<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127</id><updated>2009-11-12T05:09:03.880+07:00</updated><title type='text'>Pondok Muslimah</title><subtitle type='html'>"... Menuju muslimah cerdas, tangguh nan shalihah."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-4699192657967189140</id><published>2008-11-09T09:08:00.000+07:00</published><updated>2008-11-09T09:12:05.416+07:00</updated><title type='text'>Psikologi Suami – Istri</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Pernikahan&lt;br /&gt;Sumber: Kado Pernikahan, Psikologi Suami-Istri; Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi; Mitra Pustaka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh Dr. Thariq Kamal an-Nu’aimi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti setuju bila dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Kondisi psikologis yang secara aktif sangat berpengaruh pada cara memahami, berbuat, dan merespon sesuatu. Perbedaan tersebut membuat masing-masing menjadi jelas dan sepertinya tidak akan mungkin bisa bersandar pada dunia yang sama, cara berfikir yang sama. Inilah kodrat manusia. Agar tak salah dalam menafsirkan cara berpikir, maka adalah baiknya mengetahui bagaimana perbedaan ini? Dengan mengetahui dasar-dasar perbedaan ini, diharapkan tidak ada lagi rasa curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perbedaan yang mencolok secara fisik, tentu banyak perbedaan lainnya secara lahiriah. Begitu halnya dalam hal cara berfikir. Cara berfikir lelaki terkonsentrasi (terpusat) pada kebutuhannya saja dan hanya memperhatikan dirinya saja. Sebaliknya pada wanita, akan lebih mudah memperhatikan sekelilingnya melebihi perhatian pada dirinya sendiri. Ia akan menngorbankan dirinya sendiri dan tidak merasakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan cara berpikir ini yang mendasari sikap tidak saling memahami jalan pemikiran. Lelaki tidak bisa berfikir dan menyikapi sesuatu seperti yang dilakukan perempuan. Begitu juga sebaliknya. Jika masing-masing pihak memaksakan cara berpikirnya, tentu saja fatal akibatnya. Timbullah rasa frustasi, ketegangan yang diwarnai pertengkaran, kebencian yang dapat menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa saja perbedaan itu?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak lelaki dan perempuan berbeda, begitu pula dalam penggunaannya. Para lelaki akan sulit sekali merubah fikirannya dalam waktu sekejab. Lain hal dengan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang lelaki dalam konsentrasi penuh melakukan suatu hal, maka akan sulit baginya untuk membagi konsentrasi pada hal lainnya. Misalnya, seorang suami sedang asik membaca. Si istri datang dengan maksud ingin menciptakan suasana hangat. Namun yang terjadi pada suami adalah si istri mengganggu konsentrasinya. Hal umum terjadi adalah, suami dan istri sama-sama menjadi jengkel karena tak terpenuhi keinginannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus dilakukan istri adalah, tanyakan pada suami apakah dia ingin berbincang-bincang padanya. Jika suami mengatakan kesanggupannya tapi dia tidak melepaskan matanya dari bacaannya. Lebih baik tak usah dilanjutkan lagi perbincangan karena sudah pasti suami tidak akan dapat berkonsentrasi dengan dua macam perbuatan. Lebih baik cari lagi waktu luang lainnya. Dan hal ini tidak berarti dia tidak mencintai dan perduli pada istrinya. Hal ini hanyalah karena tabiat dasar seorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi dengan dunia luar bagi lelaki adalah pergulatan dengan dunia luar. Pergulatan yang membutuhkan enerji besar dan keharusan untuk memenangkannya. Ia harus selalu menjadi orang yang berada di urutan teratas. Tentu saja interaksi ini berbeda jauh pada kaum perempuan yang penuh dengan kasih sayang, dunia penuh cinta, dan hubungan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berfikir terhadap dunia luarpun menjadi sangat berbeda. Dimana lelaki berfikir secara sentratif (memusat) akan mengaitkan satu hal dengan hal lainnya kemudian secara bertahap membentuk sebuah gambaran yang dapat ia mengerti. Sedangkan perempuan memiliki sifat ekspansif (meluas) dimana pada tahap awalnya ia akan mencoba menjelajah segala aspek yang terkait dengan objek kemudian mengkaitkan bagian-bagian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana adalah saat berbelanja. Bagi lelaki dimana cara berfikirnya terkonsentrasi adalah langsung membeli barang yang dibutuhkannya dan mengabaikan lainnya. Berbeda dengan perempuan yang bersifat ekspansif. Perempuan membutuhkan waktu untuk menjelajah sambil menyebarkan sifat penyayangnya. Tentu hal yang melelahkan bagi lelaki bila ia dipaksakan harus melakukan hal yang sama seperti kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan lainnya terletak pada cara berfikir dalam menyelesaikan masalah. Bagi lelaki, berfikir adalah diam namun bagi perempuan berfikir sambil berbicara agar mendapatkan kejernihan dalan berfikir. Kontradiktif. Tabiat pokok para lelaki adalah perhatian pada sesuatu yang di luar. Sehingga ketika ia mengalami kesukaran maka ia akan menarik diri dan mulai berfikir secara diam. Ia berusaha memecahkan permasalahan yang dialami. Demikianlah cara lelaki bersikap agar telepas dari kesukaran dan kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang merasa lelah akan berusaha mencari kelegaan dengan berusaha mendapatkan tempat yang cukup tenang, jauh dari kebisingan. Dan secara umum berusaha menghindarkan diri untuk tenggelam pada perdebatan dalam bentuk apapun. Ia tidak ingin berbicara, baik pada permasalahan yang dihadapi maupun tema lainnya. Yang diinginkan lelaki pada waktu itu hanyalah ketenangan. Dan rumah adalah tempat mendapatkan ketenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara naluri khas lelaki adalah apabila ia konsentrasi untuk membahagiakan perempuan maka ketika itu semua pikiran dan usahanya terpusat untuk mewujudkannya. Bila ia merasa perempuan telah merasa bahagia, maka lelaki akan berusaha mengubah pikirannya pada hal baru secara tidak sengaja. Ia mulai konsentrasi pada hal lain, seperti permasalahan dalam pekerjaan. Sehingga otaknya sibuk, pemikirannya tertumpah pada hal tersebut, sehingga masalah baru itu menjadi sangat menyibukkan dia. Seakan-akan ia telah mengabaikan istrinya yang ia cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Berkomunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah umum dikatakan bahwa perempuan adalah makhluk cerewet yang banyak omong. Sebenarnya pendapat itu tidak salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Kaum lelaki juga sangat suka berbicara. Kaum lelaki banyak berbicara saat di luar rumah, saat ia berjuang dan berkorban untuk mendapatkan kebutuhannya. Saat di rumah ia menjadi pendiam karena baginya rumah bukan tempat untuk berjuang. Rumah adalah tempat untuk beristirahat, mengistirahatkan otaknya. Berbeda dengan kaum perempuan yang merasa rumah adalah tempat yang tepat untuk berbicara terutama dengan suaminya. Lagi-lagi, keadaan yang sangat jauh berbeda. Lalu bagaimana mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja harus melihat kondisi dan situasi. Lelaki yang sedang memiliki masalah  di kantor akan terus membawa masalahnya itu sampai ke rumah. Ketika suami sedang dalam kondisi letih dan mempunyai masalah, maka perempuan harus memahami hal itu bahwa suami sedang lelah, butuh istirahat, dan ketenangan. Kewajiban perempuan adalah memenuhi hal tersebut. Jika tidak, akibatnya akan buruk. Jika suami telah menemukan pemecahan masalahnya, letihnya telah habis, maka ia akan terlihat gembira. Pikirannya menjadi baik kembali. Mukanya menampakkan senyuman yang lebar. Siap diajak untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia lelaki, ada dua sebab mengapa ia mau berbicara tentang masalahnya:&lt;br /&gt;1. Ingin berembug dan mencari jalan keluar&lt;br /&gt;2. Ingin membebaskan diri dari tanggung jawab dan kesalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak lelaki, saat perempuan mengatakan keluhannya, dua hal tersebutlah yang menjadi alasannya. Jikalah istrinya mengeluh, maka secara otomatis, lelaki yang menganggap dirinya sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab penuh kepada istrinya akan memberikan jalan keluarnya. Namun lelaki tidak mengetahui bahwa istrinya membutuhkan perbincangan kasih sayang bukan membutuhkan nasehat-nasehat dan jalan keluar. Baik, jika ternyata lelaki itu mampu mengerti akan kebutuhan bercakap-cakap ini dalam diri istrinya sehingga konflik tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menjadi permasalahan adalah jika lelaki menangkap pesan bahwa keluhan yang disampaikan istrinya adalah salah satu tindakan pembebasan diri si istri dari tanggung jawab. Dengan kata lain, bahwa lelaki merasa bahwa istrinya telah menganggapnya lalai. Ketika inilah lelaki akan mengeluarkan senjatanya untuk membela diri. Di sinilah harus ada trik-trik dalam menyampaikan keluhan permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, kaum perempuan menyukai memberikan pertolongan dan bantuan kepada sesama. Keadaan berbeda pada kaum lelaki. Perbedaan memang selalu ada selayaknya tulang rusuk yang bengkok bagi kaum lelaki, selalu berseberangan sifatnya. Tujuan memberikan bantuan bagi kaum perempuan adalah untuk membuat dia merasa dicintai. Sementara dalam dunia kaum lelaki, memberikan bantuan sukarela dianggap sesuatu yang tak dapat diterima. Kadang ditafsirkan sebagai penghinaan atas sebuah ketidakmampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, seorang istri yang baik akan membiarkan suaminya berkerja dan percaya penuh padanya. Biarkanlah ia, turutilah, dan jangan mencampur aduk. Jangan berusaha memperbaiki kecuali apabila ia tidak bekerja dan berhenti dari pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, bila perempuan ingin memberikan bantuan kepada suaminya atau memberikan nasehat kepadanya. Murni keinginannya dengan tujuan untuk kebaikan si suami, sebagai wujud rasa cinta tanpa diminta suami. Sikap ini akan terasa menyakitkan bagi suami. Bagi suami, tindakan ini sebagai sikap dari rasa ketidakpercayaan istri padanya. Ada baiknya dilakukan dengan sikap yang tidak menggurui atau dengan cara tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-4699192657967189140?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/4699192657967189140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=4699192657967189140' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/4699192657967189140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/4699192657967189140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2008/11/psikologi-suami-istri.html' title='Psikologi Suami – Istri'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-1155254195453528196</id><published>2007-06-27T09:29:00.000+07:00</published><updated>2007-06-27T09:33:08.752+07:00</updated><title type='text'>Mengqadha Shalat dalam Hukum Haid</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Fiqh&lt;br /&gt;Sumber: 52 Persoalan Sekitar Hukum Haid, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, Darul Haq&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang wanita mengalami haid pada pukul 01.00 siang umpamanya dan dia belum mengerjakan shalat Zhuhur, apakah dia harus mengqadha' shalat Zhuhur itu setelah suci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan-perbedaan di antara para ulama dalam masalah ini. ada yang berpendapat, dia tidak harus mengqadha' shalat itu karena dia tidak meremehkannya, juga tidak berdosa karena boleh baginya mengerjakan shalat sampai pada akhir waktunya. Ada lagi pendapat yang mengatakan, dia harus mengqadha' shalat itu berdasarkan keumuman sabda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mendapatkan satu raka'at dari shalat, maka ia telah mendapatkan shalat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sikap hati-hati ialah mengqadha' shalat itu karena hanya satu shalat saja dan tidak ada kesulitan dalam mengqadha'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita kedatangan haid setelah masuk waktu shalat, apakah wajib baginya mengqadha' shalat itu jika telah suci, demikian pula jika telah suci sebelum habis waktu shalat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Jika wanita kedatangan haid setelah masuk waktu shalat wajib baginya, jika telah suci mengqadha' shalat pada waktu dia haid bila dia belum mengerjakannya sebelum datangnya haid. Berdasarkan sabda Rasulullah shalallhu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mendapatkan satu raka'at dari shalat, maka ia telah mendapatkan shalat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seandainya seorang wanita bisa mengerjakan sekedar satu raka'at dari waktu shalat kemudian dia kedatangan haid sebelum mengerjakannya, maka jika dia suci nanti, wajib mengqadha'-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Jika wanita itu suci dari haid sebelum habis waktu shalat, wajib baginya mengqadha' shalat tersebut. Seandainya dia suci pada saat sekedar satu raka'at sebelum terbit matahari maka wajib baginya mengqadha' shalat Subuh. Atau suci sebelum terbenam matahari sekedar satu raka'at, maka wajib baginya mengqadha' shalat Ashar. Atau suci sebelum tengah malam sekedar satu raka'at, wajib baginya mengqadha' shalat Isya'. namun kalau suci setelah tengah malam, tidak wajib baginya shalat Isya' tetapi dia berkewajiban shalat Subuh bila telah masuk waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;"Kemudian apabila kami telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (seagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [QA An-Nisaa': 103]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti tidak boleh bagi seseorang mengerjakan shalat di luar waktunya atau memulai shalat sebelum masuk waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-1155254195453528196?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/1155254195453528196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=1155254195453528196' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1155254195453528196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1155254195453528196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/06/mengqadha-shalat-dalam-hukum-haid.html' title='Mengqadha Shalat dalam Hukum Haid'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-3854107227099647865</id><published>2007-05-31T10:57:00.000+07:00</published><updated>2007-05-31T11:02:37.231+07:00</updated><title type='text'>Aba'ah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Fiqh&lt;br /&gt;Sumber: Nasihat Ulama Besar untuk Wanita Muslimah, Penyusun Syaikh Hamd bin Ibrahim al-Huraiqi, Pustaka Ibnu Katsir &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan: Telah tersebar di kalangan wanita muslimah satu fenomena yang berbahaya berupa kebiasaan memakai aba’ah, yaitu busana yang menutupi tubuh hingga ke bahu dan menutupi kepala dengan maksud agar terlihat anggun dipandang. Aba’ah ini terlihat ketat, transparan sehingga terlihat bentuk dada dan tulang, dan mereka memakai busana ini karena ingin mengikuti mode atau karena ingin ketenaran. Bagaimana hukum memakainya? Apakah ini termasuk hijab yang disyariatkan? Dan apakah ini termasuk dari ancaman Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadistnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa pecut kemudian dengan pecut itu mereka memukul manusia dan perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, jika berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta yang meliuk-liuk, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak pula mendapat harumnya. sedangkan wangi Surga sudah dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas fatwanya, saya ucapkan Jazakumullah khairal jazza’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban: Allah Ta’ala telah memerintahkan wanita muslimah untuk menutupi tubuh secara sempurna dengan hijab sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.” (QS. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jilbab adalah kain panjang yang digunakan wanita untuk menutupi kepala dan seluruh anggota badannya seperti halnya misylah (pakaian kebesaran bangsa Arab bagi kaum prianya). Sedangkan aba’ah pada awalnya dipakai untuk kepala dan seluruh badan. Maka aba’ah termasuk penutup dan penghalang dari pandangan mata orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.” (QS. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak diragukan lagi bahwa menampakkan bentuk kepala dan kedua bahu wanita merupakan daya tarik yang akan memancing pandangan orang lain, jika wanita muslimah memakai aba’ah yang hanya sampai bahu, maka sama seperti laki-laki karena menampakkan bentuk kepala, leher, dan bentuk bahu serta menjelaskan secara detail sebagian anggota tubuhnya seperti dada, punggung, dan lainnya. Ini semua merupakan sebab terjadinya fitnah, memancing pandangan orang lain, serta mendekatkan diri pada orang jahil walaupun ia termasuk wanita yang menjaga kehormatan diri. Atas dasar inilah, maka tidak boleh bagi seorang muslimah memakai aba’ah yang hanya menutup hingga bahu karena adanya larangan, dan dikhawatirkan masuk kepada ancaman Nabi shalallahu a’alaihi wasallam dalam hadist di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdullah bin Jibrin&lt;br /&gt;pada 27/8/1413 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-3854107227099647865?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/3854107227099647865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=3854107227099647865' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/3854107227099647865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/3854107227099647865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/05/abaah.html' title='Aba&apos;ah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-1019660623561270739</id><published>2007-05-19T06:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-19T06:30:50.204+07:00</updated><title type='text'>Ucapan Selamat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Baaraakallahu lakum wa baaraka 'alaykum wajama'a baynakumaa fii khayr"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, telah menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Faridah Hanim (kembang / h4nim)&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;Kristanto Hadi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Mei 2007 di Mojokerto (Jawa Timur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-1019660623561270739?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/1019660623561270739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=1019660623561270739' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1019660623561270739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/1019660623561270739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/05/ucapan-selamat.html' title='Ucapan Selamat'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03865605095593156713'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-197556822121323038</id><published>2007-04-26T07:52:00.000+07:00</published><updated>2007-04-26T07:58:15.110+07:00</updated><title type='text'>Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Nasehat&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Alia &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nasehat dari Ingrid Mattson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya ingin menasehati Muslim di Indonesia untuk berhati-hati menghadapi sejumlah permasalahan serius akibat modernisasi dan industrialisasi. Saya sedih melihat begitu banyak sungai dan seluran air di Jawa yang terpolusi, melihat sampah dan kotoran di jalan dan melihat pabrik-pabrik menyemburkan asap beracun ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah memberi manusia tanggung jawab untuk melindungi bumi ini dan agaknya kita tidak melaksanakan tugas ini dengan baik. Malahan, kita saat ini sedang menghancurkan bumi. Akibatnya, semua orang akan menderita secara fisik, mental, dan spiritual. Islam adalah agama yang suci dan mencintai kesucian (thaharah dan tazkiyyah) dan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassallam sendiri pernah berkata, "Allah itu indah dan cinta keindahan." Jadi, saya ingin mengajak para brothers dan sisters di Indonesia untuk memegang tanggung jawab ini dengan sungguh-sungguh dan untuk bekerja menciptakan lingkungan yang bersih dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menasehati my sisters untuk berhati-hati menghadapi godaan-godaan konsumerisme. Kita semua suka baju, perhiasan, dan perabot yang bagus. Kita semua ingin membahagiakan anak-anak dengan memberi mereka pakaian dan mainan yang bagus. Tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai tertipu sehingga mengira bahwa banyak berbelanja membawa kebahagiaan. Padahal kebahagiaan hanya bisa kita dapatkan bila memiliki hati yang baik dan penuh kasih sayang, dan selalu tunduk kapada Allah. Kita justru akan lebih bahagia kalau berbagi denga kaum dhuafa, daripada kalau kita hambur-hamburkan uang  untuk barang-barnang yang tidak akan kita pakai lagi dalam waktu dekat. Sewaktu di Jakarta saya sedih sekali melihat kondisi kaum miskin di sana. Padahal, adalah kewajiban agama kita sebagai Muslim untuk menolong tetangga kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-197556822121323038?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/197556822121323038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=197556822121323038' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/197556822121323038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/197556822121323038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/muslimah-indonesia-hati-hati-godaan.html' title='Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-2659375682539482534</id><published>2007-04-19T16:07:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T16:49:32.633+07:00</updated><title type='text'>FYI : For Your Information</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: FYI&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Muslimah &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Kerudung Segi 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, kerudung segi 4 adalah modifikasi dari scarf yang dililit di leher atau untuk menutupi kepala ketika panas. Bentuknya pun lebih kecil dari yang sekarang. Pada tahun 1960-an, scarf dan kaca mata lebar sangat populer di kalangan perempuan Amerika dan Eropah. Mengikut trend dari gaya Jacky Kennedy dan baju rancangan Channel. Kala itu menjadi aksesoris wajib bagi para selebritis Hollywood. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, si segi empat mungil semakin menebar pesona dan disukai oleh perempuan Mesir, Iran, dan Pakistan. Namun, kenapa di Arab kerudung ini tidak populer? Sebab perempuan Arab lebih banyak menggunakan bergo super lebar dan berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan si segi empat ini pun mulai melanglang menuju Asia lewat jemaah haji sebagai oleh-oleh. Sekarang, kerudung ini sangat populer dan banyak sekali motifnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, yang satu saduran dari Jacky Kennedy yang satu bagian dari budaya Arab (Islam). Ayo, pilih yang mana? *_^ Be a smart muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Si Selop?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih unik lagi dengan si selop ini. Dulunya selop merupakan sandal (sepatu) buat kaum cowok. Selop banyak dipakai oleh raja-raja zaman dulu. Sri Sultan Hamengku Buwono IX selalu memakai selop di segala kesempatan. Begitu juga dengan Napoleon Bonaparte, memakai selop ini yang dinamakan Mule Shoes, sejenis sandal tertutup namun bagian belakangnya terbuka. Model mule ini sangat beragam, pada masa Renaissance di Eropah, model mule sangat unik, bersol tebal dan posisi solnya ada di tengah. Aneh ya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami berbagai bentuk. mule pun semakin akrab di kalangan perempuan, bahkan modelnya juga lebih cewek banget. Mulai dari hak datar hingga yang lancip. Selop bagi kaum pria juga mulai berubah gaya menjadi lebih terbuka, seperti sandal gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model (dunia) emang suka terbalik-balik ya. Aneh. Yang awalnya bagi wanita menjadi umum bagi pria dan yang awalnya bagi pria menjadi umum bagi wanita. Asal jangan sampai kita menjadi terlihat seperti pria aja, inilah yang terlarang. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smart Choice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata nih sekarang udah mulai banyak muslimah yang memilih toko buku sebagai tempat favorit. Keren euy. Berarti udah makin pinter aja kaum muslimah di Indonesia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kira-kira buku apa aja yang dibaca? Komik? Enggaklah, pastinya buku-buku yang dibaca adalah buku yang bermanfaat, bermanfaat di dunia ini dan juga manjadi bekal untuk akhirat. Waw, smart choice ya smart muslimah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-2659375682539482534?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/2659375682539482534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=2659375682539482534' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/2659375682539482534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/2659375682539482534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/majalah-muslimah.html' title='FYI : For Your Information'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-5491064431228719900</id><published>2007-04-19T12:41:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:44:24.751+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Wanita Sholehah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Artikel&lt;br /&gt;Sumber: NN &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memenuhi 2 syarat saja yaitu:&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?&lt;br /&gt;- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.&lt;br /&gt;- Wajib menutup aurat&lt;br /&gt;- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah&lt;br /&gt;- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya&lt;br /&gt;- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa&lt;br /&gt;- Berbuat baik kepada ibu &amp; bapa&lt;br /&gt;- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang&lt;br /&gt;- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa&lt;br /&gt;- Bersikap baik terhadap tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;- Memelihara kewajipan terhadap suami&lt;br /&gt;- Sentiasa menyenangkan suami&lt;br /&gt;- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.&lt;br /&gt;- Tidak cemberut di hadapan suami.&lt;br /&gt;- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur&lt;br /&gt;- Tidak keluar tanpa izin suami.&lt;br /&gt;- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami&lt;br /&gt;- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran&lt;br /&gt;- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.&lt;br /&gt;- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp;amp; kecantikannya serta rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lupa mengingat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:&lt;br /&gt;"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mudah terpedaya dengan syahwat&lt;br /&gt;4) Lemah iman&lt;br /&gt;5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich&lt;br /&gt;Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(source : NN )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-5491064431228719900?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/5491064431228719900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=5491064431228719900' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/5491064431228719900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/5491064431228719900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/menjadi-wanita-sholehah.html' title='Menjadi Wanita Sholehah'/><author><name>hanim kris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10546849270659600803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00234187527325553917'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-6003513183228438736</id><published>2007-04-17T06:56:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T07:13:43.333+07:00</updated><title type='text'>Iman kepada Kitab-kitab-Nya</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: aqidah&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyakini bahwa Allah telah menurunkan Kitab-kitab suci kepada para Rasul-Nya untuk menjadi hujjah, petunjuk, pengetahuan bagi seluruh isi alam, dan pegangan bagi mereka yang mengamalkan ajran-ajaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Kitab-Nya, yaitu Taurat (Nabi Musa 'alaihissallam), Injil (Nabi Isa 'alaihissallam), Zabur (Nabi Dawud 'alaihissallam), Suhuf Ibrahim 'alaihissallam dan Musa 'alaihissallam, Al-Quran (Nabi Muhammad shalallahu 'alaihissallam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah me-nasakh (mengkadaluarsakan) kitab-kitab sebelum Al-Quran dan menjadikan Kitab Al-Quran terpelihara dengan penuh dan tidak dapat diubah-ubah oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab sebelum Al-Quran diturunkan untuk umat tertentu dan untuk jangkauan waktu yang terbatas serta telah banyak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini dilakukan oleh manusia dan banyak menyelisihi isi Al-Quran. Contohnya adalah perbuatan kaum Nasrani dalam merubah Injil dalam aqidah kaum Nasrani, sebagaimana telah diketahui bersama yaitu aqidah Trinitas. Mereka mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga. Ini merupakan kedustaan terhadap Al-Masih Isa ibnu Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Baqarah 79: &lt;br /&gt;"Maka amat celakalah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata, 'ini dari Allah'. Dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit. Maka celaka besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis dengan tangan mereka sendiri. Dan celaka besar pula bagi meraka karena apa yang mereka kerjakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam Al-An'am 91:&lt;br /&gt;"Katakanlah: Siapakah yang menurunkan kitab Taurat yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi umat manusia? Kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan sebagiannya dan kamu sembunyikan sebagian besarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Allah menjadikan kitab Al-Quran terpelihara dengan penuh dan tidak dapat diubah-ubah oleh tangan manusia sebagaimana firman Allah dalam Al-Hijr 9:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami pulalah yang benar-benar memeliharanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran akan tetap menjadi hujjah sampai hari kemudian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-6003513183228438736?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/6003513183228438736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=6003513183228438736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6003513183228438736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6003513183228438736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/iman-kepada-kitab-kitab-nya.html' title='Iman kepada Kitab-kitab-Nya'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-9173079628257067908</id><published>2007-04-03T11:48:00.000+07:00</published><updated>2007-04-03T18:51:16.963+07:00</updated><title type='text'>FYI : Tentang Pemasangan Foto</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Nasehat&lt;br /&gt;Sumber: Friendster &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena aku mencintai kalian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temen yang saya cintai karena-Nya, tadinya, saya ngga percaya, ketika ada seorang ikhwan yang posting buletin yang berisi himbauan bagi para akhwat untuk tidak memasang foto (diri) di FS, karena ada web yang menyalahgunakan foto2 kita di FS, diedit menjadi... yaahh... kepalanya masih tetep wajah kita lengkap jilbab, sementara bagian tubuh lainnya diganti dgn milik org lain yang (maaf) tidak tertutup auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya benar2 tidak percaya. Sampe saya berpikir, kok malah jadi paranoid gini (astagfirulloh aladzim). Saya sempet adu argumen dengan temen saya itu. Hingga kemudian, beberapa hari yang lalu, kembali temen saya itu posting buletin, masih dengan tema yang sama, berisi forward message temen akhwat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran! Apakah ini benar2 serius? akhirnya saya bertanya kepada seorang temen lainnya yang lumayan ngerti IT. dan temen saya itu membenarkan keberadaan web itu, meskipun katanya udah di-ban sama penyedia situsnya, tapi entahlah... ketika saya mencoba nyari, ternyata link-nya masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ketik akhwatnakal ato akhwatcantik di search engine. dan temen-temen bakal tau ada apa. apa yang harus kita lakukan? itu sepenuhnya tergantung pada keputusan temen-temen. Gambar-gambar yang ada (saya ngga berani buka, saya hanya buka alamat2 yang memprotes blog itu, itu pun udah bikin saya eneg)memang keliatan hasil edit, bahkan sebagian bener2 jelek hasil editannya. tapi.. yaahh... semuanya terserah temen-temen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ingin memforward message ini, sertakan aja nama saya di bawah ini, jadi asal usul mesage ini jelas. Mohon maaf kalo tidak berkenan dengan message ini. semua itu hanya karena saya mencintai kalian karenaNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan sepenuh hati, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;erna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;Sedikit hadist yang berkaitan dengan gambar, foto, lukisan benda hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata kepad Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk, dan jangan pula meninggalkan kuburan yang menjulang tinggi kecuali engkau meratakannya." [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Janaâ-iz, 969]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis)." [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Al-Libas 5959, Muslim dalam bab yang sama 2109]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits yang ditegaskan dari Aisyah Radhiyallahu â€˜anha. Sesungguhnya Aisyah telah membeli bantal kecil untuk hiasan yang didalamnya terdapat gambar. Ketika Rasulullah melihat bantal tersebut, beliau berdiri di depan pintu dan enggan untuk masuk seraya bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. "Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan." [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Tauhid 7557, Muslim dalam bab Al-Libas 96-2197]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam telah menegaskan hal itu dengan sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Malaikat enggan memasuki rumah yang didalamnya terdapat lukisan." [Hadits Riwayat Al-Bukhari, bab Badâ-ul Khalq 3226, Muslim bab Al-Libas 2106]&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-9173079628257067908?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/9173079628257067908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=9173079628257067908' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/9173079628257067908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/9173079628257067908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/04/fyi-tentang-pemasangan-foto.html' title='FYI : Tentang Pemasangan Foto'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-8896511086293567828</id><published>2007-03-28T15:29:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:09:51.414+07:00</updated><title type='text'>Iman kepada Malaikat</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Akidah&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kita mempercayai Malaikat-malaikat Allah Ta'ala dan mereka semua hamba-hamba Allah yang mulia. Mereka melaksanakan setiap apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Firman Allah dalam surah Al-Anbiya' 26-27:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Artinya: "Sebenarnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak pernah mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka senantiasa mengerjakan perintah-perintah Allah."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tentu hal ini berbeda sekali dengan manusia yang bertindak memperturutkan hawa nafsu dan bahkan tak jarang melanggar larangan Allah untuk memenuhi nafsunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib mengimani nama-nama para malaikat yang telah disebutkan kepada kita dengan sifat-sifat dan tugas yang telah kita ketahui, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jibril, bertugas menyampaikan wahyu yang mengandung kehidupan bagi hati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikail, bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuhan yang mengandung kehidupan bagi jasad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Israfil, bertugas menuip sangkakala (Ash-Shuur) mengandung kehidupan di Hari Kiamat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Juga mengimani malaikat-malaikat lain yang telah disebutkan namanya namun telah jelas ada, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Malaikat Maut bertugas mencabut ruh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat penjaga gunung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat penguasa neraka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat penjaga pintu surga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat yang bertugas menuipkan ruh bagi janin dalam rahim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia yang berada di kanan dan kiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat yang bertugas menanyakan kepada mayat dalam kubur tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, dan siapa nabinya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Adapun yang tidak kita ketahui maka kita tidak boleh menetapkannya dan juga tidak boleh menafikannya (menghiraukannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat-malaikat itu tidak dijadikan Allah dalam bentuk tubuh kasar yang dapat dilihat oleh manusia. Sewaktu-waktu Allah memperlihatkannya (sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam pernah melihat Malaikat Jibril) dengan 600 sayapnya di atas langit. Beliau juga pernah melihat Malaikat Jibril berbentuk manusia / laki-laki dengan wajah putih, rambut hitam pekat, pakaian serba putih. Malaikat Jibril pernah berbicara dengan Maryam dalam bentuk seperti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat jumlahnya banyak. Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam pernah menyatakan bahwa Baitul Makmur ada di atas langit setiap hari tujuh puluh ribu malaikat masuk dan shallat di dalamnya dan tidak ada di antara mereka yang kembali.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-8896511086293567828?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/8896511086293567828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=8896511086293567828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/8896511086293567828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/8896511086293567828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/03/iman-kepada-malaikat.html' title='Iman kepada Malaikat'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-6515646471209233948</id><published>2007-03-23T14:35:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:09:57.391+07:00</updated><title type='text'>HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Kajian&lt;br /&gt;Sumber: Al Ustadz Ja’far Umar Thalib&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perkara haid atau sering dinamakan menstruasi atau nifas, tidak dimengerti oleh banyak kalangan Muslimah. Sehingga pelanggaran dalam masalah ini sering terjadi dikarenakan tidak mengerti. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami mengajak para Muslimah untuk memahami hukum di seputar haid dan nifas agar menjadi jelas bagi suami dan istri serta segenap remaja putri dalam mengamalkan syariah Allah dalam masalah ini. Dalam hal ini perlu adanya kejelasan bagi semua pihak, bahwa hukum Islam dalam masalah ini tidak hanya diperlukan para wanita untuk mengerti tentangnya, tetapi juga para suami yang akan berhadapan dengan urusan istrinya atau para ayah yang akan berhadapan dengan urusan putrinya yang menginjak usia baligh. Dengan demikian, pihak yang berkepentingan dengan pembicaraan masalah ini adalah segenap kaum Muslimin tidak terkecuali. Namun para wanita Muslimah, tentu lebih utama dalam kemestian untuk mengerti masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN HAID DAN NIFAS&lt;br /&gt;Para Ulama’ lughah dan Ulama’ fiqih memberikan keterangan tentang pengertian haid / nifas untuk menjelaskan kedudukan hukumnya. Dalam hal ini antara lain disebutkan bahwa Al-Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi telah memaparkan pengertian haid itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Ketahuilah olehmu bahwa yang dinamakan haid itu ialah darah yang ditumpahkan oleh rahim dengan sifat tertentu. Di dalam Syari’ah telah diberitakan adanya enam nama baginya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1). Dinamakan al-haidlu dan ini adalah nama yang populer. Dan dinamakan demikian karena mengalirnya darah itu dari rahim wanita. Karena haid itu secara bahasa artinya adalah mengalir.&lt;br /&gt;2). Dinamakan juga dengan at-thumtsu, Al-Farra’ menyatakan: At-thumtsu itu maknanya ialah “darah yang mengalir”. Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya di Ar-Rahman 56 yang memberitakan tentang para bidadari: Mereka tidak pernah diperawani oleh siapapun dari manusia dan jin.&lt;br /&gt;3). Dinamakan juga dengan al-ariku, karena adanya hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam yang berbunyi:   &lt;br /&gt;(hadits 1)&lt;br /&gt;“Apabila wanita telah Arikat (yakni berhaid), maka tidak halal untuk dilihat sedikitpun dari tubuhnya kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Dinamakan juga dengan adl-dlahiku, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah                                     Ta`ala dalam Surat Hud ayat ke 71:&lt;br /&gt;(ayat)&lt;br /&gt;“Dan istrinya berdiri mendengar berita gembira itu, maka iapun dlahikat.” (Hud: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Mujahid rahimahullah menjelaskan: “Kata dlahikat di ayat ini maknanya ialah berhaid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Dinamakan juga al-ikbar, sebagaimana firman Allah dalam Surat Yusuf 31:&lt;br /&gt;(ayat)&lt;br /&gt;“Maka ketika para wanita itu melihat Yusuf, mereka pun akbarnahu.” (Yusuf: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: “Maknanya ialah bahwa para wanita itu menjadi haid                                              ketika melihatnya.”&lt;br /&gt;6). Dinamakan juga al-i’shar, sehingga hujan lebat itu dinamakan al-i’shar karena keluarnya air dari awan itu seperti keluarnya darah dari rahim dengan deras.”&lt;br /&gt;Demikian Al-Imam Al-Mawardi menjelaskan istilah-istilah haid yang ada dalam Syari’ah, dan kami menukilkannya di sini dengan ringkas. Al-Imam Abu Bakr Muhammad bin Abdillah Ibnu Al-Arabi Al-Maliki menambahkan dua nama di samping keenam nama tersebut sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;7). Al-Farku. Dan juga yang ke 8. At-Thumsu.&lt;br /&gt;Kemudian diterangkan pula oleh Al-Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm Al-Andalusi sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Yang dikatakan haid itu ialah darah berwarna kehitam-hitaman yang kental yang baunya tidak sedap dan dengan aroma tertentu. Maka kapan saja darah yang demikian ini keluar dari kemaluan wanita, maka tidak halal baginya untuk shalat dan ….”&lt;br /&gt;Al-Imam Muwaffaquddin Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Qudamah menambahkan: “Haid itu adalah darah yang mengalir dari rahim wanita bila ia telah mencapai usia baligh, kemudian terus menerus darah itu keluar pada waktu-waktu tertentu.”&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani menerangkan: “Menurut kebiasaan yang dinamakan haid itu ialah mengalirnya darah wanita dari tempat yang khusus dalam waktu yang tertentu.”     &lt;br /&gt;Dalam pada itu, telah diriwayatkan dialog antar Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dengan A`isyah Ummul Mu’minin sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 2)&lt;br /&gt;“A`isyah menceritakan: Kami keluar dari Al-Madinah, tidak ada tujuan kecuali untuk menunaikan haji ke Makkah. Maka ketika kami telah sampai di tempat yang bernama Sarifa, aku haid. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam ketika itu masuk ke kemahku dan aku dalam keadaan menangis. Beliau menanyai aku: Kenapa engkau, apakah engkau bernifas? Aku menjawab: Ya. Maka beliau pun menjelaskan: Sesungguhnya perkara ini adalah sebagai suatu perkara yang telah ditentukan atas anak-anak perempuan Adam. Maka tunaikanlah segenap manasik haji, kecuali thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Haidl – Bab Al-Amru Bin Nufasa’ Idza Nufisna, hadits ke 294).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa haid itu dinamakan juga dengan nifas dalam istilah Syari’ah. Maka dengan berbagai penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Haid / nifas itu ialah keluarnya darah dari kemaluan wanita sejak ia baligh. Darah tersebut secara rutin keluar daripadanya setiap bulan sekali dalam beberapa hari sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Sifat darah haid itu merah kehitam-hitaman dan kental dengan aroma yang tak sedap dan khas. Darah nifas itu demikian pula sifatnya dan tetapi ia keluar ketika wanita itu usai melahirkan. Dan kadang-kadang haid itu dinamakan pula dengan nifas. Dalam istilah umum haid itu dinamakan menstruasi atau datang bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA KETENTUAN HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS&lt;br /&gt;Adapun hukum-hukum yang berkenaan dengan haid dan nifas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1). Darah haid dan nifas itu adalah darah najis dan kotor, sehingga harus disucikan dengan air dan alat-alat pensuci yang lainnya. (Lihat pembahasan masalah ini dalam SALAFY ed. 42 th. IV halaman 22 – 24, dengan judul AN-NAJASAT).&lt;br /&gt;2). Wanita yang dalam keadaan berhaid ataupun bernifas, dilarang menunaikan shalat apapun, hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 3)&lt;br /&gt;“Maka apabila datang darah haid, tinggalkanlah shalat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Haidl Bab Istihadhah dari A’isyah Ummul Mu’minin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun dalam keadaan nifas, dilarang berpuasa wajib ataupun sunnah. Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda kepada para wanita dalam rangka menerangkan betapa mereka memang adalah anak Adam yang kurang ibadahnya. Beliau menyatakan kepada mereka:&lt;br /&gt;(hadits 4)&lt;br /&gt;“Bukankah wanita itu bila berhaid dia tidak shalat dan tidak puasa?” Maka para wanitapun menjawab: “Bahkan memang demikian.” Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam menerangkan: “Yang demikian itulah sebagai bukti kekurangannya dalam perkara agamanya.” (HR. Bukhari dalam Shahih Bab Tarkul Ha’idl As-Shauma dari Abi Sa’id Al-Khudri radliyallahu `anhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun nifas tidak dihalalkan thawaf di sekeliling Ka’bah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam tentang masalah ini kepada A’isyah yang sedang berhaid:&lt;br /&gt;(hadits 5)&lt;br /&gt;“Tunaikanlah manasik hajimu kecuali thawaf di Ka’bah, sampai engkau suci.” (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;5). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun nifas, tidak dihalalkan untuk beri’tikaf atau tinggal di masjid. Hal ini sebagaimana telah dinyatakan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dalam sabdanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 6)&lt;br /&gt;“Adapun masjid, maka aku tidak menghalalkannya untuk orang yang junub dan tidak halal pula untuk wanita yang sedang berhaid.” (HR. Abu Dawud dan Al-Baihaqi dalam Sunan keduanya dari A’isyah Ummul Mu’minin radliyallahu `anha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Wanita dalam keadaan haid ataupun nifas tidak dihalalkan untuk berhubungan seks dengan suaminya. Hal ini sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sebagai berikut:&lt;br /&gt;(hadits 7)&lt;br /&gt;“Perbuatlah segala sesuatu, kecuali hubungan seks.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni boleh bagi suami bermesrahan dengan istrinya ketika dalam keadaan haid atau nifas dengan memperbuat segenap tubuhnya kecuali kemaluannya tidak boleh dimasuki oleh kemaluan suami.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Suami dilarang menjatuhkan cerai kepada istrinya bila si istri dalam keadaan sedang berhaid dan atau sedang bernifas. Karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam memerintahkan kepada Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab untuk merujuk kembali istrinya yang telah diceraikannya dalam keadaan haid.  Sebagaimana hal ini telah diriwayatkan oleh Nafi’maula Ibni Umar sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Dari Abdillah bin Umar radliyallahu `anhuma, beliau menceritakan bahwa beliau pernah di zaman Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam menceraikan istrinya dan sang istri dalam keadaan haid. Maka Umar bin Al-Khattab melaporkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam. Maka beliau pun bersabda: &lt;perintahkan&gt;.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabut Thalaq {Fathul Bari jilid 9 hal. 345, hadits ke 5251})&lt;br /&gt;Yakni sejak dijatuhkannya thalaq / cerai setelah suci yang kedua itu, maka mulailah dihitung masa `iddah bagi wanita yang telah dicerai oleh suaminya. Yaitu masa di mana wanita yang dicerai itu dilarang menikah atau membicarakan rencana pernikahan dengan pria lain sampai tiga kali haid dan atau tiga kali masa suci darinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-6515646471209233948?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/6515646471209233948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=6515646471209233948' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6515646471209233948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/6515646471209233948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/03/hukum-di-seputar-haid-dan-nifas.html' title='HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03865605095593156713'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117411393918800142</id><published>2007-03-17T12:05:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:07:26.055+07:00</updated><title type='text'>Iman (Iman pada Allah)</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Akidah&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang muslim berbicara tentang Agama Islam, tentu berkaitan erat dengan iman. Keimananlah yang membuatnya tergerak untuk memeluk agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman berasal dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-amn&lt;/span&gt; artinya rasa aman. Ini berarti iman dan rasa aman saling beriringan. Rasa aman yang dicakup adalah rasa aman di dunia dan di akhirat. Semakin kuat keimanan seseorang , maka rasa aman yang dimilikinya juga semakin kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalangan ahli ilmu mengatakan bahwa iman adalah pembenaran. Hal ini karena, orang yang membenarkan (rukun iman) adalah orang-orang yang memiliki rasa aman. Oleh sebab itu, dari sudut etimologi, iman berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;at-tashdiq&lt;/span&gt; (pembenaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna iman secara syara' bukan sekedar pembenaran saja, namun iman adalah pembenaran yang diikuti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penerimaan dan ketaaatan&lt;/span&gt;. Ahlus Sunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa iman adalah ucapan dan amalan; ucapan hati dan lisan, serta amalan hati, lisan, anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil pemisalan (di luar iman). Misalnya di sebuah tempat kursus komputer. Seorang pengajar mengajak didikannya untuk percaya padanya dan mengikuti petunjuknya serta nasehatnya agar nantinya mahir menggunakan komputer. Seorang didikannya pun berkata sangat mempercayai gurunya juga keahlian gurunya itu. Namun, dia tidak berusaha mengikuti petunjuk dan nasehat gurunya. Lalu, apakah dia dapat dikategorikan murid yang mempercayai kemampuan gurunya? Ataukah dia termasuk murid yang pemalas? Ataukah pembangkang? Padahal, dia tidak pernah berkata kasar pada gurunya, tidak pula bermuka masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, setiap insan manusia yang mengakui memiliki iman akan terealisasi dalam perbuatannya sehari-hari. Terlihat dalam ketaatannya dalam menjalani setiap hal yang diwajibkan padanya dan menghindari hal-hal yang telah dilarang padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dasar-dasar Keimanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah sama-sama kita ketahui bahwa rukun iman ada enam, yaitu:&lt;br /&gt;1. Beriman kepada Allah&lt;br /&gt;2. Beriman kepada para Malaikat-Nya&lt;br /&gt;3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya&lt;br /&gt;4. Beriman kepada para Rasul-Nya&lt;br /&gt;5. Beriman kepada Hari Akhir&lt;br /&gt;6. Beriman kepada Qadar Allah, baik dan buruknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iman Kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada Allah mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Iman pada keberadaan Allah.&lt;/span&gt; Barangsiapa yang mengingkari keberadaan Allah atau ragu-ragu atas keberadaan-Nya ataupun memiliki kebimbangan walaupun sedikit, maka ia bukan lagi seorang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman dalam surah Ath-Thuur 35:&lt;br /&gt;"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) ?"&lt;/blockquote&gt;Ketika seseorang mampu membuat komputer super canggih dan berkata bahwa komputer itu tak mungkin dibuat secara kebetulan. Ialah yang telah bersusah payah membuatnya. Lalu, apakah dia tidak bertanya, siapa yang menciptakan dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Iman kepada Rububiyah-Nya&lt;/span&gt;, yaitu engkau beriman bahwa Allah sajalah sebagai Rabb (Tuhan). Makna Rabb adalah pemilik, pengatur, dan pembimbing. Allah memiliki hukum kauniyah (takdir) dan Syar'iyyah dan tandzimi (pengaturan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Iman kepada Ulluhiyah-Nya&lt;/span&gt;, yaitu bahwa hanya Allah saja yang berhak diibadahi. Bukan termasuk iman kepada Allah, jika di lain waktu bershalat pada-Nya dan di lain waktu membuat sesajen untuk hal-hal ghoib selain Allah. Sekecil dan seremeh apapun bentuk sesajen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Iman kepada Asma' dan sifat Allah&lt;/span&gt;, yaitu iman kepada nama-nama-Nya. Yang baik, yang telah difirmankan Allah dalam surah Al-A'raaf 180. Nama-nama itu tercantum dalam Al-Quran dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang mempu menghitungnya, maka ia masuk jannah." (HR Bukhari, At-Tirmidzi)&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Iman kepada sifat-sifat Allah yang telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya&lt;/span&gt;. Apabila ada ayat  ataupun hadist yang berkaitan dengan Ama dan Sifat Allah, maka tugas kita adalah mensucikannya dari dua hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak mereka-reka sifat tersebut&lt;br /&gt;- Tidak boleh menentukan bentuk sifat tersebut. Hal ini akan memberi anggapan bahwa Allah Ta'ala memiliki sifat seperti sifat makhluk. Atau akan mengarahkan kita kepada pengingkaran, yaitu mengingkari sifat Allah. Yang dengan itu berarti kita mendustakan Allah Ta'ala terhadap apa yang telah Dia beritakan tentang diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman dalam Surah Asy-Syuraa 11:&lt;br /&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."&lt;/blockquote&gt;Oleh karena itu, ketika Imam Malik rahimallah ditanya seseorang tentang firman Allah dalam surah Thaha 5:&lt;br /&gt;"(yaitu) Rabb yang Maha Pemurah, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersemayam (istawaa) di atas arsy&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Allah ber-istawaa? Yaitu bertanya bagaimana bentuk istawaa-Nya? Maka jawabannya yang masyhur:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Makna istawaa sudah diketahui, kaifiyatnya (bagaimananya) tidak diketahui, iman kepadanya wajid dan bertanya tentangnya adalah bid'ah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna istawaa (dalam bahasa arab) adalah sudah jelas, yaitu 'di atas'. Namun, bagaimananya kita tidak tahu. Iman kepadanya adalah wajib. Hendaknya kita mengimani sifat-sifat ini dan meyakini bahwa sifat tersebut benar-benar hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117411393918800142?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/117411393918800142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=117411393918800142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117411393918800142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117411393918800142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/03/iman-iman-pada-allah.html' title='Iman (Iman pada Allah)'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117238426583727528</id><published>2007-02-25T13:13:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:07:12.220+07:00</updated><title type='text'>ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Tauhid&lt;br /&gt;Sumber: Prinsip Dasar Islam, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At-Taqwa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat kembali KTP masing-masing. Baca bagian agama, tertulis 'Islam'. Lalu tanyakan pada diri masing-masing, sebenarnya apa yang dimaksud Islam itu. Mungkin ada yang dengan yakin dapat menjawabnya, ada yang ragu, ada yang nyeleneh saja.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Islam adalah agamaku. Titik."&lt;br /&gt;"Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan sempurna."&lt;br /&gt;"Islam adalah agama dari Allah untuk manusia yang diturunkan melalui Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam."&lt;br /&gt;"Islam adalah mengakui Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam sebagai Rasululllah dan Nabi terakhir."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;^_^ Semuanya benar tuh. Lebih jelas lagi mengenai pengertian Islam. Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Etimologi&lt;/span&gt;, Islam berarti tunduk, patuh, atau berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syari'at&lt;/span&gt;, Islam memiliki dua pengertian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bila tanpa diiringi dengan Iman, berarti mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah diri kepada Allah SWT atas semua yang telah ditentukan dan ditakdirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila diiringi dengan Iman, berarti perkataan dan amal-amal lahiriah yang dengannya terjaga diri dan hartanya, baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata Iman berkaitan dengan amal hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang telah meyakini bahwa agama yang dianutnya adalah Islam, dirinya harus benar-benar komitmen terhadap pilihannya itu dengan cara mengikuti segala ajaran di dalamnya. Belum sempurna dikatakan Penganut Agama Islam bila tidak berkemauan keras untuk mempelajari Islam, mengamalkannya, hingga mengajarkan ilmunya pada orang lain. Masa sih mengaku Islam tapi shalat aja masih enggan.... ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memiliki tingkatan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam&lt;/span&gt; memiliki 5 rukun:&lt;br /&gt;1. Mengucap kalimat dua syahadat;&lt;br /&gt;2. Menegakkan shalat;&lt;br /&gt;3. Membayar zakat;&lt;br /&gt;4. Puasa di Bulan Ramadhan;&lt;br /&gt;5. Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iman&lt;/span&gt;, mencakup perkataan dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan kebaikan dan dapat berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiat. Memiliki 6 rukun:&lt;br /&gt;1. Iman kepada Allah SWT;&lt;br /&gt;2. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya;&lt;br /&gt;3. Iman kepada kitab-kitab-Nya;&lt;br /&gt;4. Iman kepada rasul-rasul-Nya;&lt;br /&gt;5. Iman kepada Hari Akhir;&lt;br /&gt;6. Iman kepada takdir yang baik dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ihsan&lt;/span&gt;, memiliki satu rukun, yaitu engkau beribadah kepada Allah SWT seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"... Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu.." (QS Al-Maaidah: 3)&lt;/blockquote&gt;Berdasarkan ayat di atas, telah dinyatakan bahwa Agama Islam ini telah sempurna. Tak ada kekurangan di dalamnya. Tak perlu dan tak boleh ada penambahan di sana sini. Tindakan-tindakan penambahan dalam Islam (bid'ah) mencerminkan sebuah keyakinan bahwa agama ini belumlah sempurna. Kewajiban para ummat Islam adalah ittiba' (mengikuti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Agama Islam diturunkan secara sempurna, maka sempurnalah nikmat dari Allah SWT. Kewajiban para Ummat Islam adalah bersyukur atas nikmat itu dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah sesuai dengan apa yang telah Rasulullah SAW ajarkan, berdasarkan Al-Quran, dan As-Sunnah (hadist). Beribadah dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sudahkah tindakan kita sehari-hari mencerminkan diri kita sebagai seorang Islam, sesuai dengan KTP itu? ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117238426583727528?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/117238426583727528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=117238426583727528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117238426583727528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117238426583727528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/02/islam.html' title='ISLAM'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03865605095593156713'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117065540897069583</id><published>2007-02-05T12:53:00.000+07:00</published><updated>2007-03-29T10:10:08.898+07:00</updated><title type='text'>Valentine = Aku Sayang Padamu ??</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: akidah&lt;br /&gt;Sumber: - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Han, kemarin aku melihat bantal bentuk love yang cantik banget. Warnanya nge-pink pula," ucap Mira pada Hani, teman sebangkunya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus?" Sedikitpun Hani tak tertarik dengan ucapan Mira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saja ada cowok yang memberikan kado itu padaku. Di hari valentine pula.... Romantis banget ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani kaget mendengar pengakuan Mira. "Hey, emang valentine tuh apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh keyakinan Mira menjawab, "hari kasih sayang."&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kasih sayang apaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh Hani, emang di kotamu dulu ga ada valentine? Udik juga ya. Hehehehe."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh jadi, selain hari valentine itu kita ga boleh menunjukkan kasih sayang, gitu? Maklumlah Mir, aku kan emang dari udik. Kasih tau lagi dong tentang valentine itu." Hani menjadi penasaran dengan Hari Valentine itu. Hal yang membuatnya penasaran adalah namanya yang berbau kebarat-baratan. Ia takut kalau valentine adalah sebuah budaya atau bahkan perayaan yang diambil dari agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh sayang, itu aja deh yang aku tau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, ga lengkap," jawab Hani. Hani memang termasuk gadis yang cukup kritis. Ia tidak akan mau menerima sesuatu secara mentah tanpa mencari tau, mencari ilmu tentang hal itu. Kemudian Hani mempunyai ide, "gimana kalau nanti kita ke warnet, kita cari tau tentang valentine yang kamu elu-elukan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, dasar kamu Han, peneliti cilik. Tapi, baiklah. Kalau sudah jelas, nanti kita sama-sama merayakan valentine ya, tukaran kado."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"InsyaAllah," jawab Hani dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah berfirman, yang artinya “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya.” (QS: Al Isro’: 36)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Valentine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir -Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;' From Your Valentine '&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Valentine dan Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, glamour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Mira, sudah baca artikelnya," tanya Hani pada Mira. Hani cukup terkejut setelah membaca sejarah asli perayaan Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah Hen," Mira juga terkejut dengan apa yang dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata itulah sejarah dari valentine. Kalau sudah tau begini, terus terang aku tak akan mau merayakannya," ucap Hani dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kenapa? Perayaan ini kan sudah mendunia, jadi bukan cuma perayaan bagi Kristen saja." Untuk hal ini, Mira masih bingung karena masih kurang ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu salah sayang. Perilaku kitalah yang membuat perayaan itu menjadi tersamar. Sudah sepatutnya kita harus mampu memisahkan diri dari segala perbuatan yang menyamakan kita kepada mereka. Ingat, kita harus mampu! Kalau kita tetap saja mengatakan hal itu tak mengapa, maka akan banyak lagi budaya-budaya baru bahkan perayaan keagamaan mereka yang kita sadur. Lalu, apa yang tertinggal pada kita selain kita akhirnya menjadi satu dan sama dengan mereka? Demi Allah, aku tidak akan mengubah keimananku dan akidahku dengan hal seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh itukah," Mira merenung sebentar, "tapi aku setuju dengan apa yang Hani katakan. Masuk akal juga. Kalau bukan kita lalu siapa lagi? Sudah terlalu jauh kita menempatkan diri menjadi golongan pengikut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, benar. Seharusnya sejak kita yakin bahwa Islam adalah agama yang benar, maka hindarkan diri dari hal-hal yang jelas-jelas tidak diajarkan dalam Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huaaaah.....," Mira terisak, "jadi, selama ini aku salah......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istighfar sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, aku punya sahabat baru sepertimu, Hani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mengingatkan kita tentang hal ini dalam firmannya, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya'." (QS. Al-Baqarah : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, ia termasuk mereka." (HR Ahmad, Abu Daud; dishahihkan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist lainnya, "Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik." (HR. Bukhari-Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117065540897069583?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/117065540897069583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=117065540897069583' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117065540897069583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117065540897069583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/02/valentine-aku-sayang-padamu.html' title='Valentine = Aku Sayang Padamu ??'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-117022344641650182</id><published>2007-01-31T12:53:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T22:59:34.135+07:00</updated><title type='text'>Bertetangga</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Fiqh&lt;br /&gt;Sumber: berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Engkau adalah pakaianku dan kehormatan tetanggaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan wajib bagiku untuk menjaga tetanggaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya tetangga jika jauh dari mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang ditinggal dan dirahasiakan harus dijaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tak peduli apakah pintu ada tirai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang menjurai atau bahkan tanpa tirai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga". [HR Imam Ahmad dan Hakim]&lt;/blockquote&gt;Sikap buruk dalam bertetangga termasuk dalam sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dinamakan tetangga mencakup seorang muslim dan seorang kafir, seorang ahli ibadah dan seorang fasik, teman dan musuh, orang asing dan orang senegri, orang yang bisa memberi manfaat dan orang yang memberi madharat, orang dekat dan orang jauh serta yang paling dekat dengan rumahnya dan paling jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali bin Abi Thalib, batasan tetangga adalah: 'Siapa saja yang mendengar panggilan, maka dia adalah tetangga masjid'. Sekelompok manusia berpendapat :'Barangsiapa tinggal bersama seseorang disuatu tempat atau kota, maka dia adalah tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya". [HR Muslim].&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya". [HR Muslim].&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Dan sabda beliau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya". [HR Muslim]&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa hak tetangga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan kau sakiti dirinya&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda. "Barangsiapa beriman kepada Allah dari Hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya." [Mutaffaq Alaih: HR Ahmad dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berbuat baiklah kepada mereka&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "... dan berbuat baiklah kepada tetanggamu maka kamu akan menjadi muslim." [Ibnu Majjah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Tetangga dekat dan tetangga yang jauh." [QS An-Nissa : 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikaplah dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya serta berikan mereka hadiah.&lt;br /&gt;Rasulullah memberikan rambu-rambu dalam memberikan hadiah agar didahulukan orang yang paling dekat pintunya dari rumah. Hal ini pernah ditanyakan pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab, "Berilah hadiah kepada yang paling dekat pintunya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hormati dan hargai mereka&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Salah seorang dari kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, "Barangsiapa mempunyai kebun bersama teangganya, atau mitra maka ia tidak boleh menjualnya hingga ia bermusyawarah dengannya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar terhadap tetangga&lt;br /&gt;Menghadapi tetangga yang buruk sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berlaku sabar dalam menghadapinya. Hal ini akan menyebabkan diri kita dicintai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan yang Allah mencintai mereka... Seseorang yang memiliki tetangga, dia disakiti oleh tetangganya kemudian bersabar atas gangguan tersebut sampai keduanya dipisahkan oleh kematian atau sekedup." [HR Imam Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan terhadap tetangga harus terjalin baik dan akrab. Akan tetapi akibat hubungan dengan tetangga yang akrab itu, tidak berarti tidak beresiko. Tetangga menjadi tau masalah yang harusnya merupakan rahasia keluarga. Hal ini dapat terjadi karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka mendengar sendiri keluhan yang diucapkan;&lt;br /&gt;- istri atau suami sendiri yang secara sengaja mengadu masalahnya kepada tetangga dengan maksud musyawarah;&lt;br /&gt;- bisa jadi suami atau istri merasa lebih tengan mengadu pada tetangga agar permasalahan tidak bocor pada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini, ada beberapa adab dalam bertetangga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyembunyikan aib keluarga yang ada. Jangan sebarkan.&lt;br /&gt;Janganlah bebas mengumbar cacat (aib) yang ada, apalagi kekurangan salah satu pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berusaha melakukan islah (mendamaikan) antara pasutri yang sedang bertikai.&lt;br /&gt;Islah yang dilakukan dengan cara mendengarkan penuturan dari kedua belah pihak kemudian dicari titik temunya. Ini memunjukkan boleh mengadu persoalan pribadi kepada tetangga bila tetangga tersebut dipandang memiliki pemikiran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tetangga tidak boleh menghasut suami atau istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil-Barr berkata : "Ada tiga hal yang jika ada pada seseorang, maka tidak diragukan lagi akal dan keutamaannya : jika dia dipuji oleh tetangga, kerabat dan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair Islami yang menunjukkan bagaimana indahnya hubungan bertetengga itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kutundukkan pandanganku di kala muncul tetangga wanita.&lt;br /&gt;Hingga tetangga wanita terlindungi oleh rumahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam...&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rujukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Ensiklopedia Muslim, Abu Bakr Jahr Al-Zazain; Darul Falah Oktober 2000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Problem Suami Istri dan Penyelesaiannya secara Islami; At-Tibyan Desember 1998&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Majalah As-Sunnah Edisi 11/!V/1422H/2000M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF; Yayasan Al-Madinah - Surakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Asyraus Sa'ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-117022344641650182?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117022344641650182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/117022344641650182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2007/01/bertetangga.html' title='Bertetangga'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116469017756917218</id><published>2006-11-28T11:44:00.000+07:00</published><updated>2006-11-28T12:02:57.600+07:00</updated><title type='text'>Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Aqidah&lt;br /&gt;Sumber: Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaith. Fathul Majid Syarh Kitab, Tauhid [Edisi Revisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;Sore itu, Mita lagi kesal berat. Bete. Wajahnya cemberut, jelek banget pokoknya. Diambilnya sebuah majalah remaja edisi terbaru, kemudian mulai dibuka-bukanya. Matanya terhenti pada halaman 'Zodiak Kamu'. Dalam hatinya, Mita berkata, "Zodiak? Gak boleh percaya sama yang beginian. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syirik namanya&lt;/span&gt;." Tapi matanya tak bergerak ke halaman berikutnya. "Hmmm, baca aja gpp kok, asalkan ga percaya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0); font-style: italic;"&gt;Taurus : Tersenyumlah. Kamu akan mendapatkan kejutan manis yang tak terduga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;Secara otomatis, Mita tersenyum. Manis banget senyumnya. Dilanjutnya membaca zodiak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0); font-style: italic;"&gt;Tapi hati-hati dengan ulah seorang teman. Tindakan cerobohnya dapat menghancurkan kerjaan yang sudah kamu kerjakan dengan hati-hati. Keahlianmu memang sangat diandalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;"Mita," ungkap Mita dengan bangga. "Kerjaan mana yang gak Mita selesaikan dengan baik? Bagaimana ya kalau Mita gak ada? Kacau balau tuh kayaknya semuanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira, apakah Mita termasuk orang yang ga percaya pada ramalan? Ada dua kesalahannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Senyuman manis Mita itu merupakan ungkapan sikap percaya pada ramalan yang sudah dibacanya.&lt;br /&gt;2. Ungkapan membanggakan diri (ujub diri) juga menunjukkan rasa percaya pada ramalan. Bahkan, dalam kalimatnya itu, ia telah menduakan Allah. Dia lupa, bahwa dengan ijin dan kasih sayang Allah sajalah sehingga ia mampu menyelesaikan pekerjaannya itu. Harusnya ia mengucapkan syukur pada Allah karena diberikan kemudahan dan kesempatan juga keahlian dalam menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh tentang ramal-meramal. Kenapa hal itu tak boleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw yang kita sayangi itu adalah utusan Allah. Beliau adalah manusia yang spesial, maksum (terlepas dari dosa karena Allah menjaganya). Beliau banyak mengetahui hal-hal ghoib. Ingat tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Tapi, tau engga, Rasulullah saw aja tidak mengetahui secara rinci apa yang akan terjadi di masa datang. Beliau tidak tau, apakah sebentar lagi akan ada kejutan manis tak terduga, misalnya. Mengenai pengetahuannya tentang beberapa hal ghoib sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Jinn : 26-27,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak menjelaskan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan di hadapan dan di belakangnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, dari ayat di atas, dapat diketahui bahwa tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, itu semua rahasia Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Rasululullah adalah saat ia tidak mengetahui apakah di dapurnya ada makanan yang dapat dimakan atau tidak. Bila ditanyakannya pada 'Aisyah ra (istri beliau) dan jawabannya tidak ada, maka Rasulullah hari itu akan berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Rasulullah saja tidak mengetahuinya, masa sih seorang peramal bisa tau. Aneh ga sih? Usut punya usut, ternyata para peramal/ dukun/ orang pintar/ itu mendapatkan info dari para jin dan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini nih dalilnya, dulu sewaktu Rasulullah saw masih hidup, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang tukang ramal, beliau bersabda, "mereka tidak ada apa-apanya." Para sahabat bertanya, "wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami." Maka Rasulullah saw bersabda, "itu adalah kalimat yang benar, yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (peramal/ dukun). Maka para dukun tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seribu kedustaan (kata-kata manis)." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist di atas, peramal/ dukun merupakan kaki tangannya jin dan syetan, para walinya. Setan itu memang sukanya menggoda manusia sehingga terjerumus ke jalan yang salah, menjadi teman mereka di neraka nantinya. Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa manusia ke jalan yang lurus. Kontradiksi kan? Makanya, bila mengakui perkataan para peramal/ dukun berarti sama saja memilih jalannya setan dan mendustakan Rasulullah sebagai utusan Allah. Hal ini diperkuat oleh hadist:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mendatangi dukun atau paranormal lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad saw." (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mudah aja kan, pilih jalan ke surga atau ke neraka? Agar dapat menjaga hati untuk ga tergelincir pada percaya ramalan, tak perlulah zodiak (shio dan ramalan lainnya) dibaca. Cara lainnya, pilihlah majalah Islam yang tidak memuat ramal-ramalan seperti itu. Menyehatkan dan melegakan kan? ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'allam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116469017756917218?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116469017756917218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116469017756917218' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116469017756917218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116469017756917218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/11/ramalan-zodiak-shio-no-way.html' title='Ramalan, Zodiak, Shio ...? NO way !!'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116408495216405840</id><published>2006-11-21T11:51:00.000+07:00</published><updated>2006-11-21T12:03:36.970+07:00</updated><title type='text'>Engkau Telah Mulia dengan Menjadi Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: muhasabbah&lt;br /&gt;Sumber: Menjadi Wanita Paling Bahagia; Penulis DR. Aidh al-Qarni; Penerbit Qisthi Press&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Allah kelak akan menjadikan kelapangan setelah kesempitan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Putus asakah engkau melihat kebebasan hati, lalu di mana Allah dan ketentuan-Nya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua musibah yang menimpa atas kehendak Allah menjadi penebus dosa dengan seizing-Nya. Bergembiralah dengan apa yang tertulis dalam hadis Rasulullah saw: “Apabila seorang perempuan taat kepada Tuhannya,mendirikan shalat lima waktu (yang menjadi kewajibannya), dan menjaga kehormatannya, maka ia akan masuk surga Tuhannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah perkara yang mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah. Oleh karena itu saudariku, laksanakanlah amalan-amalan yang agung tersebut, agar engkau dapat menemui Tuhan Yang Maha Pengasih, berjalan sesuai dengan al-Quran dan sunnah Nabi-nya, niscaya engkau akan menjadi seorang muslimah sejati. Dan itu, kemuliaan yang agung dan kebanggaan yang tak terkira. Orang selain dirimu dilahirkan di Negara-negara kafir, sebagai seorang Nashrani, Yahudi, Komunis, dan agama lainnya yang menyimpang dari agama Islam. Sementara engkau, telah dipilih Allah menjadi seorang muslimah, untuk menjadi salah seorang pengikut Muhammad saw yang meneladani jejak langkah Aisyah ra, Khadijah ra, dan Fatimah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat buatmu! Engkau mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, melaksanakan ibadah haji dan memakai hijab. Selamat bagimu! Engakau rela menjadikan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammas saw sebagai Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pencerahan: Emas adalah agamamu, perhiasan adlah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116408495216405840?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116408495216405840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116408495216405840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116408495216405840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116408495216405840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/11/engkau-telah-mulia-dengan-menjadi.html' title='Engkau Telah Mulia dengan Menjadi Seorang Muslimah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116244367985736066</id><published>2006-11-02T11:52:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T12:01:19.870+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Teh Ela</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: pengumuman &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Bukanlah kebetulan, saat bumi berputar kelilingi matahari.&lt;br /&gt;Bukan kebetulan pula, ketika matahari pancarkan kehidupan di bumi.&lt;br /&gt;Pun bukan kebetulan, saat air mengalir melakukan siklusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah ketidaksengajaan, saat ibu melahirkan anaknya.&lt;br /&gt;Bukan pula ketidaksengajaan, ketika anak berkembang menjadi dewasa.&lt;br /&gt;Pun bukan pula ketidaksengajaan saat seseorang membutuhkan pendamping,&lt;br /&gt;dan Ar-Rahman mengijabahnya dengan lembut dan indah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah skenario Ilahi&lt;br /&gt;Saat dua insan bertaut hati dalam suatu ikatan nan suci&lt;br /&gt;Taati perintah Ilahi, ikuti sunnah nabi&lt;br /&gt;Syukuri fitrah insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menikah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;b&gt;Eko Suprapto Wibowo&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;swdev)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ela Nurlaela&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;matahari&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;b&gt;Ahad, 29 Oktober 2006&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Subang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Akad nikah dilaksanakan jam 09.00 dilanjutkan walimatul ursy jam 11.00 – selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seluruh penghuni pondk mengucapkan:&lt;br /&gt;Barakallahu lakum wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Semoga menjadi keluarga yang barokah mawaddah warrohmaah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116244367985736066?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116244367985736066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116244367985736066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116244367985736066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116244367985736066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/11/pernikahan-teh-ela.html' title='Pernikahan Teh Ela'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03865605095593156713'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116106182438716187</id><published>2006-10-17T12:06:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T22:59:40.322+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Hari Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Sesungguhnya Idul Fitri telah menjadi hari kegembiraan, saling bertemu, berkunjung, dan mengucap selamat.&lt;/blockquote&gt;Adapun beberapa adab yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam menghadapi hari khusus ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hendaklah menghadapi Idul Fitri dengan niat yang baik. &lt;/span&gt;Tidak berlebih-lebihan dan tidak pula terlalu cuek sehingga tidak menunjukkan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mandi&lt;/span&gt;. Kegembiraan tidak akan lengkap bila tubuh kotor. Maka disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum pergi shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersih secara sempurna dan wangi&lt;/span&gt;. Bagi pria, pakailah wewangian. Sedang kaum wanita, tidak dibolehkan memakai wangi-wangian. Tujuannya adalah agar muslim dan muslimah dalam kondisi yang baik dan wangi dalam menghadapi hari yang penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengenakan pakaian yang baru, jika mampu&lt;/span&gt;. Yaitu, pakaian yang belum pernah dikenakan sebelumnya. Hal ini merupakan bentuk kesyukuran terhadap nikmat dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab (ra) pernah membeli baju sutra untuk Rasulullah agar dipakai pada hari Ied. Rasulullah menolak memakainya karena baju tersebut berbahan sutra namun Rasulullah (saw) menyetujui perbuatan Ummar tersebut yang berhias pada hari Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak mempunyai pakaian yang baru, gunakanlah pakaian yang paling bagus. Buatlah persiapan untuk merayakan hari istimewa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengeluarkan zakat fitrah&lt;/span&gt; sebelum berangkat shalat Ied. Boleh membayarnya dua hari sebelum 1 Syawal. Tujuannya untuk berbagi kegembiraan di hari raya bagi orang-orang yang kurang mampu. Bila imam mengumandangkan takbir untuk shalat Ied, maka sudah tidak bisa lagi membayar zakat (kecuali karena alasan udzur), yang ada hanyalah sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasulallah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memakan beberapa butri korma sebelum shalat Ied&lt;/span&gt;. Intinya, makanlah sebelum Shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas Radliallahu anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma".[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada Idul Adha, tidak makan sebelum berangkat shalat&lt;/span&gt;. Sunnahnya seperti itu, kalau tak mampu, bolehlah makan. Sunnahnya, setelah Shalat Idul Adha, makanlah makanan dari daging hewan kurban yang disembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Buraidah Radliallahu anhu ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari mushalla) lalu beliau makan dari sembelihannya" [Diriwayatkan Tirmidzi 542, Ibnu Majah 1756, Ad-Darimi 1/375 dan Ahmad 5/352 dan isnadnya hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersegera berangkat ke tempa Shalat Ied&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membawa serta para wanita menuju tempat shalat.&lt;/span&gt; Termasuk yang sedang haid, tua-muda, janda, dan lainnya. Bila sedang haid, tidaklah boleh shalat. Tujuannya agar semua para wanita bersama-sama merasakan dan merayakan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hendaklah membawa anak-anak ke tempat shalat. &lt;/span&gt;Agar mereka juga merasakan kegembiraannya perayaan Ied walau mereka belum wajib shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah keluar ke tempat shalat dengan berjalan kaki.&lt;/span&gt; Beliau tidak menggunakan hewan kendaraannya. Bagi yang letak rumahnya jauh dari lokasi shalat, boleh menggunakan kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi meriwayatkan (530) dan Ibnu Majah (161) dari Ali Radliallahu 'anhu bahwa ia berkata : "Termasuk sunnah untuk keluar menunaikan shalat Id dengan jalan kaki". [Dihasankan oleh Syaikh kami Al-Albani dalam "Shahih Sunan Tirmidzi"].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bertahlil dan bertakbir dengan suara yang keras sewaktu berangkat ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan kegembiraan dan kemeriahan lebaran dengan Kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pasti riwayat bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Artinya : Beliau keluar pada hari Idul fitri, maka beliau bertakbir hingga tiba di mushalla (tanah lapang), dan hingga ditunaikannya shalat. Apabila beliau telah menunaikan shalat, beliau menghentikan takbir".[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushannaf" dan Al-Muhamili dalam "Kitab Shalatul 'Iedain" dengan isnad yang shahih akan tetapi hadits ini mursal. Namun memiliki pendukung yang menguatkannya. Lihat Kitab "Silsilah Al Hadits As-Shahihah" (170). Takbir pada Idul Fithri dimulai pada waktu keluar menunaikan shalat Ied]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ibnu Mas'ud, ia mengucapkan takbir dengan lafadh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian". [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil hamdu, Allahu Akbar, wa Ajalla Allahu Akbar 'alaa maa hadanaa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikannya pada kita". [Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315 dan sanadnya shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak mengerjakan shalat apapun sebelum Shalat Ied.&lt;/span&gt; Kecuali bila shalatnya di dalam masjid, maka mengerjakan Shalat Tahiyyatul Masjid. Setelah Shalat Ied dan sampai di rumah, Rasulullah lalu mengerjakan shalat 2 raka'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada adzan dan iqomah selama Shalat Ied.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra.:&lt;br /&gt;"Dari Ibnu Juraij, ia berkata: Atha telah mengabarkanku dari Ibnu Abbas dan dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari, keduanya berkata: Tidak ada azan bagi salat hari raya idul fitri atau idul adha. Kemudian aku bertanya kepadanya tentang itu, lalu Jabir bin Abdullah Al-Anshari memberitahukan kepadaku bahwa tidak ada azan untuk salat hari raya idul fitri, baik saat imam menaiki mimbar maupun sesudahnya. Juga tidak ada iqamat, seruan atau apapun. Pada saat itu tidak ada azan atau iqamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah mendahulukan shalat sebelum menyampaikan khutbah lebaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Aku menghadiri shalat Ied bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu 'anhum. Semua mereka melakukan shalat sebelum khutbah" [Riwayat Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Nabi saw., Abu Bakar dan Umar, mereka melakukan salat Ied (idul fitri dan idul adha) sebelum khutbah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah sebagai imam menghadap manusia ketika berkhutbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Said Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar menuju mushalla pada hari Idul Fithri dan Adha. Maka yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat. Kemudian beliau berpaling menghadap manusia sedangkan mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Beliau lalu memberi pelajaran, wasiat dan perintah" [Dikeluarkan oleh Bukhari 956, Muslim 889, An-Nasa'i 3/187, Al-Baihaqi 3/280 dan Ahmad 3/36 dan 54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak mengeluarkan mimbar untuk Shalat Ied.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Abu Said Al-Khudri ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. selalu keluar pada hari raya raya idul adha dan hari raya idul fitri. Beliau memulai dengan salat. Setelah menyelesaikan salat dan mengucapkan salam, beliau berdiri menghadap kaum muslimin yang duduk di tempat salat mereka masing-masing. Jika beliau mempunyai keperluan yang perlu disampaikan, beliau akan tuturkan hal itu kepada kaum muslimin. Atau ada keperluan lain, maka beliau memerintahkannya kepada kaum muslimin. Beliau pernah bersabda (dalam salah satu khutbahnya di hari raya): Bersedekahlah kalian! bersedekahlah! Bersedekahlah! Dan ternyata mayoritas yang memberikan sedekah adalah kaum wanita. Setelah itu beliau berlalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah mengkhususkan satu khutbah lebaran untuk kaum wanita&lt;/span&gt;, terpisah dari khutbah untuk para pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Jabir bin Abdullah ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Nabi saw. pernah melaksanakan salat hari Raya Fitri. Beliau memulai dengan salat terlebih dahulu. Sesudah itu beliau berkhutbah kepada kaum muslimin. Selesai khutbah Nabi saw. turun dan mendatangi kaum wanita. Beliau memberikan peringatan kepada mereka sambil berpegangan pada tangan Bilal. Lalu Bilal membentangkan pakaiannya dan para wanita memberikan sedekah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas ra., ia berkata:&lt;br /&gt;"Aku pernah ikut salat Idul Fitri bersama Nabi saw., Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka semua melakukan salat Ied sebelum khutbah, kemudian ia berkhutbah, ia berkata: Rasulullah saw. turun, seola-olah aku melihat beliau ketika beliau dengan isyarat tangan mempersilakan kaum lelaki duduk. Kemudian beliau berjalan di antara barisan sampai ke tempat para wanita. Beliau disertai Bilal. Lalu beliau membaca: Hai Nabi, apabila para wanita yang beriman mendatangimu untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah. Beliau membaca ayat ini hingga akhir. Lalu beliau bertanya: Apakah kalian akan berjanji setia? Seorang wanita satu-satunya di antara mereka menjawab tegas: Ya, wahai Nabi Allah! Saat itu tidak diketahui siapa wanita tersebut. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah kalian! Bilal membentangkan pakaiannya seraya berkata: Marilah, demi bapak ibuku sebagai tebusan kalian! Mereka pun segera melemparkan gelang dan cincin ke dalam pakaian Bilal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saling berjabat tangan&lt;/span&gt; bagi mereka yang bertemu (tidak bagi wanita dan pria) dan mengucap selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih jalan lain ketika pulang&lt;/span&gt;, baik berjalan kaki maupun berkendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah Radliallahu 'anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali dari mushalla-pen)" [Hadits Riwayat Bukhari 986].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjalin tali silaturrahim&lt;/span&gt;, saling memberi hadiah, saling mengucap selamat (Taqqabbalallahu minna wa minkum bukan meminta maaf). Semua ini dilakukan di hari Ied saja, 1 Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Boleh menabuh rebana bagi kaum wanita&lt;/span&gt; diantara sesama wanita untuk menunjukkan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meninggalkan sesuatu yang melampaui batas pada hari itu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116106182438716187?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116106182438716187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116106182438716187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/10/perayaan-hari-idul-fitri.html' title='Perayaan Hari Idul Fitri'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116078485224582408</id><published>2006-10-14T07:13:00.000+07:00</published><updated>2006-10-14T07:17:41.263+07:00</updated><title type='text'>Menggapai Keutamaan Laylatul Qodr</title><content type='html'>Keutamaan Lailatul-Qadar sangat besar, karena pada malam itulah diturunkannya Al-Qur’an Al-Kariim yang membimbing manusia yang berpegang kepadanya kepada jalan kemuliaan dan kehormatan, mengangkatnya ke puncak ketinggian dan keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Keutamaan Malam Lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda kebesaran dan keagungan Lailatul-Qadar adalah bahwa malam itu merupakan malam yang penuh berkah yang lebih baik daripada seribu bulan.  Allah ta’ala telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;إِنّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مّبَارَكَةٍ إِنّا كُنّا مُنذِرِينَ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Ad-Dukhaan : 3)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ *  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مّنْ أَلْفِ شَهْرٍ&lt;br /&gt;“Dan tahukah kamu apakah malam lailatul-qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS. Al-Qadr : 2-3)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa amalan di malam Lailatul-Qadar (yang penuh barakah) itu menyamai pahala amal seribu bulan yang tidak ada Lailatul-Qadarnya.  Seribu bulan setara dengan 83 tahun lebih.  Oleh karena itu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk berusaha mencari malam tersebut dengan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﻪﺒﻧﺫ ﻦﻣ ﻡﺪﻘﺗ ﺎﻣ ﻪﻟ ﺮﻔﻏ ﺎﺑﺎﺴﺘﺣﺍﻭ ﺎﻧﺎﻤﻳﺇ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﺔﻠﻴﻟ ﻡﺎﻗ ﻦﻣ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mendirikan ibadah (pada malam) Lailatul-Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Bukhari 4/217 dan Muslim 759).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Allah mensifati malam itu dengan malam keselamatan/kesejahteraan, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;سَلاَمٌ هِيَ حَتّىَ مَطْلَعِ الْفَجْرِ&lt;br /&gt;“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr : 5).&lt;/blockquote&gt;Ini menunjukkan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya.  Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak.  Inilah keutamaan-keutamaan yang besar pada malam yang penuh barakah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam ini kita diperintahkan untuk banyak-banyak berdoa dengan doa :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُعَنِّيْ&lt;br /&gt;[Alloohumma innaka ‘afuwun tuhibbul-‘afwa fa’fu’annii]&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai maaf, maka berilah maaf kepadaku” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Tirmidzi 3760 dengan sanad shahih)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;Catatan : Adapun tambahan Kariim sesudah kalimat Alloohumma innaka ‘afuwun adalah tambahan yang tidak ada asalnya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.  Maka yang paling baik adalah menggunakan doa yang shahih dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa menambah-nambahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Waktu terjadinya Malam Lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul-Qadar terjadi pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari bulan Ramadlan.  Ada beberapa hadits shahih yang menyebutkan tentang hal ini, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadlan .  Imam Asy-Syafi’I berkata,”Ini menurut saya, wallaahu a’lam, karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab sesuai dengan pertanyaannya.  Dan pendapat yang paling kuat bahwa itu terjadi pada malam-malam yang ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dari Aisyah radliyallaahu ‘anhaa bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan dan beliau mengatakan : “Carilah Lailatul-Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan” (HR. Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)  .  Silakan membuka Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang menyebutkan beberapa hadits dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Tanda-Tanda lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mengkhabarkan kepada kita tentang beberapa tanda yang mengisyaratkan terjadinya Lailatul-Qadar.  Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ubay radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﻊﻔﺗﺮﺗ ﻰﺘﺣ ﺖﺴﻁ ﺎﻬﻧﺄﻛ ﺎﻬﻟ ﻉﺎﻌﺷﻻ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﻊﻠﻂﺗ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﺔﻠﻴﻟ ﺔﺤﻴﺒﺻ&lt;br /&gt;“Di pagi hari (setelah) malam Lailatul-qadar, matahari terbit tanpa cahaya yang menyinari (redup, tidak panas).  Ia bagaikan bejana hingga naik” (HR. Muslim 762).&lt;/blockquote&gt;Dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﺀﺍﺮﻤﺣ ﺔﻔﻴﻌﺿ ﺎﻬﺘﺤﻴﺒﺻ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﺢﺒﺼﺗ ﺓﺩﺭﺎﺑ ﻻﻭ ﺓﺭﺎﺣ ﻻ ﺔﻘﻠﻁ ﺔﺤﻤﺳ ﺔﻠﻴﻟ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﺔﻠﻴﻟ&lt;br /&gt;“Lailatul-Qadar merupakan malam penuh kelembutan, cerah, tidak panas, dan tidak dingin.  Matahari di pagi harinya menjadi nampak lemah lagi nampak kemerah-merahan” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Ath-Thayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231,dan  Al-Bazzar 1/486; dengan sanad hasan)&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Beribadah di Malam Lailatul-Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan, beliau semakin giat dan khusyuk dalam beribadah.  Beliau kencangkan ikat pinggangnya dan beri’tikaf di dalam masjid.  Tidaklah beliau keluar dari masjid kecuali untuk menunaikan hajatnya saja.&lt;br /&gt;Mari kita simak beberapa hadits berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ﻪﻠﻫﺃ ﻆﻘﻳﺃﻭ ﻪﻠﻴﻟ ﻰﻴﺣﺃﻭ ﻩﺭﺰﺌﻣ ﺪﺷ ﺮﺸﻌﻟﺍ ﻞﺧﺩ ﺍﺫﺇ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻥﺎﻛ&lt;br /&gt;“Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadlan), Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam mengencangkan ikatan kainnya,    menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya)” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Bukhari 2/233 dan Muslim 1174).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;ﺎﻫﺮﻴﻏ ﻲﻓ ﺪﻬﺘﺠﻳ ﻻ ﺎﻣ ﺮﺧﺍﻭﻷﺍ ﺮﺸﻌﻟﺍ ﻲﻓ ﺪﻬﺘﺠﻳ ﷲﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﻥﺎﻛ&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh di sepuluh malam terakhir (pada bulan Ramadlan) yang tidak beliau lakukan di saat-saat lain” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR. Muslim 1174).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Maka selayaknyalah kita sebagai ummat beliau untuk meneladani beliau dalam menghidupkan bulan Ramadlan, khususnya sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan dengan ibadah-ibadah, seperti : I’tikaf, membaca Al-Qur’an dan berusaha menghafalnya, mempelajari hadits dan kandungan-kandungannya, dan lain-lain.  Tidak selayaknya kita habiskan waktu malam dan siang kita hanya dengan tidur dan makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116078485224582408?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116078485224582408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116078485224582408' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116078485224582408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116078485224582408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/10/menggapai-keutamaan-laylatul-qodr.html' title='Menggapai Keutamaan Laylatul Qodr'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03865605095593156713'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-116055440375705556</id><published>2006-10-11T15:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T15:13:23.986+07:00</updated><title type='text'>Gaul Syar'i Ala Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Sumber: Nur Aulia Solihah ( sabili edisi Mei 2005)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gaul and modis, siapa sih yang nggak pengen ? Pasti semua orang pengen. Saking pengennya, kadang cewek suka jadi plagiat total gaya hidup para selebritis. Coba deh lihat sekitar kamu. Soal pakaian saja, remaja putri mencontek abis fesyennya selebritis lokal maupun Holywood semisal Agnes Monica, Jeniffer Lopez, Nicole Kidman, Madonna dan sebagainya. Rok mini diatas dengkul, bujal, aurat terbuka merata disekitar leher dan dada. Hidup para selebritis kita pun tak jauh dari aktivitas dunia gemerlap alias dugem. Berhura-hura di pesta dan tempat hiburan degan gonta-ganti pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       &lt;div class="post-body"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampil full aksesoris nyentrik dan make up tebal demi menggaet simpati serta kenalan. Kita nggak mau dong over acting untuk menarik perhatian dan simpatik orang seperti itu, tapi ngorbanin ridhanya Allah. Sebenarnya kayak apa sih tampil gaul, modis tapi tetap syar’i. Nah kalo kamu ingin jadi muslimah gaul tapi syar’i, kamu kudu ngikutin rambu-rambu Allah dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1.Berbusana muslimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam juga mengatur urusan malbusat (urusan pakaian) ini lho. Ada dua busana yang wajib dipakai seorang muslimah yaitu khimar (kerudung) dan jilbab. Di masyarakat, orang menyamakan begitu saja antara kerudung dan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kerudung adalah penutup kepala atau pakaian atas. Batasan kerudung, minimal dua kancing paling atas baju atau tepat diatas dada. Selain itu tak membentuk kepala. Kadang karena pengen tampil trendy, perempuan suka niru gaya kudung gaul ketat menutup kepala dan leher saja. Bahkan tanpa sadar kelihatan warna kulit lehernya. Nah, gaya seperti ini sebenarnya belum sesuai dengan syar’i. Perintah memakai kerudung ini ada di Al Quran surat An Nur ayat 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab sendiri dalam kamus bahasa arab Al Munawir artinya baju longgar yang terus kebawah tak berpotongan. Rambu-rambu dalam berjilbab antara lain nggak transparan sehingga kelihatan warna kulitnya, longgar, nggak press body serta irkha’ ilaa asfal alias menyentuh tanah tapi nggak nglangsrah (jawa : panjang berekor). Kewajiban ber-jilbab ini termaktub dalam surat Al Ahzab ayat 59. “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biar kelihatan cantik ‘n modis. Ada tips yang perlu diperhatikan. Bagi kamu yang bertubuh bongsor pilih kain jilbab yang berbunga kecil-kecil atau bergaris vertikal. Kebalikannya, bagi kamu yang berbody ceking pilih jilbab berbunga besar atau garis horisontal. Warna cerah dan bunga setaman sangat cocok bagi jiwa mudamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar tambah keren, coba padankan warna jilbab dengan warna kerudungmu. Kamu juga bisa berkreasi dengan model jilbabmu, dikasih rompi, rendra, manik-manik, bordir dan apa aja deh terserah selera . Asal jangan dikasih paku payung aja, entar dibilang kayak Rocker lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. No Ikhtilat, No khalwat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahu kan ikhtilat dan khalwat? Yup, ikhtilat ialah kondisi bercampurbaurnya antara laki-laki asing dan perempuan yang tidak dalam satu tempat tanpa ada urusan yang diperbolehkan agama. Maksud asing di sini, bukan mahram (laki-laki yang haram dinikahi) dan suami. Birthday party, tamasya, jjs (jalan-jalan sore) bareng-bareng, nonton film rame-rame cowok campur cewek adalah beberapa contoh aktivitas per-ikhtilatan ria. Hampir semua aktivitas, saat ini full dengan ikhtilat. Nggak semua ikhtilat dilarang sih. Di bidang muamalah seperti pendidikan, jual beli, medis, persaksian dipengadilan ikhtilat diperbolehkan, namun juga dengan batas tertentu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlawanan dengan ikhtilat, khalwat adalah berdua-duaan antara laki-laki asing dan perempuan di tempat sepi. Berdasar ketidakbolehan khalwat inilah, hukum pacaran jadi nggak boleh alias haram. Apalagi ditambah aksi tangan doi yang ‘menjelajah’ kemana-mana. Wah gaswat bisa terjadi adegan usia 17 keatas. Sensor film kaleee. Pantang non, mendekati zina. Jadi inget iklan sabun no ikhtilat…,no khalwat…., no embi e…. (marry by accident maksudnya). Yang sudah terlanjur ke jebur melakukan pacaran, mendingan di-cut aja deh. Atau segera menikah, dengerin sarannya Meggy Z terlanjur basah, iya sudah mandi sekalian…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3 Jaga Pandangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari mata jatuh ke hati. Exactly. Hati yang kotor berawal dari ketidakbisaan menjaga pandangan mata. Mata adalah jendela hati. Oleh karena itu Allah memerintahkan laki-laki dan perempuan mukmin untuk menundukkan pandangan (ghadul bashar) terutama pada lawan jenis. Menundukkan disini bukan lantas kemana saja bawaannya merem atau nunduk terus. Bisa-bisa dikira orang lagi cari uang receh yang jatuh ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menundukkan pandangan artinya kita melihat sesuatu itu no feeling. Natural dan biasa aja gitu loh. Termasuk melihat makhluk bernama pria. Emang sih, kalau dituruti siapa bisa nolak pemandangan cowok cool kayak Leonardo De Caprio atau Nicholas Saputra lewat di depan mata. Pengennya ekor mata ngikutin sampai si doski hilang dari pandangan. Ampe lupa tu di depan ada tiang listrik menanti. Wadauw kejedot… sakit booo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kalau bertemu dengan lawan jenis terus ada sesuatu perubahan di diri kita sehingga menimbulkan silah jinsi (perasaan yang mengarah pada hal yang istimewa), itulah saat tepat untuk segera membalikkan pandangan mata dari obyek semula. Pandangan pertama rezeki, selanjutnya….. ghadhul bashar dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kamu jadi paham kan, nggak bener tuh, kalo kita menjadi muslimah yang kaffah, terus dibilang nggak gaul. Kamu bisa kok gaul n modis, tapi tetap syar'i. Biar funky asal syar'i...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-116055440375705556?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/116055440375705556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=116055440375705556' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116055440375705556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/116055440375705556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/10/gaul-syari-ala-muslimah.html' title='Gaul Syar&apos;i Ala Muslimah'/><author><name>pondok_muslimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06385219895220420614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03865605095593156713'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115950985551866372</id><published>2006-09-29T13:03:00.000+07:00</published><updated>2006-09-29T13:05:22.896+07:00</updated><title type='text'>Jilbab Muslimah</title><content type='html'>&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Contoh cara berjilbab yang salah :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_01.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt; &lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_02.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_salah_03.jpg" alt="contoh berjilbab yang salah" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Contoh cara berjilbab yang benar :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_benar_03.jpg" alt="contoh berjilbab yang benar" border="0" /&gt; &lt;img src="http://i11.photobucket.com/albums/a174/heru_kr/berjilbab/jilbab_benar_02.jpg" alt="contoh berjilbab yang benar" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115950985551866372?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115950985551866372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115950985551866372' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115950985551866372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115950985551866372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/jilbab-muslimah.html' title='Jilbab Muslimah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115941949633244960</id><published>2006-09-28T11:57:00.000+07:00</published><updated>2006-09-28T11:58:16.473+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Bahan Muhasabbah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wanita Islam merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisah-kan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan terhadap Islam. Pada kali ini akan sedikit dibahas tentang kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya sendiri, lingkungan dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban Terhadap Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya adalah berhias dengan akhlaq yang mulia sebagai cermin dari keimanan yang ada di dalam dirinya. Diantara akhlaq mulia yang harus dimiliki seorang muslimah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hati yang lembut dan perasaan yang sensitif.&lt;br /&gt;Rasulullah sebagai panutan bagi seluruh umat Islam terkenal mempunyai hati yang sangat lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jujur.&lt;br /&gt;Sifat ini mutlak harus ada pada diri setiap muslimah. Jujur dalam bersikap sehari-hari, selalu berhati-hati dengan segala ucapannya agar lidahnya tidak tergelincir pada perkataan yang dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berani &amp; mempunyai fisik yang kuat.&lt;br /&gt;Bagaimana seorang muslimah yang berani dan kuat ? Asma binti Abu Bakar adalah salah seorang wanita yang dapat dijadikan contoh. Dimana dalam masa kehamilannya beliau berjalan melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal bagi Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar yang ketika itu bersembunyi di gua Tsaur. Sedang-kan keberanian dalam berpendapat dapat kita ambil contoh teguran Kaulah binti Sa’labah kepada Ummar bin Khattab yang pada masa kekhalifahannya hendak membatasi harga mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjauhi teman yang buruk.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya teman yang buruk adalah teman yang menjauhkan kita dari mengingat Allah dan mengajak kita pada perbuatan yang mengundang murka Allah. Teman seperti inilah yang harus kita hindari, karena akhlaq seseorang itu dapat dilihat dari akhlaq teman karibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban terhadap Lingkungannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah hidup dalam suatu lingkungan masyarakat dan saling berinteraksi dengan mereka. Dalam berinteraksi dengan sesamanya, seorang muslimah harus memiliki hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap adil.&lt;br /&gt;Ia harus mampu bersikap adil kepada orang-orang di sekitar-nya. Tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keperdulian terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Tanggap terhadap situasi dan keadaan saudaranya yang sedang mempunyai masalah. Perduli bukan berarti hanya mengetahui bagaimana keadaan saudaranya, tetapi juga berusaha untuk menunjukkan perha-tiannya sebagai bukti dari keper-duliannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hati yang pengasih.&lt;br /&gt;Seorang muslimah harus memiliki rasa sayang terhadap sesamanya dan mampu untuk menunjukkan rasa sayangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjaga hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;Apa yang menjadi hak orang lain adalah merupakan kewajiban bagi diri kita untuk memenuhinya. Sebagai contoh, hak seornag muslim dari muslim yang lain adalah dikunjungi ketika ia sakit.&lt;br /&gt;Kewajiban terhadap Islam&lt;br /&gt;Diantara kewajiban muslimah terhadap Islam adalah keikutsertaanya dalam menyebarkan syiar-syiar Islam. Dengan selalu berprilaku baik, menjaga adab-adab yang islami, dan membina hubungan baiknya dengan masyarakat, maka secara tidak langsung ia telah turut andil dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Dari sinilah orang dapat melihat dan merasakan indahnya islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).&lt;br /&gt;Selain itu seorang muslimah juga dituntut untuk dapat berperan aktif dalam membina masyarakatnya sesuai dengan kemampuan dan kelebihan masing-masing. Aisyah ra adalah salah satu istri Rasulullah yang pandai tentang ilmu hadits, fiqih, dan kedokteran. Kemampuan tersebut beliau ajarkan kepada para muslimah lainnya dalam rangka keikutsertaannya membina masyarakat pada saat itu.&lt;br /&gt;Demikianlah tiga kewajiban seorang muslimah yang harus ia jalankan. Dengan mengetahui kewajiban-kewajiban tersebut diharapkan bahwa setiap muslimah akan sadar, bahwa dia hidup bukan untuk dirinya sendiri, dan dia juga islam bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga hidup dan islam bagi masyarakatnya, dan harus turut serta dalam menyebarkan nilai-nilai islam tersebut. Tanggung jawabnya begitu besar, dan kelak akan dimintai pertanggung-jawabannya di hari akhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115941949633244960?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115941949633244960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115941949633244960' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115941949633244960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115941949633244960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/menjadi-muslimah_28.html' title='Menjadi Muslimah'/><author><name>Rini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13327043660696298347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02971123530867795650'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115933015430288815</id><published>2006-09-27T11:06:00.000+07:00</published><updated>2006-09-27T11:10:46.686+07:00</updated><title type='text'>Ilmu perhiasan tak ternilai bagi muslimah :)</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Artikel&lt;br /&gt;Sumber: http://www.geocities.com/dmgto/muslimah201/perhiasan.htm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat harus memiliki pedoman dalam menapaki kehidupannya di dunia. Dan pedoman hidup seorang hamba semua telah diatur dalam syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang sukses bukanlah orang yang hidup dengan bersemboyan ‘semau gue’ dengan mengikuti hawa nafsunya, tapi orang yang sukses adalah orang yang mengambil Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan pemahaman As Salafus Shalih sebagai pengikat aturan hidupnya. Petunjuk Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ini tidak mungkin dapat diketahui tanpa menuntut ilmu syar’i. Karena itulah, Allah dan Rasul-Nya memerintahkan setiap Muslim dan Muslimah yang baligh dan berakal (mukallaf) untuk menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan. Lihat kitab Jami’ Bayan Al ‘Ilmi wa Fadllihi karya Ibnu ‘Abdil Bar, tahqiq Abi Al Asybal Az Zuhri, yang membahas panjang lebar tentang derajat hadits ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah mengatakan bahwa ilmu yang wajib dituntut di sini adalah ilmu yang dapat menegakkan agama seseorang, seperti dalam perkara shalatnya, puasanya, dan semisalnya. Dan segala sesuatu yang wajib diamalkan manusia maka wajib pula mengilmuinya, seperti pokok-pokok keimanan, syariat Islam, perkara-perkara haram yang harus dijauhi, perkara muamalah, dan segala yang dapat menyempurnakan kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah, seorang Muslimah wajib mengenal Rabbnya yang meliputi pengetahuan terhadap nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih. Selain itu, ia harus mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala bersendiri dalam mencipta, mengatur, memiliki, dan memberi rezeki. Ia pun wajib menunaikan hak-hak Allah, yaitu beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sebagaimana tujuan penciptaannya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan berada di atas hakikat agamanya sebelum ia berilmu atau mengenal Allah Ta’ala. Pengenalan ini tidak akan terjadi kecuali dengan menuntut ilmu dien (agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mengenal Allah, seorang Muslimah juga wajib mengenal Nabi-nya, yaitu Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, karena beliau merupakan perantara antara Allah dengan manusia dalam penyampaian risalah-Nya. Sesuai dengan makna persaksiannya bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan Rasul-Nya, maka ia wajib mentaati segala yang beliau perintahkan, membenarkan segala yang beliau khabarkan, menjauhi apa yang beliau larang dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan. Hal ini sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.” (Al Hasyr : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan kaidah umum yang agung dan jelas tentang wajibnya seluruh kaum Muslimin mengambil sunnah yang telah tetap dan hadits-hadits shahih dalam aqidah, ibadah, muamalah, adab, akhlak, seluruhnya. Hal ini tidak akan diketahui kecuali dengan menuntut ilmu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengenal Allah dan Rasul-Nya, seorang Muslimah juga wajib mengenal agama Islam sebagai agama yang dianutnya, dengan memperhatikan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahihah, sehingga ia memiliki pendirian kokoh, tidak mudah terombang-ambing. Dan agar ia berada di atas cahaya, bukti, dan kejelasan dari agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masalah pertama yang disebutkan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam bukunya Al Ushuluts Tsalatsah, yaitu berilmu sebelum beramal dan berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslimah juga wajib membekali dirinya dengan ilmu sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga ia dapat menunaikan kewajibannya sesuai dengan tuntunan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai isteri, seorang Muslimah dituntut agar menjadi isteri yang shalihah, sehingga ia dapat menjadi perhiasan dunia yang paling baik, bukan justru menjadi fitnah atau musuh bagi suaminya. Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang sifat-sifat wanita shalihah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… maka wanita shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara mereka.” (An Nisa’ : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat ini diterangkan oleh Asy Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi dan Asy Syaikh Salim Al Hilali rahimahumullah bahwa wanita yang shalihah adalah yang menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mentaati-Nya, mentaati Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, dan menunaikan hak-hak suaminya dengan mentaatinya dan menghormatinya, serta menjaga harta suami, anak-anak mereka, dan kehormatannya tatkala suaminya tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi wanita shalihah yang seperti ini, seorang Muslimah membutuhkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ibu, ia mempunyai tanggung jawab mendidik anak-anaknya agar menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Di bawah kepemimpinan suami, isteri adalah penjaga rumah tangga suami dan anak-anaknya, sebagaimana dalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwasanya beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, maka setiap kalian adalah pemimpin, akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil didikan seorang ibu terhadap anak-anaknya inilah yang termasuk perkara yang akan ditanyakan oleh Allah kelak di hari kiamat. Karena itulah Muslimah harus menuntut ilmu syar’i sebagai bekal mendidik anak-anak sehingga fitrah mereka tetap terjaga dan menjadi penyejuk hati karena keshalihan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, bila seorang Muslimah belum menikah, maka sebagai anak ia wajib taat pada orang tuanya selama tidak memerintahkan kepada maksiat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya… .” (Al Ankabut : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dosa-dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka pada orang tua, membunuh jiwa (tanpa hak), dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat berbuat baik dan menunaikan hak-hak orang tua dengan benar, seorang Muslimah tidak bisa lepas dari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh kewajiban ini harus dapat ditunaikan dengan dasar ilmu. Karena jika tidak, akan terjadi berbagai kesalahan dan kerusakan. Maka tidak heran, bila para Muslimah yang bodoh terhadap agamanya melakukan berbagai praktek kesyirikan dan kebid’ahan. Akibat kebodohannya pula, banyak Muslimah yang durhaka pada suami atau orang tuanya. Atau terjadi berbagai kesalahan dalam mendidik anak sehingga muncullah generasi yang berakhlak buruk, bahkan bisa jadi durhaka pada orang tua yang telah merawat dan membesarkannya. Karena kebodohannya pula, banyak Muslimah yang tidak mengetahui bagaimana ia harus menjaga kehormatannya, sehingga ia menjadi fitnah dan terjerumus dalam perzinahan dan berbagai kemaksiatan. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari yang demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhuma berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berdiri di muka pintu Syurga, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin, sedang orang-orang kaya masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Dan ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka. Dan ketika aku berdiri di dekat pintu neraka, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menuntut ilmu, seorang Muslimah akan mengetahui jalan yang selamat. Kaum Muslimah masa kini akan menjadi baik bila mereka mau mencontoh para Muslimah generasi terdahulu (generasi salafuna shalih), mereka sangat memperhatikan dan bersemangat dalam menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dari Abi Sa’id Al Khudri radhiallahu 'anhu, ia berkata : “Seorang wanita mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Wahai Rasulullah! Kaum lelaki telah membawa haditsmu, maka jadikanlah bagi kami satu harimu yang kami datang pada hari tersebut agar engkau mengajarkan pada kami apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.’ Maka beliau bersabda : ‘Berkumpullah pada hari ini dan ini di tempat ini.’ Maka mereka pun berkumpul, lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mendatangi mereka dan mengajarkan apa yang telah diajarkan Allah kepada beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun sangat bersemangat mengajar para shahabiyah, sampai-sampai beliau menyuruh wanita yang haid, baligh, dan merdeka untuk menyaksikan kumpulan ilmu dan kebaikan. Bahkan beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memutuskan udzur wanita yang tidak memiliki hijab, sebagaimana yang disebutkan dalam Shahihain dari Ummu ‘Athiyah Al Anshariyah radhiallahu 'anha, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menyuruh kami mengeluarkan wanita yang merdeka, yang haid, dan yang dipingit untuk keluar pada hari Iedul Fithri dan Adha. Adapun yang haid memisahkan diri dari tempat shalat, dan mereka pun menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslimin. Aku berkata : ‘Wahai Rasulullah! Salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.’ Beliau bersabda : ’Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.’ “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, kita dapatkan dalam sejarah Islam, di antara mereka ada yang menjadi ahli fiqih, ahli tafsir, sastrawati, dan ahli dalam seluruh bidang ilmu dan bahasa. Sebagai contoh, Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu 'anha yang dididik dalam madrasah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sehingga beliau menjadi wanita yang berilmu dan shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Az Zuhri rahimahullah berkata : ”Seandainya ilmu ‘Aisyah dikumpulkan dan dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, maka ilmu ‘Aisyah lebih afdhal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ‘Aisyah merupakan guru dari beberapa shahabat, ia menjadi bahan rujukan mereka dalam masalah hadits, sunnah, dan fiqih. Urwah bin Az Zubair berkata : “Aku tidak melihat orang yang lebih mengetahui ilmu fiqih, pengobatan, dan syi’ir ketimbang ‘Aisyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita dari kalangan tabi’in juga berdatangan ke rumah ‘Aisyah untuk belajar, di antara muridnya adalah Amrah bintu ‘Abdurrahman bin Sa’ad bin Zurarah. Ibnu Hibban berkata : “Dia adalah orang yang paling mengetahui hadits-haditsnya ‘Aisyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara deretan nama wanita generasi terdahulu yang cemerlang dalam ilmu adalah Hafshah bintu Sirin yang masyhur dengan ibadahnya, kefaqihannya, bacaan Al Qur’annya, dan hadits-haditsnya. Begitu pula Ummu Darda Ash Shuqra Hujaimah, ia seorang yang faqih, ’alimah, banyak meriwayatkan hadits, cerdas, masyhur dengan keilmuan, amalan, dan zuhudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah --wahai saudariku Muslimah-- mereka adalah contoh terbaik bagi kita dan telah terbukti bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadilah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan jalan bagi kita untuk menuntut ilmu dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Amin. Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al Qur’anul Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inayatun Nisa’ bil Hadits An Nabawi. Abu ‘Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nisa’ Haula Ar Rasul. Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Musthafa Abu Nashr Asy Syalbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Riyadlus Shalihin. Imam Nawawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bahjatun Nadhirin. Salim bin ‘Ied Al Hilali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aisarut Tafasir. Abu Bakar Jabir Al Jazairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hasyiyah Ats Tsalatsah Al Ushul. Muhammad bin Abdul Wahhab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115933015430288815?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115933015430288815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115933015430288815' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115933015430288815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115933015430288815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/ilmu-perhiasan-tak-ternilai-bagi.html' title='Ilmu perhiasan tak ternilai bagi muslimah :)'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07863825814121150370'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34781127.post-115932958806453033</id><published>2006-09-27T10:59:00.000+07:00</published><updated>2006-09-27T11:11:45.733+07:00</updated><title type='text'>Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</title><content type='html'>&lt;div class="keterangan"&gt;Kategori: Artikel&lt;br /&gt;Sumber: http://www.geocities.com/dmgto/muslimah201/ahlisurga.htm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Azhari Asri dan Redaksi&lt;br /&gt;[MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34781127-115932958806453033?l=pondok-muslimah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/feeds/115932958806453033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=34781127&amp;postID=115932958806453033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115932958806453033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34781127/posts/default/115932958806453033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya_27.html' title='Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya'/><author><name>nora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15710303434897278533</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07863825814121150370'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>