan oleh Syaikh kami Al-Albani dalam "Shahih Sunan Tirmidzi"].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bertahlil dan bertakbir dengan suara yang keras sewaktu berangkat ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan kegembiraan dan kemeriahan lebaran dengan Kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pasti riwayat bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Artinya : Beliau keluar pada hari Idul fitri, maka beliau bertakbir hingga tiba di mushalla (tanah lapang), dan hingga ditunaikannya shalat. Apabila beliau telah menunaikan shalat, beliau menghentikan takbir".[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushannaf" dan Al-Muhamili dalam "Kitab Shalatul 'Iedain" dengan isnad yang shahih akan tetapi hadits ini mursal. Namun memiliki pendukung yang menguatkannya. Lihat Kitab "Silsilah Al Hadits As-Shahihah" (170). Takbir pada Idul Fithri dimulai pada waktu keluar menunaikan shalat Ied]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ibnu Mas'ud, ia mengucapkan takbir dengan lafadh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian". [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil hamdu, Allahu Akbar, wa Ajalla Allahu Akbar 'alaa maa hadanaa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikannya pada kita". [Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315 dan sanadnya shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak mengerjakan shalat apapun sebelum Shalat Ied.&lt;/span&gt; Kecuali bila shalatnya di dalam masjid, maka mengerjakan Shalat Tahiyyatul Masjid. Setelah Shalat Ied dan sampai di rumah, Rasulullah lalu mengerjakan shalat 2 raka'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada adzan dan iqomah selama Shalat Ied.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra.:&lt;br /&gt;"Dari Ibnu Juraij, ia berkata: Atha telah mengabarkanku dari Ibnu Abbas dan dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari, keduanya berkata: Tidak ada azan bagi salat hari raya idul fitri atau idul adha. Kemudian aku bertanya kepadanya tentang itu, lalu Jabir bin Abdullah Al-Anshari memberitahukan kepadaku bahwa tidak ada azan untuk salat hari raya idul fitri, baik saat imam menaiki mimbar maupun sesudahnya. Juga tidak ada iqamat, seruan atau apapun. Pada saat itu tidak ada azan atau iqamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah mendahulukan shalat sebelum menyampaikan khutbah lebaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Aku menghadiri shalat Ied bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu 'anhum. Semua mereka melakukan shalat sebelum khutbah" [Riwayat Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Nabi saw., Abu Bakar dan Umar, mereka melakukan salat Ied (idul fitri dan idul adha) sebelum khutbah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah sebagai imam menghadap manusia ketika berkhutbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Said Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar menuju mushalla pada hari Idul Fithri dan Adha. Maka yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat. Kemudian beliau berpaling menghadap manusia sedangkan mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Beliau lalu memberi pelajaran, wasiat dan perintah" [Dikeluarkan oleh Bukhari 956, Muslim 889, An-Nasa'i 3/187, Al-Baihaqi 3/280 dan Ahmad 3/36 dan 54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak mengeluarkan mimbar untuk Shalat Ied.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Abu Said Al-Khudri ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. selalu keluar pada hari raya raya idul adha dan hari raya idul fitri. Beliau memulai dengan salat. Setelah menyelesaikan salat dan mengucapkan salam, beliau berdiri menghadap kaum muslimin yang duduk di tempat salat mereka masing-masing. Jika beliau mempunyai keperluan yang perlu disampaikan, beliau akan tuturkan hal itu kepada kaum muslimin. Atau ada keperluan lain, maka beliau memerintahkannya kepada kaum muslimin. Beliau pernah bersabda (dalam salah satu khutbahnya di hari raya): Bersedekahlah kalian! bersedekahlah! Bersedekahlah! Dan ternyata mayoritas yang memberikan sedekah adalah kaum wanita. Setelah itu beliau berlalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah mengkhususkan satu khutbah lebaran untuk kaum wanita&lt;/span&gt;, terpisah dari khutbah untuk para pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Jabir bin Abdullah ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Nabi saw. pernah melaksanakan salat hari Raya Fitri. Beliau memulai dengan salat terlebih dahulu. Sesudah itu beliau berkhutbah kepada kaum muslimin. Selesai khutbah Nabi saw. turun dan mendatangi kaum wanita. Beliau memberikan peringatan kepada mereka sambil berpegangan pada tangan Bilal. Lalu Bilal membentangkan pakaiannya dan para wanita memberikan sedekah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas ra., ia berkata:&lt;br /&gt;"Aku pernah ikut salat Idul Fitri bersama Nabi saw., Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka semua melakukan salat Ied sebelum khutbah, kemudian ia berkhutbah, ia berkata: Rasulullah saw. turun, seola-olah aku melihat beliau ketika beliau dengan isyarat tangan mempersilakan kaum lelaki duduk. Kemudian beliau berjalan di antara barisan sampai ke tempat para wanita. Beliau disertai Bilal. Lalu beliau membaca: Hai Nabi, apabila para wanita yang beriman mendatangimu untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah. Beliau membaca ayat ini hingga akhir. Lalu beliau bertanya: Apakah kalian akan berjanji setia? Seorang wanita satu-satunya di antara mereka menjawab tegas: Ya, wahai Nabi Allah! Saat itu tidak diketahui siapa wanita tersebut. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah kalian! Bilal membentangkan pakaiannya seraya berkata: Marilah, demi bapak ibuku sebagai tebusan kalian! Mereka pun segera melemparkan gelang dan cincin ke dalam pakaian Bilal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saling berjabat tangan&lt;/span&gt; bagi mereka yang bertemu (tidak bagi wanita dan pria) dan mengucap selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih jalan lain ketika pulang&lt;/span&gt;, baik berjalan kaki maupun berkendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah Radliallahu 'anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali dari mushalla-pen)" [Hadits Riwayat Bukhari 986].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjalin tali silaturrahim&lt;/span&gt;, saling memberi hadiah, saling mengucap selamat (Taqqabbalallahu minna wa minkum bukan meminta maaf). Semua ini dilakukan di hari Ied saja, 1 Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Boleh menabuh rebana bagi kaum wanita&lt;/span&gt; diantara sesama wanita untuk menunjukkan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meninggalkan sesuatu yang melampaui batas pada hari itu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116106182438716187?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116106182438716187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116106182438716187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116106182438716187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116106182438716187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/10/perayaan-hari-idul-fitri.html' title='Perayaan Hari Idul Fitri'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116078485224582408</id><published>2006-10-14T07:13:00.000+07:00</published><updated>2006-10-14T07:17:41.263+07:00</updated><title type='text'>Menggapai Keutamaan Laylatul Qodr</title><content type='html'>Keutamaan Lailatul-Qadar sangat besar, karena pada malam itulah diturunkannya Al-Qur’an Al-Kariim yang membimbing manusia yang berpegang kepadanya kepada jalan kemuliaan dan kehormatan, mengangkatnya ke puncak ketinggian dan keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Keutamaan Malam Lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda kebesaran dan keagungan Lailatul-Qadar adalah bahwa malam itu merupakan malam yang penuh berkah yang lebih baik daripada seribu bulan.  Allah ta’ala telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;إِنّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مّبَارَكَةٍ إِنّا كُنّا مُنذِرِينَ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Ad-Dukhaan : 3)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ *  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مّنْ أَلْفِ شَهْرٍ&lt;br /&gt;“Dan tahukah kamu apakah malam lailatul-qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Al-Qadr : 2-3)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa amalan di malam Lailatul-Qadar (yang penuh barakah) itu menyamai pahala amal seribu bulan yang tidak ada Lailatul-Qadarnya.  Seribu bulan setara dengan 83 tahun lebih.  Oleh karena itu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk berusaha mencari malam tersebut dengan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﻪﺒﻧﺫ ﻦﻣ ﻡﺪﻘﺗ ﺎﻣ ﻪﻟ ﺮﻔﻏ ﺎﺑﺎﺴﺘﺣﺍﻭ ﺎﻧﺎﻤﻳﺇ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﺔﻠﻴﻟ ﻡﺎﻗ ﻦﻣ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mendirikan ibadah (pada malam) Lailatul-Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Bukhari 4/217 dan Muslim 759).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Allah mensifati malam itu dengan malam keselamatan/kesejahteraan, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;سَلاَمٌ هِيَ حَتّىَ مَطْلَعِ الْفَجْرِ&lt;br /&gt;“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr : 5).&lt;/blockquote&gt;Ini menunjukkan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya.  Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak.  Inilah keutamaan-keutamaan yang besar pada malam yang penuh barakah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam ini kita diperintahkan untuk banyak-banyak berdoa dengan doa :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُعَنِّيْ&lt;br /&gt;[Alloohumma innaka ‘afuwun tuhibbul-‘afwa fa’fu’annii]&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai maaf, maka berilah maaf kepadaku” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Tirmidzi 3760 dengan sanad shahih)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;Catatan : Adapun tambahan Kariim sesudah kalimat Alloohumma innaka ‘afuwun adalah tambahan yang tidak ada asalnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.  Maka yang paling baik adalah menggunakan doa yang shahih dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa menambah-nambahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Waktu terjadinya Malam Lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul-Qadar terjadi pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari bulan Ramadlan.  Ada beberapa hadits shahih yang menyebutkan tentang hal ini, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadlan .  Imam Asy-Syafi’I berkata,”Ini menurut saya, wallaahu a’lam, karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab sesuai dengan pertanyaannya.  Dan pendapat yang paling kuat bahwa itu terjadi pada malam-malam yang ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dari Aisyah radliyallaahu ‘anhaa bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan dan beliau mengatakan : “Carilah Lailatul-Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan” (HR. Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)  .  Silakan membuka Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang menyebutkan beberapa hadits dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Tanda-Tanda lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mengkhabarkan kepada kita tentang beberapa tanda yang mengisyaratkan terjadinya Lailatul-Qadar.  Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ubay radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﻊﻔﺗﺮﺗ ﻰﺘﺣ ﺖﺴﻁ ﺎﻬﻧﺄﻛ ﺎﻬﻟ ﻉﺎﻌﺷﻻ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﻊﻠﻂﺗ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﺔﻠﻴﻟ ﺔﺤﻴﺒﺻ&lt;br /&gt;“Di pagi hari (setelah) malam Lailatul-qadar, matahari terbit tanpa cahaya yang menyinari (redup, tidak panas).  Ia bagaikan bejana hingga naik” (HR. Muslim 762).&lt;/blockquote&gt;Dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﺀﺍﺮﻤﺣ ﺔﻔﻴﻌﺿ ﺎﻬﺘﺤﻴﺒﺻ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﺢﺒﺼﺗ ﺓﺩﺭﺎﺑ ﻻﻭ ﺓﺭﺎﺣ ﻻ ﺔﻘﻠﻁ ﺔﺤﻤﺳ ﺔﻠﻴﻟ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﺔﻠﻴﻟ&lt;br /&gt;“Lailatul-Qadar merupakan malam penuh kelembutan, cerah, tidak panas, dan tidak dingin.  Matahari di pagi harinya menjadi nampak lemah lagi nampak kemerah-merahan” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Ath-Thayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231,dan  Al-Bazzar 1/486; dengan sanad hasan)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Beribadah di Malam Lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan, beliau semakin giat dan khusyuk dalam beribadah.  Beliau kencangkan ikat pinggangnya dan beri’tikaf di dalam masjid.  Tidaklah beliau keluar dari masjid kecuali untuk menunaikan hajatnya saja.&lt;br /&gt;Mari kita simak beberapa hadits berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﻪﻠﻫﺃ ﻆﻘﻳﺃﻭ ﻪﻠﻴﻟ ﻰﻴﺣﺃﻭ ﻩﺭﺰﺌﻣ ﺪﺷ ﺮﺸﻌﻟﺍ ﻞﺧﺩ ﺍﺫﺇ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻥﺎﻛ&lt;br /&gt;“Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadlan), Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam mengencangkan ikatan kainnya,    menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya)” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Bukhari 2/233 dan Muslim 1174).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;ﺎﻫﺮﻴﻏ ﻲﻓ ﺪﻬﺘﺠﻳ ﻻ ﺎﻣ ﺮﺧﺍﻭﻷﺍ ﺮﺸﻌﻟﺍ ﻲﻓ ﺪﻬﺘﺠﻳ ﷲﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﻥﺎﻛ&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh di sepuluh malam terakhir (pada bulan Ramadlan) yang tidak beliau lakukan di saat-saat lain” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Muslim 1174).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Maka selayaknyalah kita sebagai ummat beliau untuk meneladani beliau dalam menghidupkan bulan Ramadlan, khususnya sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan dengan ibadah-ibadah, seperti : I’tikaf, membaca Al-Qur’an dan berusaha menghafalnya, mempelajari hadits dan kandungan-kandungannya, dan lain-lain.  Tidak selayaknya kita habiskan waktu malam dan siang kita hanya dengan tidur dan makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116078485224582408?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116078485224582408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116078485224582408' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116078485224582408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116078485224582408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/10/menggapai-keutamaan-laylatul-qodr.html' title='Menggapai Keutamaan Laylatul Qodr'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116055440375705556</id><published>2006-10-11T15:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T15:13:23.986+07:00</updated><title type='text'>Gaul Syar'i Ala Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Sumber: Nur Aulia Solihah ( sabili edisi Mei 2005)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gaul and modis, siapa sih yang nggak pengen ? Pasti semua orang pengen. Saking pengennya, kadang cewek suka jadi plagiat total gaya hidup para selebritis. Coba deh lihat sekitar kamu. Soal pakaian saja, remaja putri mencontek abis fesyennya selebritis lokal maupun Holywood semisal Agnes Monica, Jeniffer Lopez, Nicole Kidman, Madonna dan sebagainya. Rok mini diatas dengkul, bujal, aurat terbuka merata disekitar leher dan dada. Hidup para selebritis kita pun tak jauh dari aktivitas dunia gemerlap alias dugem. Berhura-hura di pesta dan tempat hiburan degan gonta-ganti pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       &lt;div class="post-body"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampil full aksesoris nyentrik dan make up tebal demi menggaet simpati serta kenalan. Kita nggak mau dong over acting untuk menarik perhatian dan simpatik orang seperti itu, tapi ngorbanin ridhanya Allah. Sebenarnya kayak apa sih tampil gaul, modis tapi tetap syar’i. Nah kalo kamu ingin jadi muslimah gaul tapi syar’i, kamu kudu ngikutin rambu-rambu Allah dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1.Berbusana muslimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam juga mengatur urusan malbusat (urusan pakaian) ini lho. Ada dua busana yang wajib dipakai seorang muslimah yaitu khimar (kerudung) dan jilbab. Di masyarakat, orang menyamakan begitu saja antara kerudung dan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kerudung adalah penutup kepala atau pakaian atas. Batasan kerudung, minimal dua kancing paling atas baju atau tepat diatas dada. Selain itu tak membentuk kepala. Kadang karena pengen tampil trendy, perempuan suka niru gaya kudung gaul ketat menutup kepala dan leher saja. Bahkan tanpa sadar kelihatan warna kulit lehernya. Nah, gaya seperti ini sebenarnya belum sesuai dengan syar’i. Perintah memakai kerudung ini ada di Al Quran surat An Nur ayat 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab sendiri dalam kamus bahasa arab Al Munawir artinya baju longgar yang terus kebawah tak berpotongan. Rambu-rambu dalam berjilbab antara lain nggak transparan sehingga kelihatan warna kulitnya, longgar, nggak press body serta irkha’ ilaa asfal alias menyentuh tanah tapi nggak nglangsrah (jawa : panjang berekor). Kewajiban ber-jilbab ini termaktub dalam surat Al Ahzab ayat 59. “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biar kelihatan cantik ‘n modis. Ada tips yang perlu diperhatikan. Bagi kamu yang bertubuh bongsor pilih kain jilbab yang berbunga kecil-kecil atau bergaris vertikal. Kebalikannya, bagi kamu yang berbody ceking pilih jilbab berbunga besar atau garis horisontal. Warna cerah dan bunga setaman sangat cocok bagi jiwa mudamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar tambah keren, coba padankan warna jilbab dengan warna kerudungmu. Kamu juga bisa berkreasi dengan model jilbabmu, dikasih rompi, rendra, manik-manik, bordir dan apa aja deh terserah selera . Asal jangan dikasih paku payung aja, entar dibilang kayak Rocker lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. No Ikhtilat, No khalwat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahu kan ikhtilat dan khalwat? Yup, ikhtilat ialah kondisi bercampurbaurnya antara laki-laki asing dan perempuan yang tidak dalam satu tempat tanpa ada urusan yang diperbolehkan agama. Maksud asing di sini, bukan mahram (laki-laki yang haram dinikahi) dan suami. Birthday party, tamasya, jjs (jalan-jalan sore) bareng-bareng, nonton film rame-rame cowok campur cewek adalah beberapa contoh aktivitas per-ikhtilatan ria. Hampir semua aktivitas, saat ini full dengan ikhtilat. Nggak semua ikhtilat dilarang sih. Di bidang muamalah seperti pendidikan, jual beli, medis, persaksian dipengadilan ikhtilat diperbolehkan, namun juga dengan batas tertentu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlawanan dengan ikhtilat, khalwat adalah berdua-duaan antara laki-laki asing dan perempuan di tempat sepi. Berdasar ketidakbolehan khalwat inilah, hukum pacaran jadi nggak boleh alias haram. Apalagi ditambah aksi tangan doi yang ‘menjelajah’ kemana-mana. Wah gaswat bisa terjadi adegan usia 17 keatas. Sensor film kaleee. Pantang non, mendekati zina. Jadi inget iklan sabun no ikhtilat…,no khalwat…., no embi e…. (marry by accident maksudnya). Yang sudah terlanjur ke jebur melakukan pacaran, mendingan di-cut aja deh. Atau segera menikah, dengerin sarannya Meggy Z terlanjur basah, iya sudah mandi sekalian…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3 Jaga Pandangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari mata jatuh ke hati. Exactly. Hati yang kotor berawal dari ketidakbisaan menjaga pandangan mata. Mata adalah jendela hati. Oleh karena itu Allah memerintahkan laki-laki dan perempuan mukmin untuk menundukkan pandangan (ghadul bashar) terutama pada lawan jenis. Menundukkan disini bukan lantas kemana saja bawaannya merem atau nunduk terus. Bisa-bisa dikira orang lagi cari uang receh yang jatuh ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menundukkan pandangan artinya kita melihat sesuatu itu no feeling. Natural dan biasa aja gitu loh. Termasuk melihat makhluk bernama pria. Emang sih, kalau dituruti siapa bisa nolak pemandangan cowok cool kayak Leonardo De Caprio atau Nicholas Saputra lewat di depan mata. Pengennya ekor mata ngikutin sampai si doski hilang dari pandangan. Ampe lupa tu di depan ada tiang listrik menanti. Wadauw kejedot… sakit booo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kalau bertemu dengan lawan jenis terus ada sesuatu perubahan di diri kita sehingga menimbulkan silah jinsi (perasaan yang mengarah pada hal yang istimewa), itulah saat tepat untuk segera membalikkan pandangan mata dari obyek semula. Pandangan pertama rezeki, selanjutnya….. ghadhul bashar dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kamu jadi paham kan, nggak bener tuh, kalo kita menjadi muslimah yang kaffah, terus dibilang nggak gaul. Kamu bisa kok gaul n modis, tapi tetap syar'i. Biar funky asal syar'i...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116055440375705556?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116055440375705556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116055440375705556' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116055440375705556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116055440375705556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/10/gaul-syari-ala-muslimah.html' title='Gaul Syar&apos;i Ala Muslimah'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115950985551866372</id><published>2006-09-29T13:03:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:46:04.051+07:00</updated><title type='text'>Jilbab Muslimah</title><content type='html'>&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Contoh cara berjilbab yang salah :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_01.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt; &lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_02.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_03.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Contoh cara berjilbab yang benar :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_benar_03.jpg" alt="contoh berjilbab yang benar" border="0" /&gt; &lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_benar_02.jpg" alt="contoh berjilbab yang benar" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115950985551866372?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115950985551866372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115950985551866372' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115950985551866372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115950985551866372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/jilbab-muslimah.html' title='Jilbab Muslimah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/th_jilbab_salah_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115941949633244960</id><published>2006-09-28T11:57:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T06:46:47.291+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Bahan Muhasabbah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisah-kan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan terhadap Islam. Pada kali ini akan sedikit dibahas tentang kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya sendiri, lingkungan dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban Terhadap Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya adalah berhias dengan akhlaq yang mulia sebagai cermin dari keimanan yang ada di dalam dirinya. Diantara akhlaq mulia yang harus dimiliki seorang muslimah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hati yang lembut dan perasaan yang sensitif.&lt;br /&gt;Rasulullah sebagai panutan bagi seluruh umat Islam terkenal mempunyai hati yang sangat lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jujur.&lt;br /&gt;Sifat ini mutlak harus ada pada diri setiap muslimah. Jujur dalam bersikap sehari-hari, selalu berhati-hati dengan segala ucapannya agar lidahnya tidak tergelincir pada perkataan yang dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berani &amp; mempunyai fisik yang kuat.&lt;br /&gt;Bagaimana seorang muslimah yang berani dan kuat ? Asma binti Abu Bakar adalah salah seorang wanita yang dapat dijadikan contoh. Dimana dalam masa kehamilannya beliau berjalan melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal bagi Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar yang ketika itu bersembunyi di gua Tsaur. Sedang-kan keberanian dalam berpendapat dapat kita ambil contoh teguran Kaulah binti Sa’labah kepada Ummar bin Khattab yang pada masa kekhalifahannya hendak membatasi harga mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjauhi teman yang buruk.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya teman yang buruk adalah teman yang menjauhkan kita dari mengingat Allah dan mengajak kita pada perbuatan yang mengundang murka Allah. Teman seperti inilah yang harus kita hindari, karena akhlaq seseorang itu dapat dilihat dari akhlaq teman karibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban terhadap Lingkungannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah hidup dalam suatu lingkungan masyarakat dan saling berinteraksi dengan mereka. Dalam berinteraksi dengan sesamanya, seorang muslimah harus memiliki hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap adil.&lt;br /&gt;Ia harus mampu bersikap adil kepada orang-orang di sekitar-nya. Tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keperdulian terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Tanggap terhadap situasi dan keadaan saudaranya yang sedang mempunyai masalah. Perduli bukan berarti hanya mengetahui bagaimana keadaan saudaranya, tetapi juga berusaha untuk menunjukkan perha-tiannya sebagai bukti dari keper-duliannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hati yang pengasih.&lt;br /&gt;Seorang muslimah harus memiliki rasa sayang terhadap sesamanya dan mampu untuk menunjukkan rasa sayangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjaga hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;Apa yang menjadi hak orang lain adalah merupakan kewajiban bagi diri kita untuk memenuhinya. Sebagai contoh, hak seornag muslim dari muslim yang lain adalah dikunjungi ketika ia sakit.&lt;br /&gt;Kewajiban terhadap Islam&lt;br /&gt;Diantara kewajiban muslimah terhadap Islam adalah keikutsertaanya dalam menyebarkan syiar-syiar Islam. Dengan selalu berprilaku baik, menjaga adab-adab yang islami, dan membina hubungan baiknya dengan masyarakat, maka secara tidak langsung ia telah turut andil dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Dari sinilah orang dapat melihat dan merasakan indahnya islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).&lt;br /&gt;Selain itu seorang muslimah juga dituntut untuk dapat berperan aktif dalam membina masyarakatnya sesuai dengan kemampuan dan kelebihan masing-masing. Aisyah ra adalah salah satu istri Rasulullah yang pandai tentang ilmu hadits, fiqih, dan kedokteran. Kemampuan tersebut beliau ajarkan kepada para muslimah lainnya dalam rangka keikutsertaannya membina masyarakat pada saat itu.&lt;br /&gt;Demikianlah tiga kewajiban seorang muslimah yang harus ia jalankan. Dengan mengetahui kewajiban-kewajiban tersebut diharapkan bahwa setiap muslimah akan sadar, bahwa dia hidup bukan untuk dirinya sendiri, dan dia juga islam bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga hidup dan islam bagi masyarakatnya, dan harus turut serta dalam menyebarkan nilai-nilai islam tersebut. Tanggung jawabnya begitu besar, dan kelak akan dimintai pertanggung-jawabannya di hari akhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115941949633244960?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115941949633244960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115941949633244960' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115941949633244960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115941949633244960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/menjadi-muslimah_28.html' title='Menjadi Muslimah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115933015430288815</id><published>2006-09-27T11:06:00.000+07:00</published><updated>2006-09-27T11:10:46.686+07:00</updated><title type='text'>Ilmu perhiasan tak ternilai bagi muslimah :)</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Artikel&lt;br /&gt;Sumber: http://www.geocities.com/dmgto/muslimah201/perhiasan.htm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat harus memiliki pedoman dalam menapaki kehidupannya di dunia. Dan pedoman hidup seorang hamba semua telah diatur dalam syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang sukses bukanlah orang yang hidup dengan bersemboyan ‘semau gue’ dengan mengikuti hawa nafsunya, tapi orang yang sukses adalah orang yang mengambil Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan pemahaman As Salafus Shalih sebagai pengikat aturan hidupnya. Petunjuk Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ini tidak mungkin dapat diketahui tanpa menuntut ilmu syar’i. Karena itulah, Allah dan Rasul-Nya memerintahkan setiap Muslim dan Muslimah yang baligh dan berakal (mukallaf) untuk menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan. Lihat kitab Jami’ Bayan Al ‘Ilmi wa Fadllihi karya Ibnu ‘Abdil Bar, tahqiq Abi Al Asybal Az Zuhri, yang membahas panjang lebar tentang derajat hadits ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah mengatakan bahwa ilmu yang wajib dituntut di sini adalah ilmu yang dapat menegakkan agama seseorang, seperti dalam perkara shalatnya, puasanya, dan semisalnya. Dan segala sesuatu yang wajib diamalkan manusia maka wajib pula mengilmuinya, seperti pokok-pokok keimanan, syariat Islam, perkara-perkara haram yang harus dijauhi, perkara muamalah, dan segala yang dapat menyempurnakan kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah, seorang Muslimah wajib mengenal Rabbnya yang meliputi pengetahuan terhadap nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih. Selain itu, ia harus mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala bersendiri dalam mencipta, mengatur, memiliki, dan memberi rezeki. Ia pun wajib menunaikan hak-hak Allah, yaitu beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sebagaimana tujuan penciptaannya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan berada di atas hakikat agamanya sebelum ia berilmu atau mengenal Allah Ta’ala. Pengenalan ini tidak akan terjadi kecuali dengan menuntut ilmu dien (agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mengenal Allah, seorang Muslimah juga wajib mengenal Nabi-nya, yaitu Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, karena beliau merupakan perantara antara Allah dengan manusia dalam penyampaian risalah-Nya. Sesuai dengan makna persaksiannya bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan Rasul-Nya, maka ia wajib mentaati segala yang beliau perintahkan, membenarkan segala yang beliau khabarkan, menjauhi apa yang beliau larang dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan. Hal ini sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.” (Al Hasyr : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan kaidah umum yang agung dan jelas tentang wajibnya seluruh kaum Muslimin mengambil sunnah yang telah tetap dan hadits-hadits shahih dalam aqidah, ibadah, muamalah, adab, akhlak, seluruhnya. Hal ini tidak akan diketahui kecuali dengan menuntut ilmu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengenal Allah dan Rasul-Nya, seorang Muslimah juga wajib mengenal agama Islam sebagai agama yang dianutnya, dengan memperhatikan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahihah, sehingga ia memiliki pendirian kokoh, tidak mudah terombang-ambing. Dan agar ia berada di atas cahaya, bukti, dan kejelasan dari agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masalah pertama yang disebutkan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam bukunya Al Ushuluts Tsalatsah, yaitu berilmu sebelum beramal dan berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslimah juga wajib membekali dirinya dengan ilmu sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga ia dapat menunaikan kewajibannya sesuai dengan tuntunan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai isteri, seorang Muslimah dituntut agar menjadi isteri yang shalihah, sehingga ia dapat menjadi perhiasan dunia yang paling baik, bukan justru menjadi fitnah atau musuh bagi suaminya. Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang sifat-sifat wanita shalihah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… maka wanita shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara mereka.” (An Nisa’ : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat ini diterangkan oleh Asy Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi dan Asy Syaikh Salim Al Hilali rahimahumullah bahwa wanita yang shalihah adalah yang menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mentaati-Nya, mentaati Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, dan menunaikan hak-hak suaminya dengan mentaatinya dan menghormatinya, serta menjaga harta suami, anak-anak mereka, dan kehormatannya tatkala suaminya tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi wanita shalihah yang seperti ini, seorang Muslimah membutuhkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ibu, ia mempunyai tanggung jawab mendidik anak-anaknya agar menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Di bawah kepemimpinan suami, isteri adalah penjaga rumah tangga suami dan anak-anaknya, sebagaimana dalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwasanya beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, maka setiap kalian adalah pemimpin, akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil didikan seorang ibu terhadap anak-anaknya inilah yang termasuk perkara yang akan ditanyakan oleh Allah kelak di hari kiamat. Karena itulah Muslimah harus menuntut ilmu syar’i sebagai bekal mendidik anak-anak sehingga fitrah mereka tetap terjaga dan menjadi penyejuk hati karena keshalihan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, bila seorang Muslimah belum menikah, maka sebagai anak ia wajib taat pada orang tuanya selama tidak memerintahkan kepada maksiat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya… .” (Al Ankabut : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dosa-dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka pada orang tua, membunuh jiwa (tanpa hak), dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat berbuat baik dan menunaikan hak-hak orang tua dengan benar, seorang Muslimah tidak bisa lepas dari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh kewajiban ini harus dapat ditunaikan dengan dasar ilmu. Karena jika tidak, akan terjadi berbagai kesalahan dan kerusakan. Maka tidak heran, bila para Muslimah yang bodoh terhadap agamanya melakukan berbagai praktek kesyirikan dan kebid’ahan. Akibat kebodohannya pula, banyak Muslimah yang durhaka pada suami atau orang tuanya. Atau terjadi berbagai kesalahan dalam mendidik anak sehingga muncullah generasi yang berakhlak buruk, bahkan bisa jadi durhaka pada orang tua yang telah merawat dan membesarkannya. Karena kebodohannya pula, banyak Muslimah yang tidak mengetahui bagaimana ia harus menjaga kehormatannya, sehingga ia menjadi fitnah dan terjerumus dalam perzinahan dan berbagai kemaksiatan. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari yang demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhuma berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berdiri di muka pintu Syurga, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin, sedang orang-orang kaya masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Dan ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka. Dan ketika aku berdiri di dekat pintu neraka, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menuntut ilmu, seorang Muslimah akan mengetahui jalan yang selamat. Kaum Muslimah masa kini akan menjadi baik bila mereka mau mencontoh para Muslimah generasi terdahulu (generasi salafuna shalih), mereka sangat memperhatikan dan bersemangat dalam menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dari Abi Sa’id Al Khudri radhiallahu 'anhu, ia berkata : “Seorang wanita mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Wahai Rasulullah! Kaum lelaki telah membawa haditsmu, maka jadikanlah bagi kami satu harimu yang kami datang pada hari tersebut agar engkau mengajarkan pada kami apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.’ Maka beliau bersabda : ‘Berkumpullah pada hari ini dan ini di tempat ini.’ Maka mereka pun berkumpul, lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mendatangi mereka dan mengajarkan apa yang telah diajarkan Allah kepada beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun sangat bersemangat mengajar para shahabiyah, sampai-sampai beliau menyuruh wanita yang haid, baligh, dan merdeka untuk menyaksikan kumpulan ilmu dan kebaikan. Bahkan beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memutuskan udzur wanita yang tidak memiliki hijab, sebagaimana yang disebutkan dalam Shahihain dari Ummu ‘Athiyah Al Anshariyah radhiallahu 'anha, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menyuruh kami mengeluarkan wanita yang merdeka, yang haid, dan yang dipingit untuk keluar pada hari Iedul Fithri dan Adha. Adapun yang haid memisahkan diri dari tempat shalat, dan mereka pun menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslimin. Aku berkata : ‘Wahai Rasulullah! Salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.’ Beliau bersabda : ’Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.’ “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, kita dapatkan dalam sejarah Islam, di antara mereka ada yang menjadi ahli fiqih, ahli tafsir, sastrawati, dan ahli dalam seluruh bidang ilmu dan bahasa. Sebagai contoh, Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu 'anha yang dididik dalam madrasah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sehingga beliau menjadi wanita yang berilmu dan shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Az Zuhri rahimahullah berkata : ”Seandainya ilmu ‘Aisyah dikumpulkan dan dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, maka ilmu ‘Aisyah lebih afdhal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ‘Aisyah merupakan guru dari beberapa shahabat, ia menjadi bahan rujukan mereka dalam masalah hadits, sunnah, dan fiqih. Urwah bin Az Zubair berkata : “Aku tidak melihat orang yang lebih mengetahui ilmu fiqih, pengobatan, dan syi’ir ketimbang ‘Aisyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita dari kalangan tabi’in juga berdatangan ke rumah ‘Aisyah untuk belajar, di antara muridnya adalah Amrah bintu ‘Abdurrahman bin Sa’ad bin Zurarah. Ibnu Hibban berkata : “Dia adalah orang yang paling mengetahui hadits-haditsnya ‘Aisyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara deretan nama wanita generasi terdahulu yang cemerlang dalam ilmu adalah Hafshah bintu Sirin yang masyhur dengan ibadahnya, kefaqihannya, bacaan Al Qur’annya, dan hadits-haditsnya. Begitu pula Ummu Darda Ash Shuqra Hujaimah, ia seorang yang faqih, ’alimah, banyak meriwayatkan hadits, cerdas, masyhur dengan keilmuan, amalan, dan zuhudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah --wahai saudariku Muslimah-- mereka adalah contoh terbaik bagi kita dan telah terbukti bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadilah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan jalan bagi kita untuk menuntut ilmu dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Amin. Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al Qur’anul Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inayatun Nisa’ bil Hadits An Nabawi. Abu ‘Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nisa’ Haula Ar Rasul. Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Musthafa Abu Nashr Asy Syalbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Riyadlus Shalihin. Imam Nawawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bahjatun Nadhirin. Salim bin ‘Ied Al Hilali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aisarut Tafasir. Abu Bakar Jabir Al Jazairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hasyiyah Ats Tsalatsah Al Ushul. Muhammad bin Abdul Wahhab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115933015430288815?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115933015430288815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115933015430288815' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115933015430288815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115933015430288815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/ilmu-perhiasan-tak-ternilai-bagi.html' title='Ilmu perhiasan tak ternilai bagi muslimah :)'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115932958806453033</id><published>2006-09-27T10:59:00.000+07:00</published><updated>2006-09-27T11:11:45.733+07:00</updated><title type='text'>Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Artikel&lt;br /&gt;Sumber: http://www.geocities.com/dmgto/muslimah201/ahlisurga.htm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Azhari Asri dan Redaksi&lt;br /&gt;[MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115932958806453033?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115932958806453033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115932958806453033' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115932958806453033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115932958806453033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya_27.html' title='Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115917367957993161</id><published>2006-09-25T15:31:00.000+07:00</published><updated>2006-09-25T15:49:36.393+07:00</updated><title type='text'>KEISTIMEWAAN SEORANG WANITA</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Sisi Keagungan Wanita&lt;br /&gt;Sumber: Artikel yg dikirim oleh K`Diana ( Salah satu penghuni Pondok Muslimah )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih&lt;br /&gt;kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal&lt;br /&gt;tersebut, jawab baginda: "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang&lt;br /&gt;yang penyayang tidak akan sia-sia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang soleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama&lt;br /&gt;orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang&lt;br /&gt;takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah)&lt;br /&gt;lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah.&lt;br /&gt;Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa&lt;br /&gt;yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail&lt;br /&gt;a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan&lt;br /&gt;kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari&lt;br /&gt;pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah&lt;br /&gt;dari segala dosa."; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan&lt;br /&gt;mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala&lt;br /&gt;mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid,&lt;br /&gt;apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku&lt;br /&gt;(Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan&lt;br /&gt;atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan&lt;br /&gt;dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa&lt;br /&gt;serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Daripada Aisyah r.ha. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada&lt;br /&gt;anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan&lt;br /&gt;menjadi penghalang baginya daripada api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah&lt;br /&gt;panggilan ibumu dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu&lt;br /&gt;neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang&lt;br /&gt;dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:fuchsia;"&gt;Wanita yang menjaga sholat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di&lt;br /&gt;udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya&lt;br /&gt;selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya (serta menjaga&lt;br /&gt;sembahyang dan puasanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Aisyah r.ha. berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah&lt;br /&gt;yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda, "Suaminya" "Siapa&lt;br /&gt;pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah s.a.w. "Ibunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib&lt;br /&gt;sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya,&lt;br /&gt;maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah&lt;br /&gt;s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10,000 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka&lt;br /&gt;beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t.mencatatkan baginya&lt;br /&gt;setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80&lt;br /&gt;rakaat solat wanita yang tidak hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah&lt;br /&gt;s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah&lt;br /&gt;s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan&lt;br /&gt;setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada&lt;br /&gt;dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan&lt;br /&gt;dikira sebagai mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu&lt;br /&gt;badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang&lt;br /&gt;diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2 1/2 tahun), maka&lt;br /&gt;malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib&lt;br /&gt;baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah&lt;br /&gt;akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana&lt;br /&gt;menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang&lt;br /&gt;hamba.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang&lt;br /&gt;sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan&lt;br /&gt;hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah&lt;br /&gt;mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu&lt;br /&gt;kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta&lt;br /&gt;keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Seorang wanita yang solehah lebih baik daripada seribu orang lelaki yang&lt;br /&gt;tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka&lt;br /&gt;ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyade lapan pintu&lt;br /&gt;syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:fuchsia;"&gt;33. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;34. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan&lt;br /&gt;mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau merenung&lt;br /&gt;ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan&lt;br /&gt;padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana&lt;br /&gt;mencari keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah&lt;br /&gt;ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap renungannya pada suaminya&lt;br /&gt;sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah&lt;br /&gt;kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat&lt;br /&gt;itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan&lt;br /&gt;malamnya menggembirakan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat&lt;br /&gt;isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun&lt;br /&gt;solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam&lt;br /&gt;keadaan letih akan medapat pahala jihad.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;39. Jika wanita memijit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas&lt;br /&gt;dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya&lt;br /&gt;membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh&lt;br /&gt;api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta&lt;br /&gt;sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia&lt;br /&gt;menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga&lt;br /&gt;suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka&lt;br /&gt;diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang&lt;br /&gt;buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu&lt;br /&gt;kerana memuliakan dan menghormati suaminya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi&lt;br /&gt;jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu&lt;br /&gt;bertanya, "Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?" Jawab mereka,"Tidak" Sabda&lt;br /&gt;Baginda, "Seeloknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala&lt;br /&gt;bagi kamu.&lt;br /&gt;Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nIscaya pahalanya&lt;br /&gt;sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Wanita yang memerah susu binatang dengan 'Bismillah' akan didoakan oleh&lt;br /&gt;binatang itu dengan doa keberkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Wanita yang menguli tepung gandum dengan 'Bismillah', Allah akan&lt;br /&gt;berkatkan rezekinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti&lt;br /&gt;meyapu lantai di Baitullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. "Wahai &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Fatimah&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika&lt;br /&gt;membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit diantara dirinya dengan api&lt;br /&gt;neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. "Wahai &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Fatimah&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan&lt;br /&gt;mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan&lt;br /&gt;memadamkan seratus perbuatan jahat."&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;48. "Wahai &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Fatimah&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang&lt;br /&gt;dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas takhta&lt;br /&gt;di hari akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. "Wahai &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Fatimah&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,&lt;br /&gt;menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah&lt;br /&gt;akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan&lt;br /&gt;memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya&lt;br /&gt;kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Sabda Nabi s.a.w.: "Ya &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Fatimah&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; barang mana wanita meminyakkan rambut dan&lt;br /&gt;janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi&lt;br /&gt;minum akan dia dari sungai sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul&lt;br /&gt;maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman-&lt;br /&gt;taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan&lt;br /&gt;selamatlah ia melintas Titian Shirat."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu istimewanya seorang yang bernama wanita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115917367957993161?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115917367957993161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115917367957993161' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115917367957993161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115917367957993161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/keistimewaan-seorang-wanita.html' title='KEISTIMEWAAN SEORANG WANITA'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115898199534115927</id><published>2006-09-23T10:24:00.001+07:00</published><updated>2008-11-15T19:48:53.165+07:00</updated><title type='text'>Curhat</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Pengumuman&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi beberapa wanita, curhat merupakan salah satu penyelesaian masalah. Bukan sekadar untuk memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada. Bukan untuk memecahkan masalah. Lebih dari itu, curhat bertujuan untuk melepaskan beban yang menghimpit. Untuk mengurangi kesedihan di hati. Dengan berkurangnya kesedihan, maka (insyaAllah) pikiran lebih terbuka. Penyelesaian atas masalah dapat memperoleh titik terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pondok kita ini, kita boleh curhat. Bila ada masalah yang mnghimpit, mainlah ke mari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang ingin dibahas bersama, jangan sungkan bertanya pada kami, perorangan atau beramai-ramai. Masalah yang dipikirkan oleh banyak kepala akan terasa lebih mudah untuk dipecahkan. Masalahnya bisa menjadi topik pembahasan di pertemuan mingguan kita di YM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang ingin diutarakan secara rahasia, perorangan. Ajaklah bicara seseorang diantara kami. Semoga bebannya dapat berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika, bibir terasa kelu untuk berbicara. Maka bercengkramalah bersama kami. Semoga dengan itu, beban yang menghimpit dapat sedikit berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mencara sahabat sesama muslimah, memang disinilah tempatnya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang ingin curhat, InsyaAllah, aku bersedia jadi pendengar. Chatting lewat YM dengan id: &lt;b&gt;curhat_pondok_muslimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=curhat_pondok_muslimah&amp;amp;m=g&amp;amp;t=2&amp;amp;l=us" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Mari menuju muslimah cerdas, tangguh nan sholihah"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115898199534115927?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115898199534115927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115898199534115927' title='49 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115898199534115927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115898199534115927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/curhat.html' title='Curhat'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><thr:total>49</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115897783734239670</id><published>2006-09-23T09:13:00.000+07:00</published><updated>2006-09-23T14:42:03.903+07:00</updated><title type='text'>Bahaya Ghibah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Bahan Muhasabbah&lt;br /&gt;Sumber : Muslimah, Oktober 2002&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;"Janganlah sebagian kamu menggunjing (ghibah) sebagian yang lain, sukakah seorang diantaramu memakan saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."(QS. Al Hujurat, 049:012)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih ghibah itu? Ghibah atau bahasa gaulnya "ngegosip" adalah membicarakan orang dengan hal yang tidak disukainya seandainya ia mendengar, baik tentang kekurangan yng ada pada badan, nasab (keturunan), akhlak, perbuatan, perkataan, agama, dunianya, bahkan pakaian, rumah dan kendaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an mengibaratkan orang yang suka menggunjing, seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Begitu juga dengan orang yang mendengar ghibah. Ia tidak terbebas dari dosa kecuali dengan mengingkari secara lisan atau dengan hatinya. Seperti sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabhrani, "Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya yang sedang dipergunjingkan, maka Alloh akan membebaskannya dari api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;HAL YANG MENDORONG GHIBAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa perempuanlah yang paling suka ngobrol ngalor-ngidul. Dan kadang (bahkan sering) obrolan itu menjurus kepada ghibah. Menurut para pakar psikologi, perempuan cenderung emosional dibandingkan pria. Hal-hal yang sangat peka begitu mudah menyentuh emosi dan mempengaruhi perempuan. Sedangkan gosip adalah pembicaraan menyangkut nasib orang lain yang bisa membuat perasaan kaget, miris, atau juga benci. Nah, disitulah emosi kaum hawa terpancing. Tapi, bukan berarti pria terbebas dari gosip lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali dalam bukunya Mensucikan Jiwa, menyebutkan beberapa faktor yang mendorong ghibah. Pertama, melampiaskan kemarahan. Jika sedang marah, orang dengan mudah menyebutkan keburukan-keburukan. Jika seseorang itu tidak memiliki keberagamaan yang kuat maka ia tak akan mampu mencegah perbuatan ghibah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua adalah menyesuaikan diri dengan kawan-kawan, dengan berbasa-basi dan mendukung pembicaraan mereka walaupun pembicaraannya itu menyebut-nyebutkan aib orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ingin mendahului menjelek-jelekkan keadaan orang yang dikhawatirkan memandang jelek ihwalnya di sisi orang yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, keinginan bercuci tangan dari perbuatan yang dinisbatkan kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, ingin membanggakan diri. Mengangkat dirinya sendiri dan menjatuhkan orang lain. Misalnya ia berkata, "si Fulan itu bodoh, pemahamannya dangkal dan ucapannya lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, kedengkian. Bisa jadi ia mendengki orang yang disanjung, dicintai dan dihormati orang banyak, lalu ia menginginkan lenyapnya nikmat dari orang itu, tetapi tidak mendapat jalan kecuali dengan mempermalukan orang tersebut di hadapan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, bermain-main, senda gurau dan mengisi waktu kosong dengan lelucon. Lalu ia menyebutkan aib orang lain agar orang-orang menertawakannya. Penyebab timbulnya hal ini adalah kesombongan dan ujub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, melecehkan dan merendahkan orang lain demi untuk menghinakannya. Penyebabnya adalah sombong dan menganggap kecil orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;KAFARAT GHIBAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yng menggunjing, sebaiknya segera sadar dan bertaubat serta menyesali perbuatannya agar terbebas dari hukuman Alloh, kemudian meminta pembebasan dari orang yang digunjing agar terbebas dari tuntutan balasan kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits shahih, diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Siapa yang memiliki tuntutan kezaliman dari saudaranya menyangkut kehormatan atau harta maka hendaklah ia meminta pembebasannya sebelum datangnya hari dimana tidak ada dinar maupun dirham, tetapi akan diambil dari kebaikan-kebaikannya maka keburukan-keburukan saudaranya diambil lalu ditambahkan kepada keburukan-keburukannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud secara musnad dan mursal, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Pada malam ketika aku melakukan perjalanan malam (isra'), aku melewati suatu kaum yang mencakar wajahnya mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku bertanya, 'wahai Jibril, siapakah mereka itu?' Jibril menjawab, 'mereka adalah orang-orang yang menggunjing dan mencela kehormatan orang lain.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;OBAT PENCEGAH GHIBAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua akhlak yang buruk hanya dapat diobati dengan adonan ilmu dan amal. Obat setiap penyakit adalah dengan melawan penyebabnya. Sedangkan mengobati penyakit lidah bisa dilakukan dengan mengetahui beberapa hal:&lt;br /&gt;1. Ghibah dapat mendatangkan kemurkaan Alloh,&lt;br /&gt;2. Membatalkan kebaikan-kebaikan di hari kiamat,&lt;br /&gt;3. Memindahkan kebaikan-kebaikan kita kepada orang yang digunjing sebagai ganti dari kehormatan yang telah dinodainya. Jika tidak memiliki kebaikan yang bisa dialihkan, maka keburukan orang yang digunjing itu akan dialihkan kepada kita,&lt;br /&gt;4. Pelajarilah tentang nash berghibah niscaya lidah kita tidak akan melakuk ghibah karena takut kepada hukum Alloh,&lt;br /&gt;5. Merenungkan cacat diri sendiri sehingga malu jika membicarakan orang lain,&lt;br /&gt;6. Bahwa orang lain merasa sakit karena ghibah yang dilakukannya, sebagaimana dia akan merasa sakit bila orang lain menggunjingnya,&lt;br /&gt;7. Setiap kali mendengar selentingan, cepatlah berkata kepada diri sendiri, apakah aku mendapat manfaat atau menyeritakan kembali hal ini kepada orang lain?&lt;br /&gt;8. Kurangi nongkrong di tempat yang nikmat untuk bergosip,&lt;br /&gt;9. Pujilah diri sendiri setiap kali berhasil menahan untuk tidak bergosip tentang suatu hal yang baru kamu ketahui,&lt;br /&gt;10. Rajinlah membaca Al Qur'an, lalu salurkan bahan gosipmu dengan membahas sesuatu yg bermanfaat atau berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115897783734239670?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115897783734239670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115897783734239670' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115897783734239670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115897783734239670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/bahaya-ghibah.html' title='Bahaya Ghibah'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115897750362568915</id><published>2006-09-23T09:08:00.000+07:00</published><updated>2006-09-23T09:11:43.896+07:00</updated><title type='text'>UMMUL MUKMINIM RAMLAH BINTI ABU SOFYAN</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Sisi Keangungan Wanita&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Ummi, No. 8/XII Desember – Januari 2001&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ramlah binti Abu Sofyan dilahirkan dua puluh lima tahun sebelum hijrah atau kurang lebih tiga belas tahun sebelum Muhammad saw diangkat Rasul. Ayahnya adalah Shakhr bin Harb bin Umayyah yang dikenal sebagai Abu Sofyan. Ia adalah pembesar Quraisy yang terpandang pada masanya. Sedangkan ibunya bernama Saffiyyah binti Abul Ash, bibi Usman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu dengan cepat. Ramlah tumbuh menjadi gadis cantik yang dikagumi pemuda-pemuda Quraisy. Salah seorang di antara mereka adalah Ubaydillah bin Jahsy, pemuda bangsawan Quraisy yang tekun mempelajari ajaran Nabi Isa as dan selalu menyertai Waraqah bin Naufal, seorang pendeta nasrani. Ia melamar Ramlah. Lamaran itu diterima dan tak lama kemudian mereka menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu setelah pernikahan tersebut, Muhammad saw diangkat sebagai Rasul. Berita ini menyebar di kalangan masyarakat Quraisy. Ubaydillah menyambut seruan rasulullah dan menyatakan keimanannya karena ia mendengar Waraqah bin Naufal membenarkan kenabian Muhammad saw. Ramlah pun mengikuti jejak suaminya, memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ramlah sedang mengandung, Rasulullah saw menyerukan kaum muslimin untuk berhijran ke Habasyah. Maka berangkatlah Ramlah dan suaminya menuju Habasyah. Ramlah melahirkan Habibah, anaknya di Habasyah. Sejak itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ummu Habibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, Ramlah terbagnun dari tidurnya. Ia bermimopi buruk tentang suaminya. Diriwayatkan dari Ismail bin As, Ummu Habibah berkata, “Aku melihat suamiku, Ubaydillah bin Jahsy dalam mimpi dengan penampilan yang sangat buruk. Aku terkejut kemudian berkata, “Demi allah engkaua telah berubah!””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, Ubaydillah bin Jahsy berkata, “Ummu Habibah, aku berpikir tentang agama, dan menurutku tidak ada agama yang lebih baik dari agama nasrani. Aku memeluknya dulu. Kemudian aku bergabung dengan agama Muhammad, tetapi sekarang aku kembali memeluk Nasrani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramlah berkata, Demi Allah! Tidak ada kebaikan bersamamu! Kemudian diceritakanlah pada suaminya mimpi itu, tetapi Ubaydillah tak menghiraukannya. Ubaydillah kemudian menjadi peminum arak sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ubaydillah meninggal, Ramlah bermimpi Ubaydillah mendatangi dan memanggilnya Ummul Mukminin. Ramlah terkejut dan menafsirkan bahwa Rasulullah akan menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpisah dengan suaminya, Ramlah membesarkan anaknya sendirian di Habasyah. Peristiwa yang menimpa Ramlah didengar oleh Rasulullah saw. Setelah masa idah Ramlah selesai, Rasulullah meminta bantuan Negus, penguasa Negus, penguasa Habasyah untuk melamarkan Ramlah. Setelah membaca surat dari Rasulullah, Negus mengutus Abrahah, seorang budak perempuannya untuk menjumpai Ramlah. Ramlah menerima lamaran Rasulullah dengan mas kawin sebesar 400 dinar. Khalid bin Sa’id menjadi wali pernikahannya pada saat itu. Pernikahan itu terjadi sekitar tahun ketujuh hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemenangan kaum muslimin dalam perang Khaibar, rombongan muhajirin dari Habasyah termasuk Ramlah kembali ke Madinah danmenetap bersama Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramlah selalu tegas dan teguh berpegang kepada Al Islam termasuk dalam menghadapi Abu Sofyan, bapaknya. Salah satu ucapana Ramlah kepada Abu Sofyan adalah, “Ayahku adalah Islam. Aku tidak mempunyai ayah selainnya, selama mereka masih membanggakan Bani Qais atau bani Tamim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, setelah perjanjian Hubaybiah, Abu Sofyan yang datang ke Madian untuk bertemu Rasulullah bertemu Ramlah. Saat itu Ramlah antara lain berkata, “Allah telah menunjukkan Islam kepadaku. Ayah adalah pemimpin dan pembesar Quraisy. Apa yang membuat ayah enggan masuk Islam? Ayah menyembah berhala yang tidak mendengar dan tidak melihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun setelah berkumpul dengan Ramlah, Rasulullah saw meninggal dunia. Sepeninggal Rasulullah, Ramlah benar-benar menyibukkan diri dengan beribadah danberbuat kebaikan. Dia berpegang teguh dengan nasihat Rasulullah saw dan senantiasa berusaha mempersatukan kaum muslimin dengan kemampuannya sampai ia meninggal dunia pada tahun ke 46 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115897750362568915?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115897750362568915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115897750362568915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115897750362568915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115897750362568915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/ummul-mukminim-ramlah-binti-abu-sofyan.html' title='UMMUL MUKMINIM RAMLAH BINTI ABU SOFYAN'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115897721976366172</id><published>2006-09-23T09:06:00.000+07:00</published><updated>2006-09-23T09:07:00.070+07:00</updated><title type='text'>Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Bahan Muhasabbah&lt;br /&gt;Sumber : www.geocities.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. IHSAN,&lt;br /&gt;Yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  IKHLAS&lt;br /&gt;Beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115897721976366172?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115897721976366172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115897721976366172' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115897721976366172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115897721976366172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya.html' title='Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882687913916306</id><published>2006-09-21T15:20:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T15:25:20.510+07:00</updated><title type='text'>Agar Muslimah Tetap Cantik</title><content type='html'>Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah 'olah raga'. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu -Allah SWT dengan dzikir dan do'a-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan 'kata kunci' "Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku). (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: boemi-islam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882687913916306?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882687913916306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882687913916306' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882687913916306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882687913916306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/agar-muslimah-tetap-cantik.html' title='Agar Muslimah Tetap Cantik'/><author><name>oryza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18422960222439754815</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://img90.imageshack.us/img90/4458/kebunxt0.jpg'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882590645010593</id><published>2006-09-21T15:02:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T15:05:06.456+07:00</updated><title type='text'>SOSOK BIDADARI, SOSOK SEDERHANA</title><content type='html'>Beribu nasehat telah diucap, berjuta perintah telah tersirat. Tetapi tetap saja banyak yang gugur ditelan gemerlap dunia. Semua gemerlap akan sirna oleh sosok bidadari yang hidup dengan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, banyak kita jumpai orang yang hidup dalam kesempitan, sabar dengan ujian, dan tabah dalam menjalani seraya mendekatkan diri pada Rabb-Nya. Namun, setelah keadaan berubah, sempit menjadi lapang, derita menjadi bahagia, semua kebutuhan hidup terpenuhi; namun banyak yang tidak siap dengan perubahan tersebut. Tidak sadar bahwa gemerlap dunia telah menjebaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungghnya dunia itu manis dan menawan dan Allah mengangkatmu sebagai khalifah di dalamnya sehingga Allah dapat memperhatikan perbuatanmu. Oleh karena itu waspadalah terhadap dunia, hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah kaum wanita." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan, harta senantiasa bersanding dengan wanita. Misalnya di keluarga, kedudukan wanita sangat berpengaruh baik kedudukannya sebagai pendamping suami maupun dalam pemeliharaan harta suami. Seperti kisah rumah tangga Umar Abdul Azis ra dengan Fatimah binti Abdul Malik ra kemewahan berubah menjadi kesederhanaan. Sebelum Umar menerima amanat kekhalifahan, dia terkenal dengan gaya hidup yang serba mewah. Istana megah, pakaian sutra, permata, dan parfum yang seharga satu rumah pun dimilikinya. Semua berubah dengan seketika. Akal pikiran, hati dan perasaannya telah tergugah, karena hakikat pengawasan Allah telah hidup dalam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya hidupnya yang baru, Umar bertekad untuk meniti kehidupan dengan serba sederhana. Dia pun segera mengungkapkan keinginannya pada Fatimah, "Sesungguhnya harta yang kita miliki serta yang dimiliki oleh saudara-saudaramu berasal dari hartanya kaum muslimin. Aku bertekad akan mengembalikannya pada mereka. Dan, jika Adinda tidak sabar pada kesempitan hidup setelah kekuasaan, maka pulanglah ke rumah ayahmu." Mendengar itu Fatimah segera menepis, "Saya tidak akan menyertai Kakanda dalam keadaan senang lantas meninggalkan Kakanda dalam keadaan susah. Saya ridha dengan apa yang Kakanda ridhai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian semua hartanya didermakan dan kini yang dimilikinya hanya permata peninggalan ayah Fatimah. Umar pun kembali bertanya, "Wahai Fatimah engkau tahu bahwa dulu permata itu diambil oleh ayahmu dari kaum muslimin dan lantas dia hadiahkan kepadamu. Sesungguhnya aku tidak suka permata itu tinggal dirumahku. Karena itu, pilihlah antara mengembalikan permata itu ke Baitul Maal atau engkau izinkan aku untuk menceraikanmu." Fatimah pun kembali memenuhi permintaan suaminya, "Demi Allah, tentu aku akan memilihmu daripada permata ini, bahkan berlipat-lipat dari yang kumiliki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesederhanaanlah Umar dan Fatimah mulai mengikuti realita kehidupan sebenarnya. Sang khalifah mulai memerdekakan budak, mengembalikan seluruh harta yang dimiliki ke Baitul Maal. Begitu juga dengan Fatimah mulai menanggalkan permata yang dipakainya. Mereka lebih memilih tinggal di rumah yang sangat sederhana. Dengan kata lain, mereka dengan sikap kesederhanaannya berhasil menghancurkan belenggu kemewahan yang mengikat jiwanya dan mematahkan jembatan yang mengantarkan pada fitnah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah dalam hal ini bisa disebut sosok bidadari yang turun ke bumi. Sebab ia berani melepaskan semua kemewahan dunia dan lebih memilih hidup sederhana bersama suami yang justru setelah mendapat amanat besar sebagai khalifah. Juga memilih kesederhanaan sebagai jalan hidupnya. Begitu halnya dengan sosok Aisyah ra Ummul Mukminin. Kezuhudan terhadap dunia menjadi teladan bagi umat. Hampir tidak ada harta di tangannya. Dia bagikan seluruh hartanya kepada kaum-kaum miskin. Di antara kedermawanannya adalah membagikan seratus ribu dirham, sementara ia sendiri dalam keadaan shaum. Umar bin Zubair ra juga pernah mengisahkan kedermawanan dan kesederhanaan Aisyah, "Aku pernah melihat Aisyah membagi-bagikan harta sebanyak tujuh ratus ribu dirham sementara dia sendiri menjahit bajunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, merenungi kedua kisah di atas betapa mulianya sosok Fatimah dan Aisyah. Ya, dengan kesederhanaannya menjadikan mereka sosok bidadari yang turun ke bumi. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengikuti jejak Fatimah dan Aisyah? Siapkah kita tanggalkan semua kemewahan dunia hingga kita siap menyandang gelar bidadari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari surga. Mereka itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati. Jadi bidadari adalah wanita shalehah yang senantiasa tawadhu, tidak bermewah-mewah dengan keindahan dunia, bersikap sederhana. Seandainya berperan sebagai istri maka ia taat kepada suaminya, menjaga harta suami, mendidik anak-anaknya dan memotivasi agar istiqamah dalam membela agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? wanita yang baik (shalihah); jika dilihat suami ia menyenangkan; jika diperintah ia mentaatinya; dan jika suami meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya." (Diriwayatkan Abu Daud dan An-Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai muslimah, kisah di atas mewakili dari sebagian kisah para sahabiyah, begitu juga dengan untaian riwayat yang tersirat. Namun, apalah artinya sebuah kisah bila kita tidak bisa mengambil ibrah. Dan apalah artinya seuntai riwayat jika kita tidak mau belajar darinya. Untuk itu selamat berjuang, siapkan diri menjadi sosok bidadari, sosok yang menapaki kehidupan dengan kezuhudan, dan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kotasantri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882590645010593?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882590645010593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882590645010593' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882590645010593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882590645010593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/sosok-bidadari-sosok-sederhana.html' title='SOSOK BIDADARI, SOSOK SEDERHANA'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882379223036247</id><published>2006-09-21T14:25:00.000+07:00</published><updated>2006-09-22T10:20:41.690+07:00</updated><title type='text'>Agenda Muslimah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ukhti muslimah sekalian,....perlu sekali bagi akhwat memiliki agenda kegiatan yang berhubungan dengan amal shalih sehari-hari sebagai pengingat dan renungan tentang apa saja yang telah kita lakukan dan apa yang belum bisa kita lakukan, agar hati kita dipacu untuk selalu 'hidup' mengingat-Nya....sehingga apabila hati ini lalai (dan memang sering terjadi demikian) maka kita akan menyadarinya karena sesungguhnya bila hati ini 'sakit' maka akan beratlah anggota tubuh yang lain untuk melaksanakan ketaatan. Semoga artikel ini bermanfaat buat ukhti muslimah semua, diambil dari milis As-Sunnah yang berjudul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;Kehidupan Sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; yang Islami, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;karya Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;yang penulis sesuaikan untuk akhwat muslimah....dan sangat bagus sekali apabila ukhti memiliki bukunya karena sangat bermanfaat sebagai barometer keimanan ukhti,....Nah, selamat membaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saudariku...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saudariku...&lt;br /&gt;Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu &lt;i&gt;Zaad Al-Muslim Al-Yaumi&lt;/i&gt; (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab &lt;i&gt;Hayatu Yaumi Islami&lt;/i&gt; yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surga-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kehidupan Sehari-hari Yang Islami :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1..Apakah Anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;2..Apakah Anda hari ini membaca Al-Qur'an ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3.Apakah Anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;4.Apakah Anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5.Apakah Anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang Anda baca ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6.Apakah Anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;7.Apakah Anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8.Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan Anda ke dalam Surga ? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata : ''Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga''. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9.Apakah Anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali ? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata : ''Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka''. (Berdasarkan hadits Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang artinya : ''Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata : ''Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata : ''Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka''. (Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10.Apakah Anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;11.Apakah Anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12.Apakah Anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;13.Apakah Anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14.Apakah Anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;15.Apakah Anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pent) ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16.Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid ? Karena sesungguhnya Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah bersabda yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;''Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur''. (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;17.Apakah Anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati Anda atas agama-Nya ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;18.Apakah Anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;19.Apakah Anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama ? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar -pent). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20.Apakah Anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah ? Karena setiap mendo'akan mereka Anda akan mendapat kebajikan pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21.Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya -pent) atas nikmat Islam ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;22.Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;23.Apakah Anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;24.Apakah Anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;25.Apakah Anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;26.Apakah Anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;27.Apakah Anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri Anda ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;28.Apakah Anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;29.Apakah Anda mengucapkan ''&lt;i&gt;Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun&lt;/i&gt;'' jika mendapatkan musibah ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30.Apakah Anda hari ini mengucapkan do'a ini : ''&lt;i&gt;Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu&lt;/i&gt; = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui''. Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;31.Apakah Anda berbuat baik kepada tetangga ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;32.Apakah Anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33.Apakah Anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;34.Apakah Anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: georgia; text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;35.Apakah Anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saudariku ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, insya Allah.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882379223036247?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882379223036247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882379223036247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882379223036247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882379223036247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/agenda-muslimah.html' title='Agenda Muslimah'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882345035446460</id><published>2006-09-21T14:22:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T14:24:10.363+07:00</updated><title type='text'>TIPS MENJADI WANITA PALING BAHAGIA DI DUNIA</title><content type='html'>TIDAK... Bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK... Bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang fakir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur'an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA... Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dikutip dari buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia” - DR. Aidh al-Qarni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882345035446460?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882345035446460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882345035446460' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882345035446460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882345035446460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/tips-menjadi-wanita-paling-bahagia-di.html' title='TIPS MENJADI WANITA PALING BAHAGIA DI DUNIA'/><author><name>li4ni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11348053301576924961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882282121606678</id><published>2006-09-21T14:12:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T14:18:08.766+07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Ujian</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Adakalanya seseorang itu sudahlah menjalani dan mentaati apa yang digariskan Allah, namun dalam kehidupannya tetap mendapat musibah dan kesulitan hidup. Itu semua bisa karena:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;-  ujian yg diberikan adalah sebagai penghapus  kesalahan kita dimasa lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;- ujian sebagai rasa kasih sayang Allah  kepada umatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;- ujian sebagai tanda akan meningkatnya derajat kita  dimata Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Layaknya seseorang yg memelihara burung di dalam sangkar. Burung itu ingin sekali utk lepas, bebas, terbang kemanapun dia mau. Namun kita, yg memelihara tetap tdk mau melepaskannya karena rasa sayang kita thdp burung tsb, takut jikalau nanti dilepas ada yg menembak, takut jikalau nanti tdk dpt mencari makanan sendiri, dan setumpuk ketakutan yg lain. Demikian pula Allah dlm 'memanjakan' hambaNya. Allah tau semua yg terbaik buat kita jauh melebihi diri kita sendiri. wallahu'alam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882282121606678?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882282121606678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882282121606678' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882282121606678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882282121606678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/menyikapi-ujian.html' title='Menyikapi Ujian'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882140138512741</id><published>2006-09-21T13:48:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T13:50:01.390+07:00</updated><title type='text'>Wanita Shalihah</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Saudaraku yang baik, sungguh sangat beruntung bagi wanita shalihah di  dunia ini. Ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan  generasi dambaan. Kalau pun ia wafat, maka Allah akan menjadikannya bidadari di  akhirat nanti. Oleh karena itu, para pemuda jangan sampai salah memilih pasangan  hidup. Pilihlah wanita shalihah untuk dijadikan istri dan pendamping hidup  setia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah yang  menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam  berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta,  kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah SAW.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau  banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal. Allah  berfirman dalam QS. An Nur ayat 30-31, Katakanlah kepada orang laki-laki yang  beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang  demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman,  hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah  mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak daripadanya......  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Rasulullah Saw bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik  perhiasan adalah wanita shalihah (HR. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ciri khas seorang wanita  shalihah adalah ia mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia senantiasa taat  kepada Allah dan Rasul Nya. Make up-nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya  adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah  memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan  perilaku takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari dirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wanita  shalihah tidak mau kekayaan termahalnya berupa iman akan rontok. Dia juga sangat  memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita  shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan  sesuatu kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai  bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul  bahwa kemuliaannya justru bersumber dari kemampuannya menjaga diri.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wanita shalihah itu murah senyum, karena senyum sendiri adalah shadaqah.  Namun, tentu saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-laki yang  dijumpainya diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah  yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika  kaum wanita kerja keras berlatih senyum manis semata untuk meluluhkan hati  laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul dengan  siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah, sebab ia akan  selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada  Allah semakin baik sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang  lain. Pendek kata, hubungan kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan  dengan sebaik mungkin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri  bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya  rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan selalu terkontrol. Tidak  akan ia berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan As Sunnah.  Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu  melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas imannya berkurang. Semakin  kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa  malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya. Wallahu alam bish showab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: right; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manajemen Qalbu - Aa Gym&lt;br /&gt; 26 Mar 05 09:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; WASPADA  Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh KH. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt; Ditulis Untuk Harian Waspada&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882140138512741?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882140138512741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882140138512741' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882140138512741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882140138512741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/wanita-shalihah.html' title='Wanita Shalihah'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115882071515876067</id><published>2006-09-21T13:36:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T13:38:35.160+07:00</updated><title type='text'>Pakaian dan Perhiasan Wanita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu  (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian  yang berupa takwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari  tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya  mereka mengenangnya (dan bersyukur) ~ &lt;/span&gt;QS. Al-A'raf: 26 ~&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan katakanlah  kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka  (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah  mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan  hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan  janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami  mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau  anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara  mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau  perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari  orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau  kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah  mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari  perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang  yang beriman, supaya kamu berjaya.&lt;br /&gt;~ QS. An-Nuur: 31 ~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Nabi, suruhlah  isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang  beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa  mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai  perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu dan (ingatlah)  Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.&lt;br /&gt;~ QS. Al-Ahzab: 59 ~&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115882071515876067?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115882071515876067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115882071515876067' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882071515876067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115882071515876067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/pakaian-dan-perhiasan-wanita.html' title='Pakaian dan Perhiasan Wanita'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115881947623509700</id><published>2006-09-21T13:17:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T13:17:56.250+07:00</updated><title type='text'>bismillahirrohmanirrohiiim</title><content type='html'>welcome-welcome&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115881947623509700?l=pondok-muslimah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115881947623509700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115881947623509700' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115881947623509700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115881947623509700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/bismillahirrohmanirrohiiim.html' title='bismillahirrohmanirrohiiim'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry></feed>
